Menilai dari Fisik



Menilai seseorang yang belum kita kenal adalah suatu kebiasaan yang tak akan pernah habisnya. Hanya sedikit orang yang berpikiran untuk tidak menjudgenya terlebih dahulu hingga mengenalnya lebih dekat.

Sejak kita mulai masuk sekolah, kuliah, hingga berada di sebuah kantor, impresi pertama adalah yang terpenting. Kita akan dinilai langsung pertama kalinya dari tampang, gaya rambut, dan cara berpakaian. Serta tentu saja cara berbicara. Teman gua pernah bilang, atau mungkin semua orang deh, kalau tampangnya sudah bagus, maka bawaan berikutnya akan dinilai bagus, hanya untuk kesan pertama. Tapi jika tampang kurang membuat orang lain tertarik, ya sudah, kita harus survive, sama seperti apa yang sudah sering gua rasakan selama ini.

Orang cakep, kata-kata seperti apa pun yang di publish di timeline sosial medianya, maka akan tetap berarti di mata friendlistnya. Jempol pun bermunculan banyak. Sedangkan orang jelek (kasar, tapi semua orang menyebutnya begitu), jika mempublish kata-kata yang penuh arti, makna, dll di sosial media, maka tak akan ada yang menghiraukan, namun itu jika mereka di kelilingi oleh teman-teman sekolah dan kuliah, tidak jika punya beberapa komunitas yang satu sepaham dengan mereka.

Rasanya memang tak adil, tapi begitu lah dunia berjalan. Selama semua orang masih memiliki mata, maka kebijaksanaan akan tetap berkurang. Oleh karena itu, untuk orang seperti gua yang selalu dipandang sebelah mata, salah satu senjata untuk dipandang seutuhnya adalah lewat sebuah 'karya'.

Jelek tapi pintar, dan menghasilkan sebuah karya yang menghasilkan uang banyak. Jikalau hal ini berhasil dilakukan, maka semua orang akan terpana. Kita akan melihat jelas betapa munafiknya orang-orang tersebut. Dan hanya mau mendekati kita pada saat kita sudah sukses. Nah, jika kita sudah berada di atas nanti, selalu ingat lah terhadap teman-teman yang selama ini menerima diri kita apa adanya. Jangan pernah menoleh sekali pun terhadap orang-orang yang memandang kita sebelah mata. Gua tegaskan itu. Karena mencari teman yang baik itu susah.

Tapi jangan terlalu stress dengan yang namanya 'menciptakan sesuatu' atau membuat sebuah karya. Apalagi dengan tujuan untuk dipandang orang lain. Jangan pernah memiliki tujuan tersebut, karena kita benar-benar akan kecewa jikalau suatu karya gagal dipandang orang. Maka yang namanya 'perbuatan baik' pun harus dikumandangkan.

Kemarin pun gua baru saja mengalami sesuatu yang mencenangkan. Yaitu pada saat gua baru saja pulang kerja, dan ingin memakirkan motor gua di parkiran kos. Pada saat itu tak ada space untuk gua parkir, jadinya gua harus ngelakuin yang namanya 'memepetkan'. Hal yang gua benci, karena gua kurus, dan banyak motor-motor yang berat. Kemudian waktu itu sedang ada dua pria, satu pria yang mana selalu disebut 'alay' oleh banyak orang karena model rambut berponi panjang, dan bermuka pribumi. Lalu ada satu pria yang bermuka tampan dan sedang menikmati rokoknya sambil duduk. Mereka berdua sama-sama penghuni kos. Namun voila! beberapa lama kemudian pria yang selalu dipanggil alay ini mendatangi gua dan membantu gua dengan sangat baik.

"Gimana bros? Bisa ga bros?" Gua selalu ingat kata-katanya tersebut. Seakan gua ini kawan dia, dan dia mau ngebantu gua tanpa rasa pamrih. Dia pun mau memepetkan motor-motor yang berat tersebut hingga akhirnya gua dapat space buat parkir motor.

Sedangkan pria bermuka tampan yang sedang menikmati rokoknya itu hanya terduduk diam dan masih tak peduli.

Yup. Satu perbuatan baik, sungguh dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Apalagi jika dilakukan dengan tulus. Maka orang yang menjadi korban dari perbuatan baik tersebut akan mulai berpikir positif kembali, khususnya pada orang lain. Itu lah yang gua rasakan. Sory, tapi bukan berarti gua selalu berpikiran negatif ya hahahaha....

Intinya adalah, tetap berbuat baik, lalu masih berambisi untuk menciptakan suatu karya, dan tetap mengingat masa lalu kita, atau siapakah diri kita yang dulu. Hal-hal itu adalah sesuatu yang harus menjadi panduan kita dalam hidup. 

Semoga saja gua dapat mempertahankan panduan tersebut :p

Happy good day everybody!
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath