Tentang Film "Fantastic Beast and Where to Find Them"


2011, merupakan tahun perpisahan untuk para penggemar karya dari J.K Rowling, yakni Harry Potter. Siapa yang sanggup melupakan sebuah saga dari 7 seri besarnya yang berisi banyak teka-teki dan tentu saja narasi yang begitu menyenangkan untuk diikuti. Melalui dunia magis yang sanggup menghipnotis mata, lalu diisi dengan kehidupan di sekolah sihir, dimana banyak terjadi pertikaian nan ajaib antar sesama penyihir, para penonton pun akan sulit untuk tidak menyukainya, bahkan hingga berteori banyak tentang kisah yang berpusat pada satu anak spesial bernama Harry Potter tersebut.

Kemudian, setelah bertahun-tahun berlalu, terdengar kabar gembira untuk para fans, kalau spin-off dari kisah magis tersebut akan muncul kembali. Dan tahun 2016 ini adalah klimaksnya. Kita semua bisa melihat lagi sebuah dunia yang sangat ajaib tersebut, dengan judul baru "Fantastic Beast and Where to Find Them". Sebuah kisah sebelum Harry Potter lahir, kurang lebih 70 tahun lamanya.

Diangkat dari buku wajib tahun pertama Harry Potter semasa di Hogwarts, kita akan bertemu dengan tokoh baru: Newt Scamander (Eddie Redmayne), seorang magizoologist yang sudah keliling dunia untuk menemukan hewan-hewan magis yang dikatakan akan punah. Kecintaannya terhadap makhluk-makhluk tersebut bahkan membuatnya sampai disukai oleh Albus Dumbledore selama ia masih di Hogwarts di tim Hufflepuf.

Suatu hari Newt memutuskan untuk berkunjung ke New York, namun di waktu yang sama sekali tak tepat. Karena saat itu sedang terjadi bencana di dunia "No-Maj" (sebutan di New York untuk manusia biasa. Sama seperti Muggle) yang disebabkan oleh sesuatu yang tak terlihat.

Dengan koper coklat besarnya, Newt malah bertemu dengan orang-orang yang ingin menangkapnya. Seperti Porpentina Goldstein (Katherine Waterston), yang merupakan ex-auror (Polisi dunia sihir) yang menginginkan jabatannya kembali. Tina pun mengaitkan kejadian yang sedang menimpa New York dengan isi koper Newt tersebut.

Yup, sesuai dengan panggilannya, magizoologist, Newt memiliki banyak sekali hewan magis di dalam kopernya tersebut. Semuanya sangat unik dan memiliki kelebihannya masing-masing. Ia pun berencana untuk merawatnya dari kepunahan dan sasaran para pemburu. Hewan-hewan magis di dalam isi koper Newt merupakan yang menjadi daya tarik utama disini.



Untuk suasana, karena ini bukan di London, melainkan di New York, USA, banyak sekali yang berubah, dimulai dari para pemainnya dengan muka yang amerika habis, seperti Percival Graves dimainkan oleh Colin Farrel, lalu President Seraphina Picquery, dimainkan oleh Carmen Ejogo. Dari budaya, logat, lokasi, dll semuanya berubah untuk menunjukkan bahwa ini adalah cerita yang benar-benar baru.

Akhir dari seri yang pertama, kita akan langsung bertemu dengan Villain terbaru bernama Gellert Grinderwald. Apakah ia bisa sejahat Voldermort atau bahkan lebih, itu belum diketahui. 



Namun sangat disayangkan, untuk para penonton yang memiliki ekspektasi yang besar terhadap kisah ini, ternyata di seri yang pertama tidak menunjukkan hal yang lebih besar ketimbang kisah dari Harry Potter. Tidak sekompleks dari pendahulunya, sehingga terkadang malah menjadi 'boring' untuk setiap dialog yang tak penting itu. Yah memang harus diakui kalau ini tetap bukan Novel Harry Potter. J.K Rowling pun awalnya hanya membuat kisah Fantastic Beast and Where to Find Them hanya untuk kegiatan amal. Untung saja masih bisa ditutupi oleh para binatang magis tersebut.

Rencananya kisah ini akan dibuat menjadi 5 seri, dan David Yates sudah ditunjuk untuk duduk manis di bangku sutradara untuk semua kisahnya ini.  J.K Rowling pun yang langsung menjadi penulis naskahnya kali ini.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath