Tentang Film "TURBO"

Dreamworks Pictures sepertinya sudah melakukan kesalahan dalam film animasi terbarunya, Turbo, yang sudah mendarat di bioskop-bioskop di Indonesia sekarang ini. Dan keputusan mereka untuk menjadikan David Soren sebagai sutradara plus sebagai pencetus ide dalam cerita film ini pun, tentunya adalah sebuah kesalahan, yang benar-benar tak boleh terulang lagi!

Siapa yang tak bisa melupakan Film Shrek, Kungfu Panda, How to Train Your Dragon, dan The Croods yang juga tampil di tahun 2013 ini. Tentunya untuk para penonton yang sudah memberikan sebuah kredibilitas yang sangat tinggi ke DP, mereka pun sangat ingin untuk menonton sebuah suguhan film yang benar-benar lebih tinggi kualitasnya, atau yang sama kualitasnya dengan film-film animasi yang sudah ada sebelumnya. Namun kini, semuanya seperti sudah dibabat habis oleh ulah dari David Soren yang sebelumnya ia hanya menjabat sebagai pengisi suara dalam Film animasi Shark Tale.

Tetapi tunggu dulu, ini bukan berarti Film Turbo adalah film animasi yang buruk. Hanya saja ia tak bisa melampaui ekspektasi dari para penontonnya. Yah, "Just an ordinary movie...." itu yang bisa gua bilang. Inti dari ceritanya pun dapat dengan mudahnya kita ketahui sejak awal, yaitu: "nothing imposible".


Ada seekor siput kecil yang bercita-cita untuk menjadi pembalap. Namanya adalah Theo, dan setiap malam ia selalu menonton televisi hanya untuk menyaksikkan sebuah pertandingan balap mobil, dan melihat salah seorang pembalap idola-nya sedang memberikan sebuah motivasi.

Namun di kehidupan nyatanya, ia hanyalah seekor pekerja, sama seperti para siput lainnya, yang dimana kerja mereka semua adalah mengambil tomat-tomat di dalam sebuah kebun kecil. Ia pun disana ditemani oleh satu-satunya saudara di dalam hidupnya, yang bernama Chet, seekor siput yang cukup gemuk. Dan Chet selalu membela Theo yang sering terlihat gila di depan siput-siput lainnya karena impiannya tersebut. Namun ia pun juga selalu memperingati Theo karena impiannya yang tak pernah kunjung sampai tersebut.

Hingga pada suatu hari, sebuah keajaiban pun terjadi. Theo yang sedang berjalan-jalan hingga jauh sekali dari rumahnya, ia pun tiba-tiba saja terjatuh di dalam sebuah mobil balap, dan dirinya juga terpental masuk ke dalam mesin mobil tersebut. Yang lalu pada saat sebuah cairan biru (hydrolic) memasuki mesin itu, ternyata DNA Theo malah berubah, memberikan sebuah kekuatan yang tak pernah disangka-sangka oleh seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini (ya ini lah enaknya membuat film animasi).


Dan keesokan harinya, Theo pun berubah menjadi bisa berjalan lebih cepat bagaikan mobil balap, ditambah ia juga bisa mengaktifkan musik radio dari dalam tubuhnya, dan lampu tembak, serta hal-hal yang memang ada di dalam sebuah mobil (tidak berlaku kursi dan GPS).

Kejadian menghebohkan ini pun tak hanya diketahui oleh para siput, karena manusia juga pada akhirnya bisa melihat kemampuan dari Theo ini. Dan manusia pertama yang beruntung yang bisa melihat kemampuan Theo tersebut adalah Tito, seorang koki yang berada di wilayah yang jarang didatangi oleh banyak orang.

Selain itu, Theo juga bertemu dengan teman-teman baru di dalam daerah tersebut. Ia bertemu dengan para siput gila yang ternyata mampu untuk membantunya mengikuti perlombaan balap mobil paling bergengsi, yaitu: "Indy 500". Disinilah mimpi besar-nya akan segera tercapai, dengan tentunya akan terlihat sangat "dramatisasi".



Sangat simple. Ini seperti dalam film animasi Ratatouille, seekor tikus yang bercita-cita untuk menjadi seekor koki masak yang terkenal. Namun dalam hal eksekusi, tentunya Ratatouille lebih bagus ketimbang Turbo, yang jujur, sejak awal benar-benar cerita dari film ini bergerak cukup lambat, sama seperti gerakan para siput tersebut. Hanya di dekat akhir saja ceritanya makin terasa luar biasa, karena adegan yang begitu dramatis. Padahal ia punya para pemain yang keren-keren, ada Ryan Reynolds, Samuel L. Jackson, Snoop Dog, dan Michelle Rodriguez. Tetapi mengapa sehabis "The Croods" yang sungguh luar biasa itu, tiba-tiba saja muncul Turbo yang biasa-biasa saja seperti ini??

Yah, tapi tetap, ini bukan berarti Film Turbo adalah salah satu film yang tak layak ditonton. Karena film ini pun masih tetap memberikan hal-hal yang lucu, seperti pada saat sebuah adegan yang dimana ada seekor gagak yang berkali-kali mengambil para siput yang malang tersebut untuk dimakan, padahal hal ini sebenarnya terlihat miris, tapi malah dibuat menjadi begitu lucu. Lalu juga selain lucu, film ini pun akan sangat memotivasi secara personal, untuk para pengejar mimpi di seluruh dunia. Coba lihat saja dialog-dialog-nya (salah satu hal yang paling gua suka disini), yang selalu dikatakan oleh seorang pembalap Guy Gagne, wow! itu sangat lah menancap di hati! 

Hahaha..... Memang, film ini memang bukan ditujukan untuk anak kecil, tetapi untuk para remaja dan juga orang dewasa, sebab cukup kelam jalan ceritanya. Agak membosankan, namun bisa dengan mudah dicerna....

Itu lah Turbo, slow like a snail.... But I love the dialogs!!


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath