Masalah Jodoh



Ketika gua pulang ke rumah gua yang ada di Dadap dan mendapatkan sebuah kabar bahagia, disitu hati gua merasa miris.

Tentu saja gua juga bahagia melihat Nyokap dan Adek gua disaat mereka berdua sedang menemukan yang namanya jodoh. Yup, setelah lima tahun menjadi single mother, tiba-tiba saja ada seorang pria yang tertarik terhadap Nyokap gua. Berikut dengan adek gua, dimana pada saat ia sedang memasuki dunia SMA, nyatanya langsung ada seorang kakak kelas yang suka terhadap dia. Gua tentu senang mendengarkan kabar tersebut.

Lalu ketika gua tahu kalau banyak teman-teman di angkatan gua yang sudah punya pacar, yup, ok, gua harus berpikir dalam-dalam lagi tentang kehidupan gua, atau masa depan gua.

Apakah gua tidak laku? Mungkin saja. Kenapa yah gua bisa susah dapat pacar? Yah we know lah, gua sukanya sama orang-orang yang sangat sulit gua taklukkan, bahkan salah satunya adalah pacar dari teman gua sendiri. How pathetic.

Gua jadi bertanya-tanya ke diri gua sendiri. Apakah gua memang bukan orang baik-baik ya? Sehingga pintu jodoh gua jadi tertutup. Mungkin iya. Mungkin memang gua mempunyai karakter dan sifat yang tak baik di mata banyak orang, bahkan di mata orang-orang yang gua suka, jadinya mereka menjauh.

Gua takut akan masa depan gua. Gua takut gua bakal jadi aki-aki single dan tak punya siapa-siapa yang mau merawat diri gua. Yah, itu mungkin merupakan pikiran yang sekilas saja. Tapi sayangnya, pikiran tersebut sudah ngebuat gua jadi ngeluarin air mata saat pulang naik motor tadi. Kedengarannya lebay dan dramatis yah gua, tapi itu lah kenyataannya.

Bagaimana jika gua akan terus sendirian? Oh stop it! Sebenarnya keadaan gua sudah membaik sekarang, tapi selalu gua yang mau menghancurkan diri gua sendiri, dengan berpikir tak penting seperti sekarang.

Padahal gua banyak bertemu dengan orang-orang yang mengatakan kalau gua harus meningkatkan karir gua terlebih dahulu. Tapi nyatanya, gua selalu butuh satu orang yang mampu mendukung gua dikala ada masalah datang. Walaupun gua tau kalau gua bisa mengatasi hal tersebut, namun sudah sejak lama gua merasa kalau hal yang gua butuhkan itu akan menjadi suatu hal yang sangat indah.

Semoga waktu yang indah tersebut dapat datang dengan cepat....

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath