Something is Missing



Gua bukan lah orang yang disiplin sejak dulu. Waktu yang gua pergunakan sungguh tak terstruktut. Kegiatan yang gua lakukan banyak yang amburadul, maksud gua terlalu suka-suka hati gua. Sama seperti saat ini, gua menulis saat pukul 1 pagi hari dimana seharusnya gua sudah tidur karena sebentar lagi gua harus mandi dan berangkat kerja. Untungnya gua cuma pernah terlambat kerja sekali selama ini.

Keputusan gua untuk menulis lagi malam ini pun sudah pasti beralasan. Gua ingin mengungkapkan suatu hal yang sejak kemarin seharusnya sudah gua tulis. Yup, oke, perasaan gua sedang kosong sekarang.

Gua pernah menulis kalau Tuhan tahu benar cara untuk menghilangkan rasa galau dalam hati gua, yaitu dengan kesibukan, jadinya Ia memberikan gua banyak kesibukan selama ini. Karena kalau gua sedang sendirian dan tak melakukan apa-apa, gua bisa jadi galau akut. Yah, gua rasa semua orang juga merasakan hal yang sama. 

Kegiatan gua memang sangat banyak kini. Hari Minggu ini pun ada kerjaan yang ngebuat gua jadi ga bisa galau. Padahal gua selalu galau tiap weekend. Gua selalu memikirkan seseorang yang gua suka yang tak suka sama gua. Itu menyebalkan.

Di post yang sebelumnya gua sudah nulis, kalau sekarang keadaan gua lebih berbeda dari sebelumnya. Gua sama sekali tak berhubungan lagi sama mereka yang gua sukai. Gua pun jadi tak banyak ngeluarin air mata yang tolol itu. Pikiran gua juga tak banyak terganggu oleh mereka. Karir adalah prioritas utama gua saat ini, walaupun masih belum jelas, karena gua belum merasa sampai 'suka sekali'.

Oleh karena perubahan keadaan ini, gua jadi jarang galau. Namun gua gak bisa bohong, kalau ada sesuatu yang hilang di dalam hidup gua. Yaitu hati. Padahal gua selalu memberikan segalanya ke seseorang yang gua cinta, tapi sekarang gua gak beri apa-apa. Gua mencoba untuk memuaskan diri gua dengan segala macam hal, seperti nonton di bioskop, beli barang, dll.

Rasanya lebih menyenangkan ketika bisa memberi ke orang yang gua sayang, ketimbang membeli sesuatu untuk diri sendiri.

Keinginan terbesar gua memang lah dapat memiliki dia karena gua sangat cinta sama dia. Bahkan gua masih mencoba menghubungi dia, walau cuma sesekali dan itu pun tak dibalas. (Pathetic!)

Namun, apakah Tuhan memang ingin gua fokus terhadap karir gua dulu? Yah, I know, itu adalah sesuatu yang bagus. Gua tentu harus melakukannya.

Tapi sekali lagi, hati tak bisa bohong. Di tempat yang sangat dalam, kesepian sudah merajarela.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath