Elo sih begini! Elo sih begitu!!

Kembali lagi gua menulis.

Setelah makan, gua pun melanjutkan menulis. Melanjutkan apa yang sebenarnya ingin gua utarakan sejak tadi. Yang malah berakhir menjadi sebuah post yang berjudul, "Ingatan, Masa Lalu, dan Eksistensi" hahaha....

Jadi sebenarnya itu, setelah paragraf pertama yang dimana gua bilang kalau ada dua orang di dunia ini (yang baru dari pendapat gua sendiri), yaitu ada yang suka mengingat masa lalu dan ada yang tidak. Yang seharusnya terjadi atau gua tulis berikutnya adalah,"gua itu benar-benar sangat mengingat tiga atau empat topik yang sebenarnya ingin gua bahas di blog tercinta gua ini!!!" Yup, jadi ada tiga atau empat topik yang terus gua ingat dari sebulan lalu. Yang menurut gua menarik untuk gua bahas, tapi malah tertunda karena masalah "situasi" (yang kali ini bukan malas yaaa... tapi karena masalah kampus yang dimana sekarang itu penuh dengan tugas dan kegilaan :p).

Dan langsung saja. Topik pertama yang akan gua bahas adalah, tentang masalah "curhat sama orang lain!"

Pernah gak sih kalian, ketika sedang curhat sama teman kalian, eh teman kalian itu malah langsung ngerocos, ngejudge bilang "elo sih begini! Elo sih begeto!!" ("dodol lu!" dalam hati gua dah tu kalau ada orang yang ngemeng kek begitu! wkwkwk (tapi gak semuanya yahh :p)). Nah, kalau pernah, coba deh, ingat-ingat lagi, apa sih yang kalian katakan ke teman kalian habis itu?? Apakah mungkin,"terus gua harus gimana donk?!" atau "tapi kan gua ngelakuin itu buat...." atau "bener juga sih kate elu."

Khusus yang kalimat terakhir itu, tolong pikirkan lebih jauh, apakah kalian ingin terus-terusan ngomong begitu ke teman-teman kalian yang suka bilang,"elo sih begini!! Elo sih begeto!!" Cape deeehhhhh....

Mungkin gua akan menuliskan ini secara langsung atau blak-blakkan semuanya yah! Soalnya gua memang sangat kesal untuk orang-orang yang suka langsung nge-judge sembarangan dari congor mereka masing-masing ke orang yang lagi curhat ke dia.

Karena menurut gua ya, lebih baik itu kita itu HANYA DENGERIN aja sih!! Kok repot banget kasih embel-embel rese segala di tiap curhatan tersebut. Cape deeehhhhh......

Lebih baik tunggu ampe dia ngomong "gua minta pendapat elu donk gua harus gimana". Baru deh ngomong, tapi tolong ya sekali lagi, jangan ampe ngomong "elo sih begini! Elo sih begeto!!" Oh God!! Tolong dukung mereka dengan kata-kata yang dapat membuat mereka tersenyum. Contohnya akan gua berikan nanti.

...

Sebelum gua akan membahas lebih dalam, sebelumnya gua ingin beritahukan, kalau gua akan mencoba bersikap netral ya. Karena gua juga akan mempersalahkan orang-orang yang bertindak sebagai galauers tersebut. Jadinya masing-masing, baik itu komunikator ataupun komunikan, sama-sama akan gua berikan suggest berdasarkan pengalaman hidup gua yang sudah terkatakan, "sangatlah ampuh!"

Oke, pertama adalah, gua akan memberikan suggest untuk yang menjadi komunikator (yang curhat).

Mereka yang sedang curhat, hal terpenting yang harus kalian lakukan adalah, cari tau terlebih dulu, kalian itu akan curhat sama siapa. Apakah ke orang yang suka ngerocosh,"elo sih begini bla bla bloh!" ataukah yang memang suka mendengarkan, ataukah pemberi pendapat yang bagus.

Lalu, kedua, kalian cari tau, kalian itu butuhnya apaaa.... Butuh pendapat atau hanya butuh didengarkan? (untuk yang butuhnya jawaban, elo sih begini begitu!!, udah-buang aja!).

Kemudian, jika memang butuhnya didengarkan, ya cari orang yang emang suka mendengarkan. Yang bisa selalu siapin kuping dan mata untuk melihat segala gerak-gerik kalian ketika sedang curhat. Dan jika butuhnya pendapat, yaudah, cari dahhh hahaha....

Namun, ini kan ada hubungannya dengan masalah "kepercayaan" dengan orang lain ya. Jika memang hanya ada satu orang yang dipercaya, apalagi dia yang suka ngomong "elo sih begini begitu!" gimana donk??

Ya itu lah fungsinya mulut kita hehehe.... Jadinya dari awal kita bilang aja ke dia, kalau kita itu butuhnya didengarkan (lebih baik sih didengarkan aja), dan didukung sebelum melakukan curhat. 

Tapi, jika kalian takut atau mungkin males untuk ngomong hal seperti itu gimana donk???

Nah, gua ingin banget nih ngebahas soal ini. Karena ini berdasarkan dari sebuah pengalaman yang sangat gua sukai :p.

