Tentang Film "Don't Breath"

Setelah berhasil menciptakan remake horror terbaik tahun 80an, 'Evil Dead', Fede Alvarez pun kembali menyajikan satu film horror terbaru pada tahun ini, Don't Breathe. Dengan mengangkat tema Home Invasion, siapa yang sangka, tensi horrornya menjadi sangat meningkat! 1 jam terakhir dalam film ini adalah sebuah 'letusan' teror tanpa henti, yang memang sanggup membuat para penontonnya susah bernafas.


Alvarez juga kembali membawa Jane Levy, yang sebelumnya menjadi pemain utama di Film Evil Dead miliknya. Kali ini ia menjadi Rocky, seorang pencuri rumahan yang ingin kabur dari daerah asalnya. Ia pun ditemani oleh Money (Daniel Zovatto) dan Dylan (Alex Minnette).

Suatu hari mereka mendapat kabar bahwa ada satu rumah di daerah perkumuhan yang menyimpan uang tunai sebesar 300 ribu dollar. Uang tersebut didapatkannya setelah anak semata wayangnya meninggal ditabrak mobil. Yang menabraknya pun memberikan uang kompensasi sebagai pertanggung jawaban. Setelah melakukan debat panjang, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk merampok rumah itu.

Sayangnya, mereka sangat meremehkan sang pemilik rumah tersebut. Pria setengah baya dan berotot yang tak pernah disebutkan namanya ini merupakan seorang militer sebelum kedua matanya masih bisa melihat jelas. Yup, ia buta. Namun indra lain dan skillnya dalam menghadapi musuh masih sangat kuat.

Semua kekejaman pun dimulai ketika Rocky dan kawan-kawan berhasil memasuki rumah itu. Kemudian, pada saat sang pemilik rumah sadar bahwa ia tak sendiri, ia pun langsung membunuh salah satu dari mereka. Sama sekali tanpa ampun.

Sisa dari mereka akhirnya mengerti dengan keadaan mereka, bahwa pria buta dengan senjata di tangannya itu sangat sulit dikalahkan. Sekali menimbulkan suara, baik itu sekecil apapun, pria ini tak segan untuk langsung membunuh asal suaranya.



Seperti yang sudah dikatakan, 1 jam terakhir merupakan sebuah 'letusan' dari semua teror yang diberikan oleh pria buta tersebut. Banyak sekali momen tak terlupakan disini, seperti bersembunyi di dalam ventilasi udara hingga teror di basement yang sangat luar biasa itu.

Perlu diakui, Alvarez benar-benar berhasil memuaskan para horrornisme. Naskahnya sendiri tidak bodoh seperti kebanyakan kasus di film horror yang lebih mengedepankan 'kaget' dengan volume suara maksimal. Kita akan menemukan setiap motif dari semua tindakan mereka disini.

Penampilan Stephen Lang sebagai pria buta tersebut juga merupakan nafas utama di film ini. Setiap kehadirannya sanggup menciptakan rasa ngeri tersendiri. Sama seperti kehadirannya sebagai tokoh antagonis di Film Avatar. Mungkin ia memang sudah spesialis di bidang ini.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath