New Hobby: Fix the Problem



Terlalu banyak masalah dalam hidup, seperti gak ada baju baru, motor belum dicuci sekaligus baret-baret, rambut udah kepanjangan, lantai kos belum disapu, duit bulanan udah habis, dan lain sebagainya. Fokus terhadap masalah itu memang menyenangkan, walau selalu membawa stress hehe.. Oleh karena itu kita harus fokus ke Tuhan, eh eh, gua gak lagi bawa hal yang berbau rohani, lupa (tapi memang benar loh).

Lanjut lagi, fokus terhadap masalah itu asyik. Sudah normal kalau otak kita mulai membawa rasa tak nyaman ketika ada sesuatu yang tak nyaman terjadi (emang). Atau dengan kata lain, ada alarm sendiri di dalam otak kita. Karena kalau motor gak dicuci-cuci, nanti bisa keliatan jelek, dan kalau kos gak dibersihin, maka penghuninya bakal kena banyak penyakit (gua gak sampe begitu yah haha). Dengan kata lain, otak kita sudah tau akan masalah ke depannya yang harus segera kita hindari. Namun, alangkah baiknya jika kita harus melompat pada sebuah solusi, sekalian menggerakkan pantat kita untuk menyelesaikan semua hal tersebut.

Yup, itu lah yang menjadi pergumulan banyak orang, sekaligus gua, atau mungkin cuma gua kali yah, soalnya gua gak ngadain result secara kuanti maupun kuali sih (ingat skripsi!). Okeh, jadinya gua sudah terlalu sering menimbun masalah dalam hidup gua, dimulai dari masalah pribadi, sosial, cinta (Wedeh), hingga kantor. Memang paling gawat itu adalah masalah dalam kantor, karena kalau tidak kita selesaikan masalahnya, maka akan berdampak pada seluruh kehidupan kita. Bisa dipecat bros.

Namun tentu saja, menjadi independent itu sangat melelahkan. Gua sudah terlalu sering menyelesaikan masalah dengan sendirian. Seperti waktu kuliah, gua berusaha membuat skripsi tanpa bantuan dari pihak lain (tapi tentu saja harus dibantu dengan pembimbing). Kemudian karna gua anak kos, gua pun harus bisa mandiri dalam hal membereskan banyak kebutuhan pribadi gua, seperti pakaian, uang, makanan, dan lain sebagainya. Tapi bukan berarti gua tak suka, gua tentu sangat menikmatinya. Apalagi ketika ada masalah besar menghadang hidup gua, seperti saat gua jatuh dari motor, gua pun berusaha untuk menyelamatkan diri gua sendiri dengan cara pergi ke rumah sakit terdekat. Lalu ketika gua tak punya pekerjaan, gua pun terus berusaha untuk mencari, seperti langsung ke kantornya, hingga mengirim CV ke puluhan tempat. Gua ingat kalau gua pernah nganggur 3 bulan (Tahun lalu, tepat saat bulan-bulan ini).

My new hobby is fix the problem. Terdengar bullshit, tapi gua coba untuk menjadikannya habit. Kebiasaan yang mampu gua nikmati walau dari namanya sendiri adalah 'masalah'. Sudah pasti akan terjadi sebuah stress akut, galau bukan main (apalagi saat mikirin dia), dan lain sebagainya yang buat diri tak nyaman. Yah, itu lah hidup. Penuh rintangan, mala bahaya, dan kisah cinta yang ngenes.

Baiklah, gua harus nyelesain semua masalah gua yang sebenarnya udah gua sebutin tadi di atas (kurang lebih hehe).

So, enjoy your problem!

Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath