Tentang Film "Boku Dake Ga Inai Machi (ERASED 2016)"


Sudah banyak Manga Jepang yang dibuatkan live-actionnya  karena ceritanya yang begitu unik dan bagus sampai membuat ketagihan bagi para pembaca. Jika sebelumnya ada Attack on Titan yang kurang bagus saat muncul versi Live-Actionnya, kali ini kita akan bertemu dengan Satoru Fujinuma dari Bokudake Ga Inai Machi (Kota Dimana Hanya Aku yang Hilang) atau yang dikenal dengan ERASED.

Kisah 'time travel' karya Kei Sanbe ini bercerita tentang seorang pria lajang, Satoru Fujinuma (Tatsuya Fujiwara) yang mampu kembali ke masa lalu saat ada kejadian buruk yang sedang terjadi di hadapannya. Tiba-tiba waktu menjadi mengulang beberapa menit sebelumnya sebagai tanda peringatan untuk Satoru agar menghentikan kejadian buruk tersebut. Kemampuannya ini tak bisa ia kendalikan, jadinya ia tak bisa sesuka hati kembali ke masa lalu.

Satoru sendiri adalah seorang komikus yang kurang sukses, bahkan ia juga bekerja paruh waktu sebagai pengantar pizza di usiannya yang sudah menginjak 29 tahun.

Suatu hari, sesuatu yang tak terduga terjadi. Tiba-tiba Satoru menemukan Ibunya sudah tergeletak tak bernyawa, dan terlihat bahwa ia habis dibunuh oleh seseorang. Satoru yang shock dan sedih pun malah harus menghadapi tuduhan bahwa dirinya adalah sang pembunuh ibunya. Sehingga ia memutuskan untuk kabur dalam upaya mencari siapa pembunuhnya. Namun waktu berkata beda, ia pun harus dikembalikan lagi ke masa lalu, tapi bukan hanya beberapa menit sebelumnya seperti yang sudah sering ia alami, melainkan selama 18 tahun!

Waktu tak hanya menginginkan Satoru untuk mencegah terjadinya pembunuhan dari sang Ibu. Tapi ia ingin Satoru untuk mencegah semua rangkaian pembunuhan yang sudah terjadi semenjak ia masih kecil. Karena semua berkaitan, dan berujung ke satu pembunuh keji dan pintar tersebut.



Jika orang yang sudah membaca atau menonton versi manga-nya, sudah pasti akan tak sabar untuk menonton live-actionnya ini. karena jalan ceritanya yang sungguh bikin penasaran ketika Satoru sedang berupaya mencari pembunuhnya, serta menyelamatkan beberapa korban anak perempuan yang tiba-tiba meninggal di kala itu. Apalagi saat berada di akhir ceritanya, terjawab sudah maksud dari judul Bokudake Ga Inai Machi (Kota dimana Hanya Aku yang Hilang).

Kisah live-actionnya sendiri memang lumayan mengecewakan. Karena mungkin dalam waktu 2 jam kurang, semua kisahnya yang panjang itu harus dijadikan satu, sehingga sang sutradara, Yuichiro Hirakawa memutuskan untuk membuang beberapa adegan pentingnya, seperti akhir ceritanya yang benar-benar berubah 180 derajat. Walau seakan ingin lebih didramatisir, namun tetap membuatnya jadi 'kurang enak' bagi yang sudah puas dengan kisah originalnya. 

Untuk para pemainnya, yup, lagi-lagi kita bertemu dengan Tatsuya Fujiwara, aktor yang sudah kita kenal lewat 'Battle Royale' dan 'Death Note' yang fenomenal tersebut. Entah mengapa, tapi rasanya ia selalu tampil biasa saja di tiap film yang sudah terkenal itu. Mungkin karena ia sudah menjadi Japanese Sweetheart di daerahnya (opini).

Lebih baik kita lupakan film adaptasinya, dan langsung menuju ke serial manga-nya. Karena kepuasan menonton yang kita cari dapat langsung kita temui lewat manga-nya itu. Kalau di filmnya, yang paling bagus hanya lah soundtracknya yang berjudul "Hear" dari Shinjiaeta Akashi. Hehe... (Sedih)



Anton Suryadi

Independent but not a sociopath