Tentang Film "The Tale of The Princess Kaguya"

Para pecinta kebudayaan Jepang pasti tahu tentang kisah ini. Cerita rakyat yang ternyata masih ampuh untuk mengundang banyak penonton, dimana ditampilkan secara dua dimensi yang sudah jarang kita lihat. Film ini pun masuk ke dalam jajaran nominasi OSCAR sebagai best animasi movie tahun ini.


Filmnya tak melenceng dari kisah aslinya. Tentang seorang putri yang secara ajaib muncul dari sebilah bambu, dimana akhirnya ia dirawat oleh sepasang Kakek Nenek di sebuah desa. Awalnya putri tersebut berbentuk manusia dewasa namun bertubuh kecil, tapi saat sudah di tangan sepasang orang tua yang menemukannya, ia pun berubah menjadi bayi dengan ukuran normal.

Keajaiban terus muncul dari kehidupan putri tersebut. Dengan waktu singkat, tubuhnya terus membesar hingga ia setara dengan anak-anak yang ada di desa. Ia pun terlihat selalu bahagia saat hidup disana.



Tapi sayangnya, kebahagiannya di desa itu harus berakhir. Orang tua angkat yang telah merawatnya tiba-tiba saja kembali mendapatkan keajaiban, sebab dari batang bambu yang lain, muncul lah emas dengan jumlah yang sangat banyak. Dengan emas itu, sang kakek memutuskan untuk membangun sebuah istana untuk putri angkatnya yang selalu ia anggap sebagai putri raja.

Saat berada di istana barunya, kehidupan sang putri menjadi berubah 180 derajat. Ia menjadi tak bebas, karena ia harus melakukan apa yang seorang putri konglomerat lakukan, seperti belajar musik, tata krama, berdandan, dan masih banyak lagi. Ia pun terlihat sedih.

Di istana ini, baru lah sang putri diberikan nama oleh seorang penasihat handal. Yaitu Putri Kaguya, dengan arti yang begitu mempesona. Nama tersebut bahkan langsung terdengar ke seluruh penjuru kota, diikuti dengan cerita sang penasihat yang mengatakan tentang betapa cantik dan anggunnya sang putri tersebut. Banyak pria berduyun-duyun datang, bahkan sampai menjamah seorang prajurit, pangeran, dan para konglomerat lainnya.

Setelah itu, kehidupan Putri Kaguya sama sekali susah untuk merasakan kebahagiaan. Apalagi sewaktu ia tahu kalau dirinya harus segera kembali ke Bulan.




Isao Takahata, bisa dikatakan sudah berhasil menciptakan karya yang begitu pedih dengan gambar dua dimensinya dan diikuti juga dengan tone kelam miliknya. Kisah Putri Kaguya sedikit demi sedikit terus menusuk hati penontonnya hingga di akhir ceritanya yang benar-benar menyakitkan tersebut.

Kisah ini memang memiliki pesan yang sungguh dalam. Tentang dampak dari sikap egois yang pada akhirnya hanya membawa penyesalan. Putri Kaguya adalah korban dari sebuah keegoisan. Walau hanya berbentuk arsiran di atas kertas putih, tapi kita semua bisa merasakan betapa pedihnya yang Putri Kaguya rasakan semasa hidupnya.



Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath