Valentine's Day: Making a Youtube Video



Jumat lalu gua sempat menemukan satu senyuman yang sudah lama tak gua rasakan lagi. Senyuman yang asli berasal dari hati gua, dan secara tak sengaja muncul ketika ajakan gua berhasil ia iyakan. Gua pun segera mempersiapkan segalanya dengan baik. Gua bahkan sampai berniat untuk me-reserve resto yang bagus agar pertemuan ini dapat berjalan dengan sempurna. Tapi apa daya, senyuman itu harus menghilang kembali, karena saat waktunya tiba, ia pun membatalkannya. Gua yang hampir sampai di tempat tujuan pun hanya bisa terdiam, memakirkan motor gua di jalanan sore sambil ditemani oleh rintiknya gerimis.

Agak shock, karena rasa rindu yang gua batinkan saat itu begitu besar. Padahal sudah hampir setengah tahun gua bisa melupakan segalanya. Tapi gua harus terjatuh lagi pada satu momen yang nyatanya belum bisa gua kendalikan.

Biarlah terjadi agar gua masih mengingat sebuah perjuangan yang pernah gua lakukan pada satu orang yang berhasil mendapatkan hati gua seutuhnya. Setelah kejadian itu pun untungnya gua masih bisa move on. Keesokan harinya gua bisa lupa karena gua sadar kalau gua sudah bekerja dan punya tanggung jawab.

Terima kasih Tuhan karena anak-Mu ini sudah tak terlalu dibudakkan oleh cinta lagi pada masa-masa yang baru ini. Semoga fokus untuk bisa mencapai karir yang gemilang dapat terus bertahan.

Sama seperti apa yang sudah gua lakukan pada Hari Valentine di tahun 2016 ini. Tradisi gua yang seharusnya adalah membuat cerpen akhirnya berubah menjadi membuat video. Yup, saat ini gua sedang tertarik untuk menjadi video blogger. Gua pun mulai mengaktifkan channel youtube gua yang bernama Ohh Getoo, sama seperti nama blog gua ini. Gua ingin melakukan satu hal yang beda.

Membuat video memang lebih rumit ketimbang menulis di blog ini. Karena gua tetap harus membuat naskahnya (gua sadar kalau improvisasi gua itu masih gak enak untuk dipraktekkan). Kemudian harus di shoot berulang-ulang, dan yang terakhir adalah proses editing yang super duper ribet. 

Hasilnya memang kurang buat gua puas, karena ada satu masalah yang terus mengganjal di pikiran gua, yaitu lighting. Gua memang berencana untuk membeli peralatan lighting yang murah dan minimalis, khusus untuk lokasi shooting yang adalah di kamar kos gua sendiri (kamar minimalis).

Yah, bakal jadi apa video ini nanti. Yang pasti ini adalah satu gebrakan baru gua, agar gua bisa lebih produktif di tahun ini. Untuk mengembangkan karir gua tentunya.

Sebenarnya agak awkward saat melihat diri gua sendiri berada di dalam video, bahkan gua sampai menanyakan ke teman-teman dekat gua dahulu mengenai apakah video ini sudah cocok untuk dipublish atau tidak. Gua pun sampai revisi shooting sebanyak tiga kali karena masih merasa tak puas. Tapi karena sekarang sudah dipublish, jadi gua akan biarkan saja dulu. 

Jadi, ini lah video gua yang sama sekali tak ngebahas tentang hari valentine, tapi lebih ke hidup yang produktif!


Thanks and God Bless you...

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath