Tentang Film "Insurgent"

Sekarang, film fiksi trilogi yang berisikan para pemain muda bisa dikatakan sedang gencar berada di pasar dunia. Anak muda memang sangat dibutuhkan dalam industri layar lebar ini. Seperti The Hunger Games, Maze Runner, dan Divergent yang bulan ini sudah keluar sekuel keduanya. Masing-masing memiliki tema yang unik, namun tetap dengan satu tampilan, yaitu perjuangan.


Perjuangan Tris Prior (Shailene Woodley) bersama dengan rekan dan saudaranya, Four (Theo James), Peter (Miles Teller), dan Caleb (Ansel Elgort) setelah berhasil bebas dari kejaran sang presiden, Jeanine (Kate Winslet), mereka pun akhirnya memutuskan untuk bersembunyi di Faksi Amity atau faksi yang cinta damai. Mereka semua telah ditetapkan oleh Jeanine sebagai buronan dengan melakukan propaganda. 

Di lain sisi, secara psikis, Tris mendapatkan tekanan yang besar disebabkan oleh kejadian sebelumnya dimana orang tua dan temannya telah terbunuh. Emosi Tris menjadi sangat naik, dan selalu melawan hal-hal yang membuatnya marah.



Sayangnya, Tris harus bisa lebih mengendalikan emosinya karena ia dan kawan-kawannya masih dikejar oleh prajurit dari Jeanine. Alhasil, mereka semua harus pergi dari faksi Amity dan mencari tempat perlindungan lainnya. Hingga mereka bertemu dengan grup pemberontak yang memiliki masa lalu tanpa faksi, dan mereka dipimpin oleh Evelyn Johnson (Naomi Watts).

Awalnya mereka direkrut untuk memerangi Jeanine dengan para prajurit yang siap milik Evelyn. Tapi masalah demi masalah baru mulai berdatangan. Salah satunya yang menjadi inti dari sekuel keduanya adalah berasal dari sebuah kotak misterius yang dimana sangat ingin dibuka oleh Jeanine. Namun tidak lah gampang, prosesnya harus dengan menggunakan seorang divergent yang sesuai, lewat sebuah test simulator yang sanggup membunuh tiap divergent yang gagal melewatinya. Tentu saja orang yang terpilih adalah Tris. Ia adalah pemain utama dalam film ini.



Dengan mengubah sutradaranya menjadi Robert Schwentke, kisah Insurgent terasa lebih baik ketimbang sebelumnya yang dinahkodai oleh Neil Burger. Disini Robert seperti ingin menunjukkan pada kita kalau ia tidak bertele-tele dalam mengambil keputusan, tergambar dari apa yang dilakukan oleh Tris, Four, dan Evelyn, dengan langsung membunuh dan menghajar orang-orang yang sudah membuat mereka gerang. Tak ada kata 'harus dibaikin' disini. Dan saya suka itu.

Apalagi ketika Tris sedang berada di dalam simulator untuk membuka kotak misterius. Terlihat sangat jernih dan besar ketika layar sedang menampilkan hal-hal imajinatif yang berisi kehancuran sebuah kota. Sayang sekali hal ini tidak dieksplor lebih lama dan malah yang terbaik sudah bisa kita lihat sejak teaser trailer nya muncul.

Berikutnya, Shailene terlihat lebih ramping ketimbang sebelumnya. Ditambah dengan rambut pendek miliknya, peran Tris pun terasa sudah menjadi milik dia seutuhnya. Walaupun masih kalah dari Jennifer Lawrence saat memerankan Katniss Everdeen. Karena peran mereka berdua sama-sama memiliki emosi yang terombang-ambing. Yang satu, hingga ia menjadi Mocking Jay, dan satu lagi hingga ia menjadi benar-benar seorang divergent.


Film ini diakhiri dengan hal yang tak terduga, menyebabkan sekuel terakhirnya, Allegiant, menjadi wajib untuk ditonton!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath