A Mask?

Am I going to be a bad person?  I think yes.



Sejak lulus kuliah, gua pun memutuskan untuk tidak akan pernah berhubungan dengan orang-orang yang sudah buat kepala gua jadi pusing karena perbuatan mereka yang jahat ke gua. Kenapa gua sampai pusing? Karena gua selalu diam di kala itu, dan tak bisa membalas mereka, sebab gua bisa apa? Gua cuma seonggok manusia yang kurus, jadinya secara fisik tak bisa melakukan apa-apa.

Gua pun sudah berjanji sama diri gua sendiri, kalau ada orang yang kembali rese sama gua, gua tak akan pernah mau berkenalan lagi dengannya, atau mengingatnya lagi. Gua gak peduli jika dia nanti akan sukses atau apa lah. Gua benar-benar ingin lebih mendamaikan diri gua, tentu saja dengan menjauhi mereka semua.

Tapi ada hal yang tak menyenangkan ketika gua memutuskan untuk menjauh dari hidup mereka. Gua serasa sudah jadi orang jahat. Gua terlihat seperti orang yang pakai topeng, lalu ketika topeng tersebut dilepas, lantas mereka hanya melihat orang yang penuh kebencian. Yup, mungkin lebih baik begitu. Tapi awas saja, ketika mereka ingin menghancurkan nama gua dengan cara mengatakan hal yang tak sesuai dengan kenyataan.

Topeng? Ada hal yang lucu dengan kata ini. Banyak yang bilang kalau orang yang pakai topeng adalah orang yang jahat, bermuka dua. Tapi apakah mereka tahu, kalau kita semua memang harus pakai topeng. Baik itu, ketika sedang di kantor, sekolah, maupun dengan klien. Think about it.

Memang akan ada hal yang harus dibayar jika memakai topeng. Yaitu kesetiaan.

Tapi tak peduli seberapa banyak gua sudah membela diri gua. Mereka yang sudah gua tinggalkan tak akan pernah ingat dengan kesalahan mereka. Mereka hanya fokus terhadap topeng gua.

Hey, kalau gua gak pakai topeng, maka akan ada banyak suasana yang bakal hancur. Bukan kah itu gunanya? Untuk menghadapi orang-orang yang berengsek seperti kalian.

Bye.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath