Miracles Can Happen, So Possibly



Gua sempat berkata pada diri gua sendiri kalau gua sudah tak percaya lagi pada yang namanya 'keajaiban'. Perkataan tersebut gua lontarkan sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, ketika gua masih berkuliah dan perasaan gua ini sudah berteriak cukup untuk mempercayai hal tersebut. Yup, percaya pada seseorang yang sudah gua sukai itu.

Sejak saat itu, gua sama sekali sudah tak peduli dengan kata 'keajaiban'. Tiap gua lihat tayangan tv atau khotbah di Gereja, gua cuma melihat kehampaan. Tapi tenang saja, gua masih percaya Tuhan. Dan tentu saja kekuatan Tuhan yang tiada taranya. Hanya saja, gua tak mau lagi memikirkan hal tersebut. Gua lebih suka melihat kenyataan. Bukankah itu yang harus setiap manusia lakukan? Melihat kenyataan?

Tentu saja benar. Melihat kehidupan yang hitam putih tanpa mendobrak sesuatu yang tak mampu kita lakukan. Apakah benar, kita tak mampu melakukannya?

Maaf, pernyataan gua tersebut memang ada di benak gua karena gua sudah lelah. Dan menyerah. Lelah karena menunggu hal yang tak pasti. Gua sempat yakin kalau gua mampu melakukannya. Berbagai macam cara sudah gua tekuni, tapi tetap berakhir sama saja. Yah, hal tersebut memang ngebuat gua jadi lebih bijak di usia gua yang sekarang. Gua tau mana yang harus gua lakukan dengan sewajarnya. 

Tapi sekarang, gua kembali lagi merasa harus percaya pada yang namanya keajaiban. Sesuatu yang belum bisa gua sentuh, tapi mampu gua rasakan dan imajinasikan. Ah, gua ingat jelas kalau dulu itu gua sangat suka berimajinasi. Walau sekarang juga, tapi tak separah dulu. Berimajinasi adalah salah satu cara untuk menyelamatkan jiwa gua yang dahulu selalu terkekang.

Lalu, darimana dorongan akan kepercayaan ini lagi?

Jika kalian sering nonton youtube, kalian akan tahu tentang satu anak perempuan ini. Grace VanderWaal. Berusia 12 tahun, dan dengan penuh positif, ia tampil di America's Got Talent tanggal 8 Juni 2016 kemarin. Dengan total 8 juta viewers (update an sekarang) di youtube, ia berhasil memukau semua penonton dengan suara dan lagu ciptaannya. Ia pun disebut sebagai the next Taylor Swift oleh Simon Cowell, dan diberikan golden buzzer oleh para juri agar bisa langsung masuk ke semi final nanti.

Secara pribadi, gua sangat suka lagu ciptaannya, plus suaranya yang empuk habis ketika dicampur dengan petikan ukulele-nya. Namun, satu hal yang paling buat gua terinspirasi adalah saat percakapan awal antara Grace dengan para juri.

Ia sempat ditanya, "apakah kau yakin bisa menang?" Grace pun menjawab:

"Well, I mean, miracles can happen, so possibly."

Itu adalah perkataan anak berusia 12 tahun yang keren sekali! Gua merasa sangat malu sejak mendengar hal itu. Gua pun jadi tersetrum untuk lebih banyak berpikir positif lagi.

Huahhhh!!!



Yup, sekarang pun gua harus menganalogikan keajaiban sebagai sesuatu yang positif, dan mampu berdampak positif juga bagi orang lain. Sama seperti Grace, yang sejak awal sudah berkata positif, dan akhirnya bisa mendapatkan golden buzzer dan puji-pujian dar semua juri. Dampaknya pun sangat luas, sampai seluruh dunia (karena sudah keluar di youtube).

Sekarang gua sudah kembali percaya pada hal ini. Keajaiban adalah awal baru untuk gua hidangkan di sarapan pada Hari Senin besok. So, see you again guys! hehehe...

Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath