Asupan Baru



Saat gua sedang di interview kerja, pasti akan selalu ditanya,"apa kelebihan anda?" Gua pun memiliki 'salah satu' jawaban yang selalu sama, yaitu: "suka melakukan hal yang baru." Awalnya gua tak terlalu serius dengan jawaban ini. Yup, jujur saja, apalagi untuk yang masih fresh graduate saat itu, gua belum tahu sama sekali seluk buluk dunia perkantoran. Gua cuma pernah menjadi SPB, kru EO, dan marketing yang tingkatannya ece-ece.

Namun semua berubah setelah gua sudah bekerja selama 1 tahun di kantor sekarang ini. Gua merasakan sekali satu titik 'bosan' untuk ngelakuin hal yang sama terus-menerus. Padahal seharusnya gua bisa bangga, tapi apa daya, sikap rakus gua selalu muncul tanpa diundang. Rasa ingin melakukan hal yang baru tiba-tiba merauk darah daging gua. Apalagi pada waktu gua dipercaya untuk ngelakuin sesuatu yang di luar jobdesk gua. Ya gua sudah pasti mau!

Gua sadar betul kalau diri gua ini butuh dikasih asupan berupa "tantangan". Yup, sesuatu yang dapat ngebuat jiwa gua menjadi lebih hidup, dan otak gua jadi bisa bekerja lebih keras.

Sudah sebulan lebih gua mengikuti kursus desain yang beruntungnya, kantor gua lah yang membiayai gua. Gua pun jadi bisa mempelajari adobe indesign, framework, dan rencananya after effect untuk kebutuhan pembuatan majalah dan juga konten dalam digital marketing (gua emang lagi fokus dalam bidang ini). Anehnya, otak gua jadi merasa senang saat diasupi dengan pengetahuan baru ini, padahal kursusnya itu setelah pulang kerja (dari jam 7.00 - 10.00). Sudah malam dan yang biasanya gua isi dengan tidur atau leha-leha dahulu di kasur. Gua selalu merasa kalau di jam segitu otak gua sudah menjadi malas atau gak bisa diganggu gugat. Tapi ketika muncul kesenangan tersendiri, dan ternyata ada pikiran positif setelah mendapatkan pengetahuan baru itu, gua pun sadar kalau ini memang lah gua. Yup, gua butuh untuk selalu melakukan hal yang baru.

Melakukan hal yang baru hingga akhirnya gua bisa, lalu repeat, do it again! Apalagi jika mengingat umur gua yang akan menempati 25 tahun. Duh! di umur ke-24 aja gua udah wanti-wanti, apalagi di umur ke-25. Entah napa ya, setelah banyak sekali media yang memberitakan soal kesuksesan orang di usianya yang masih muda, gua jadi khawatir sendiri sama masa depan gua. Apalagi sewaktu perencanaan yang sudah gua buat (di tahun kemarin) dan tak berhasil gua lakuin lagi (kebanyakan), gua pun jadi merasa ketinggalan. Bukannya minder, tapi gua gak mau ketinggalan, walau gua juga masih mengerti kapasitas kemampuan gua sih.

Oleh karena itu, semua sudah jelas. Agar hidup gua bisa jadi lebih terang, gua harus terus ngelakuin hal yang baru. Semua yang dapat menantang diri gua hingga gua benar-benar bisa mencapai kembali sesuatu yang mampu ngebuat gua jadi gak bisa tidur semalam suntuk, karena saking senangnya hehehe... (gua selalu mengalami ini ketika sudah mencapai apa yang gua inginkan. Senang tapi menghancurkan pola tidur gua lolz).

24 tahun penghabisan deh judulnya tahun ini!!!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath