Menghadapi Diri Sendiri

It is true. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Perlu waktu yang lama agar kita bisa mengenal siapa kita, dan sanggup menaklukkan semua kekurangan kita. Suffer (penderitaan) adalah dorongan yang kuat untuk kita terus maju dan menghadapi semua rintangan. Suffer adalah dasar dari titik kesadaran kita. Agar dapat melihat sesuatu dengan jelas, kita harus menderita terlebih dahulu. Kemudian, tentu saja kita belajar dari kesalahan yang kita buat sendiri.

Gue mendapatkan insight ini dari film berjudul "Westworld". Gue belum bisa mereview nya sekarang, karena film ini sangat rumit dan butuh waktu yang tepat untuk menulisnya. Sedangkan sekarang sudah pukul setengah 4 pagi (yah, gue kembali belum tidur). Film ini telah berhasil merasuki jiwa gue lagi, dengan tujuan untuk menyadarkan diri gue kalau gue butuh menghadapi semua hal yang ada di depan gue. Dan gue harus mengalahkan diri gue lagi.

Kembali lagi di masalah usia gue yang sekarang. 25 tahun, dan gue belum bisa menciptakan narasi yang baru lagi di kehidupan gue. Gue gak mau berakhir dalam satu lingkaran secara berulang ulang (looping) lagi. Gue harus menciptakan jalan gue sendiri untuk mencapai apa yang gue inginkan sejak dulu.

Penderitaan yang berasal dari kisah cinta gue rasanya sudah cukup. Gue kini harus maju ke depan, memperbaiki diri gue yang salah. Jelas gue memang butuh puluhan tahun untuk bisa sesadar ini. Apalagi gue adalah tipikal orang yang kurang mempercayai orang lain. Gue gak suka diperintah. Gue selalu ingin berjalan sendiri sesuka hati gue. Tentu ini adalah kesalahan utama gue. Gue sudah belajar.

Dan sekarang, gue harus memerangi diri gue sendiri lagi. Fokus pada perubahan, bukannya rasa nyaman. I want to be NEW. 

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath