Tentang Film "The Beauty Inside"




Mencintai seseorang memang butuh perjuangan jika ingin mendapatkan respon yang sesuai dengan keinginan. Awalnya dibutuhkan paras dan fisik yang ideal, kemudian memberikannya rasa nyaman dan aman, hingga akhirnya ia mau untuk bersama dengan kita terus. Kiranya itu lah yang digambarkan secara real oleh sutradara asal Korea Selatan ini, Baek Jong-Yeol.

Ide filmnya bisa dikatakan sangat berani. Ia mencoba menerobos jalan pikir manusia, namun tetap disajikan secara nyata.

Adalah Woo-Jin (Kim Dae-Myung), seorang desainer mebel terkenal yang sayangnya harus dihadapkan pada masalah besar sejak dirinya menginjak usia 17 tahun. Sejak umur tersebut, ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya tak akan memiliki fisik yang sama lagi. Bahkan hal tersebut akan selalu terjadi setiap ia bangun tidur. Ia dapat menjadi perempuan, lalu balik lagi menjadi pria, umur, fisik, bahkan ras-nya pun dapat berubah-ubah secara random. Ini adalah sebuah kutukan yang tak akan pernah berhenti dalam hidupnya, dan hanya ada 2 orang yang mengetahui rahasianya, yaitu Ibu dan teman dekatnya, Sang Baek (Dong-Hwi Lee).

Namun ia juga manusia yang dapat merasakan cinta. Dan pada saat matanya tertuju pada satu orang wanita yang merupakan karyawan baru di perusahaan mebelnya, ia pun sadar bahwa ada hal lain yang mampu membuatnya lupa akan dirinya sendiri. Ia adalah Hong E-Soo (Han Hyo-joo), seorang wanita yang begitu ramah serta optimistik. Woo-jin langsung suka dan ingin mengenalnya lebih dalam. Sejak hari itu pun, ia selalu berpura-pura menjadi pembeli agar bisa berbicara dengan Hong E-soo.

Tapi keinginannya untuk mengungkapkan isi hatinya terlalu besar, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengajaknya jalan disaat fisiknya adalah seorang pria tampan. Meskipun hati Hong E-soo berhasil ia dapatkan saat itu, namun ia  tetap sadar bahwa hal ini akan berlangsung menjadi sangat sulit.



Ini adalah tantangan yang sangat besar bagi sang sutradara. Mampukah ia membuat para penonton percaya bahwa ada yang sanggup mencintai orang lain bukan karena fisiknya? melainkan dari sifat dan ketulusan hati yang mampu membuat orang itu menjadi nyaman dan berbalik menyukainya. Meski terasa aneh, tapi Baek mampu menggambarkan keadaan ini dengan pas. Ia juga tak munafik, mengenai keadaan fisik yang gunanya untuk merebut hati seseorang, hal ini dapat kita temukan dari beberapa adegan di dalamnya.

Yup, keadaan fisik memang mendukung, tapi pengalaman kita dengan orang yang mencintai kita tersebut akan membuat alam bawah sadar kita yakin bahwa ia lah yang sanggup menemani kita hingga akhir hidup ini nantinya.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath