Tentang Film "Miss Peregrine's Home for Peculiar Children"



Satu lagi karya dari Tim Burton dengan tema favoritnya: Dark Fantasy. Diambil dari novel karya Ransom Riggs dengan judul yang sama. Nyatanya Burton sangat ingin memiliki film superhero yang berbeda dari yang sudah ada saat ini: "all of Marvel and DC universe".

Film ini sendiri bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama Jake (Asa Butterfield), yang tiba-tiba saja harus berduka setelah kakeknya dibunuh oleh sesuatu yang tak masuk akal. Ia pun sampai dibawa ke psikiater untuk menyembuhkan trauma dan penglihatannya yang sudah dianggap gila oleh orang-orang sekelilingnya.

Namun ada satu cerita yang selalu didengar oleh Jake kecil dari sang kakek. Cerita mengenai sebuah lokasi yang berisi anak-anak dengan kemampuan khusus dan satu penjaga yang begitu nyentrik penampilannya. Cerita itu selalu ia dengar dengan antusias sebagai pengantar tidur, dan sayangnya harus berakhir menjadi bahan lelucon oleh teman-temannya yang tak percaya.

Jake yang remaja, akhirnya memutuskan untuk pergi ke satu lokasi tersebut untuk berdamai dengan masa lalunya. Tapi di luar pikirannya, semua berubah menjadi nyata. Ia bertemu dengan semua tokoh yang sudah diceritakan oleh sang kakek.

Diawali lewat pertemuan dengan anak perempuan cantik, namun sangat enteng. Saking entengnya, ia bisa terbang ke angkasa, Emma Bloom (Ella Purnell). Kemudian ia pun bertemu dengan Miss Peregrine (Eva Green) yang merupakan sang penjaga dari Emma dan anak-anak lainnya yang memiliki kemampuan khusus.

Pada saat itu Jake sangat dibutuhkan keberadaannya oleh mereka. Karena ia memiliki satu hal yang sangat berharga bagi Miss Peregrine dan anak-anak itu, dibalik dari serangan para monster yang suka melahap bola mata manusia. Jake pun harus memilih.



Dengan tema seperti superhero, namun lebih dark sesuai dengan kasus para karakternya, Burton pun malah membuat satu kesalahan kembali. Dosanya pada film Dark Shadows lagi-lagi ia perbuat. Karena setelah menonton film ini hingga credit title, yang ada hanyalah hal yang suram untuk anak kecil. Yup, tak seperti film Burton yang biasanya, film ini terlalu kekanak-kanakan. Apalagi pada saat memasuki paruh keduanya. Semua buyar, dan berakhir membosankan.

Padahal kemampuan yang dimiliki para karakternya itu sudah oke. Ceritanya juga menarik dan anti mainstream. Bahkan ada beberapa tokoh yang bisa dieksplore jati dirinya, oleh karena kemampuannya yang bikin penasaran. Tapi Burton sudah mengecewakan setelah kita semua sudah tahu film ini akan berujung kemana. Dan presentasinya itu sangat biasa.

Eva Green yang saat ini menjadi daya tarik bagi film-film serupa, juga bermain tak terlalu oke disini. Ia tak mengeluarkan sifatnya yang kasar dan kuat yang sanggup membuat para penontonnya jatuh cinta (coba ingat Penny Dreadful, 300: Rise of Empire, dll). Berikut juga dengan Asa, yang lagi-lagi bermain biasa saja, sama seperti di kisah Ender's Game.

Mungkin jikalau ada kelanjutannya, film ini bisa dibuat menjadi lebih baik. Sentuhan dark fantasy karya Burton tentu saja akan  tetap kita nantikan.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath