Tentang Film "Hidden Figures"

Dengan tema yang mengangkat isu warna kulit dan feminisme di Amerika pada tahun 1963, Hidden Figures tentu berhasil mengingatkan kembali kepada para penontonnya untuk selalu sadar bahwa siapapun kita, telah diciptakan sama, dengan otak dan impian yang juga sama. Sehingga perlakuan pun harus sama untuk perkembangan umat manusia.



Diangkat dari kisah nyata, 3 wanita kulit hitam pintar yang dengan beruntungnya bisa bekerja di NASA di kala isu warna kulit masih kental terjadi. Perkenalkan, Katherine G. Johnson (Taraji P. Henson), Dorothy Vaughan (Octavia Spencer), dan Mary Jackson (Janelle Monae). Mereka sama-sama memiliki kepintaran di matematika sehingga mereka disebut dengan 'komputer' (kala itu, teknologi komputer asli belum berada di NASA). Namun mereka memiliki mimpi yang berbeda. Meskipun warna kulit mereka banyak menghalangi semua yang mereka inginkan, tapi mereka selalu berhasil menemukan jalan. Mary Jackson contohnya, ia sangat dipercaya oleh tim-nya di NASA yang mayoritasnya adalah kulit putih, untuk mengambil pendidikan sebagai engineer, tapi peraturan daerah memberatkannya untuk mengambil itu karena warna kulit. Yup, kita tahu akhirnya akan seperti apa.

Yang menjadi fokus utama disini adalah Katherine, yang sejak awal selalu mendapatkan diskriminasi dari rekan kerjanya karena ia 'berbeda'. Tugasnya adalah menghitung atau mendapatkan angka yang tepat untuk menerbangkan sebuah pesawat luar angkasa. Tanpa angka yang jelas, Amerika tak akan mengirimkan astronotnya melihat luar bumi.


Namun, disaat ada orang-orang yang ingin membedakan sesamanya, waktu telah membuktikan bahwa akan ada orang yang memiliki pikiran terbuka. Disini adalah Al Harrison (Kevin Costner), sang kepala dari tim Katherine yang memandang ia berdasarkan hasil kerjanya bukan warna kulitnya. Al pun berhasil menciptakan banyak perubahan untuk para pekerja kulit hitam dimulai dari kamar mandinya (ya, kamar mandi orang kulit hitam dibedakan dengan kulit putih), sampai membuang peraturan yang memberatkan Katherine untuk berkembang. 


Diangkat dari buku non fiksi karya Margot Lee Shetterly dan disutradarai oleh Theodore Melfi, film ini telah berhasil menyampaikan semangat feminisme dan mengingatkan kembali mengenai isu warna kulit yang pernah terjadi di kehidupan kita. Film ini pun telah berhasil menjadi salah satu nominator di ajang penghargaan OSCAR tahun ini


Anton Suryadi

Independent but not a sociopath