Untuk pertama kalinya, sebelum melakukan curhatan, kalian ingat dulu, sebenarnya kalian itu mau curhatin apa sih?

Contohnya adalah, ketika kalian ingin curhat masalah pacar. Dan kalian ingin bilang ke teman kepercayaan kalian tersebut kalau kalian lagi ada masalah dengan pacar kalian (simpelnya).

Next step, cari tau, kalian itu sudah pernah belum sih curhat dalam hal seperti itu? Sudah pernah belum sih curhatin permasalahan kalian soal pacar kalian ke orang kepercayaan kalian tersebut? (yang pokoknya adalah, masalahnya berbeda, tapi intinya sama-soal pacar itu).

Kalau misalnya udah pernah, tolong deh ingat-ingat lagi, waktu kalian curhat tuh dulu ke teman kepercayaan kalian tersebut, respon dari teman kalian itu apa? Elo begini begitu atau gimana-gimana??

Setelah itu pikirkan kalau misalnya udah pernah, kalian benar-benar ingin curhat ke tu orang apa kaga kalau pada kenyataannya itu respon mereka seperti "elo sih begini begitu!" Gua sih ogah!!

Dan pada kenyataannya itu, gua lebih baik ngerocos di sosial media dari pada ngobrol sama tu orang!

Ya intinya sih gini, untuk curhat ke orang seperti itu tuh akan selalu menyakitkan kalian. Dan daripada kalian terus-terusan ingin curhat, lebih baik kalian "nikmati saja kesalahan yang sudah kalian perbuat tersebut".

Nah, ini berarti gua ingin kalian mengetahui terlebih dahulu atau mengintropeksi diri dulu soal apa saja kesalahan yang sudah kalian perbuat sampai pada akhirnya masalah tersebut terjadi. Kalau memangnya itu adalah dominan salah kalian sendiri, yasudah, enjoy ajee... Jangan pernah kasih tau kesalahan kalian tersebut ke orang lain, apalagi dalam bentuk curhatan. Dan hal ini khususnya untuk kesalahan yang sudah kalian lakukan berkali-kali tapi kalian gak kapok-kapok untuk berhenti. Kalian musti dewasa, kalau bakal ada "akibat" yang akan terjadi. Nah, ketika sudah mengalami akibat tersebut, jangan ampe ada yang ngomong,"elo sihhh!! Gua kan dulu udah bilang ke elu kalau elu salah!!" jangan ampe curhat ke orang yang sudah kalian ketahui bakal ngomong kayak begitu!!!

Gua bisa ngomong seperti ini karena gua sudah pernah mengalaminya. Sumpah deh, gua gak mau ampe ada yang denger,"gua kan dari dulu udah bilang begituuu. Ya elu nikmati sendiri dah sana!!" Ckckck.... inti dari curhatan gua itu, ya cuma ingin didengarkan dan didukung disaat gua sedih. Tapi pada nyatanya emang masih banyak orang yang suka ngerocos sembarangan nambahin beban hidup! Oleh karena itu, sejak saat itu gua pun jadi jarang curhat ke orang banyak. Namun untunglah, gua punya satu dua teman curhat yang pas sesuai dengan kriteria gua :p (suka mendengarkan walau tak mendukung gimana-gimana). Dan pada akhirnya, di dalam kehidupan gua yang sekarang, gua pun bisa dibilang sudah menjadi pendengar bagi semua orang yang tiba-tiba aja pengen curhat ke gua. Ya cuma dengerin terus respon dikit seperti "terus elu diapain aja tuh" "terus gimana lagi?" dan bla bla blah..... 

Gituhh.....

Jadi terbuka kan yah atau ngerti lah ya soal pernyataan yang sudah gua buat? Kalau belum ngerti tolong komen aja yaaa hahaha....

Btw, gimana soal suggest tuk para komunikan (teman curhatnya). Ya sepanjang tulisan ini sih udah gua kasih secara jelas, yaitu "just listening" and "supporting" !!!! Tak peduli teman kalian itu senakal apa atau seperti apa. Kalau kalian emang temannya, ya jangan buat dia jadi risih dengan ngomong "elo sih begini elo sih begitu!!!" Jangan pikir, jika kalian ngomong gitu berarti kalian sudah memberikan kewajiban seorang teman yang selama ini sudah pastinya semua orang sangat mengetahui hal ini, yaitu "memberitahukan yang benar ke teman kita". Wkwkwkwkwkwkk!!! Nyakitin sih iya dahhh..... 

Yang terpenting sih, jika ingin beritahukan yang "benar". Jangan lupakan,"beritahukan dengan kasih" ya.... Jadinya musti sabar, baik-baik, dengan kata-kata yang tertata dan enak didengar. Namun itu juga tergantung, si pencurhat lagi butuh apa kaga diberikan "beritahuan yang benar" tersebut. Karena kalau mereka just ingin didengarkan, ya di dalam hati mereka sih-hal itu cuman jadi sampah. Bener gak??


Yup, itu saja. Sekarang sudah jam setengah dua. Dan gua musti tidur....!!!

Thanks
Gb

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath