Thanks For the Long Years...


Semua ini berawal dari mimpi sewaktu gua menemukan sesosok perempuan yang sangat luar biasa ini. Yang mampu mempesona segala hari yang penuh dengan kehampaan. Dan mampu memberikan sebuah kejutan setiap kali gua berusaha untuk mencoba berkenalan dengannya. Yup, itu lah yang terjadi pertama kali saat gua sedang mendekatinya empat tahun yang lalu.

Dan yang berikutnya adalah sesuatu yang selalu diisi oleh yang namanya "sakit hati". Yang dimana serasa tak ada lagi sinar yang mampu menerangkan disaat gelap, dan juga tak ada lagi kehangatan disaat diri ini sedang ditusuk oleh angin malam yang kelam. Namun sayangnya, tetap ada sebuah "harapan", yang ternyata mampu untuk memberikan tubuh ini sebuah kekuatan agar dapat terus melanjutkan kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan ini.

Hahaha.... Gua tahu, ini memang adalah suatu kebodohan. Ya, kebodohan selama empat tahun. Dan gua juga tahu, kalau memanglah akan berakhir seperti kemarin itu. Yang dimana ia akhirnya jujur saat gua menanyakannya. Yang lalu gua putuskan untuk menghapus kontak bbm-nya tersebut. Karena gua tak ingin lagi berharap.

"Semuanya memang harus sudah cukup dan sudah selesai..."


Lalu untuk hari ini, entah, dalam pikiran masih saja terus terlintas dirinya yang menyebalkan tersebut. Yang lalu segera gua hancurkan dengan pikiran baru seperti,"gak lagi!" Karena jika gua lanjut berpikir soal dirinya itu, maka gua akan kembali berharap. Yang lalu, gua bakal kembali berbicara dengannya untuk melanjutkan kebodohan ini.

"Jangan sampai lagi!!"

Dan jika gua ingat-ingat kembali semua hal yang sudah terjadi selama empat tahun kemarin itu, gua pun tak akan lupa akan sebuah momen yang dimana seharusnya "hal cinta bodoh ini sudah berakhir." Dan momen tersebut adalah, ketika gua dengannya sedang mengalami suatu masalah. Dimana ia pernah sampai mendelete kontak bbm gua dan bahkan sampai tak membalas setiap sms bahkan telepon gua. Dan bodohnya, gua saat itu masih terus berharap. Dan harapan gua tersebut adalah,"mungkin gua masih bisa menjadi temannya saja." Hahahahaha..... itu adalah sesuatu yang jangan sampai pernah terpikirkan lagi deh. Karena walaupun pada akhirnya bisa baikan dan memang bisa berteman, tapi sebuah "harapan untuk memilikinya" itu pasti akan selalu ada. Dan lihat lah sekarang diri gua ini....

Dan perlu diketahui, disini gua hanya ingin berkata, bukan untuk diberikan masukan-masukan. Karena sudah dari awal gua tahu konsekuensinya, yang dimana memang akan menjadi seperti ini jika harapan gua tersebut tak tercapai. Dan gua hanya akan menceritakan hal seperti ini di blog tercinta gua saja. Agar dapat dimusiumkan. Dan juga, agar gua tak mendengar ocehan-ocehan dari banyak orang soal "yang gua lakuin ini memanglah salah!" Ya you know lah, pasti bakal ada orang yang sok ngasih teguran atau cacian, seperti "lu sih begini! lu sih gak dewasa!" Preeettttt.....!!! (Gua sudah membahas ini disini).

Hhhh..... ya memang ini lah yang namanya kehidupan. Dan kejadian selama empat tahun kemarin itu telah membuktikan kalau memang akan selalu ada yang namanya "kegilaan" di dalam hidup ini....

Hingga sekarang yang tersisa dari gua adalah sebuah kesedihan yang mendalam, yang bahkan menangis pun rasanya sulit. Dan yang ada hanyalah, gua selalu merasa kosong dan sedih serta sesak dalam hati seperti hari ini.

Gua hanya berharap, gua bisa terus melewati kehidupan baru gua ke depannya. Yup, kehidupan baru yang dimana jujur, karena masalah cinta bodoh ini, gua sampai meninggalkan satu hal yang sebenarnya mampu membuat gua menjadi "something" atau mungkin "everything" jika gua teruskan lagi. Itu semua karena gua tak ingin melihatnya lagi. Sudah cukup masa-masa gua memikirkannya....


"Now I know.... There is no miracle come to me...."
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath