Nyamuk Perantara

Gua sudah melakukan hal yang benar. Itu adalah kalimat yang harus gua terus katakan pada diri gua sendiri hingga saat ini. Karena gua bukan lah anak yang benar-benar jahat, terkadang gua memang sangat lemah, sampai bisa menyakiti orang lain.

Mungkin gua telah menyakiti teman gua sendiri jika ia tau kalau gua masih menyukai pacarnya, bahkan makin mendalam. Khususnya pada saat klimaks di hari ulang tahun teman gua kemarin, alhasil gua sudah memakan omongan gua sendiri untuk tidak mau membantu dia memberikan surprise, dan akhirnya gua putuskan untuk membantunya.

Yah, gua sangat gagal untuk 'merasakan sakit di awal, daripada di akhir'. Gua memilih untuk membantunya, karena gua khawatir dengannya. Awalnya gua berusaha untuk tetap menjadi teman yang baik serta seru untuk mereka agar tidak terlihat aneh. Ia pun memang sangat butuh bantuan, jadinya ok, gua akan mengorbankan perasaan sakit gua sejenak.

Tentu saja gua tau kalau nanti akan sukses, dan gua bakal melihat sebuah pemandangan yang begitu menyeramkan. Gua sudah membayangkan sedari awal, sejak pertama kali gua ketemu dia dan dia minta bantuan gua akan hal ini. Gua membayangkan mereka berdua begitu bahagia dan melakukan hal yang sepantasnya sebagai sepasang kekasih.

Tapi mereka berdua memang anak yang baik. Cukup sebuah genggaman tangan yang gua lihat. Lalu ketika kue dan kado yang sungguh mahal tersebut sudah diberikan, akhirnya gua sadar, kalau gua masih kuat untuk menahan rasa sakit lagi.

Keesokan harinya gua putuskan untuk pergi dari kos gua, pulang ke rumah keluarga gua agar tidak bisa pergi dengan mereka berdua. Lagi pula saat itu gua memang sedang sakit lambung, jadinya tepat alasannya. Mulai hari itu, gua sungguh memutuskan untuk tak mau melihat mukanya lagi.

Sampai hari ini. Dengan muka tanpa semangat, gua terus menjalani hidup dengan harapan agar bisa melupakan dia. Ini adalah pengalaman menyedihkan gua yang berikutnya, dan sangat sulit untuk gua lupakan. Tapi gua harap, mereka berdua tetap bisa bersama, dan kalau bisa, gua gak mau melihat teman gua dan pacarnya itu dulu. Ya tentu saja bukan salah mereka, karena kondisi gua tidak memungkinkan untuk dapat hidup dengan mereka untuk sementara waktu ini.

Entah napa, sejak dulu gua memang sudah menjadi nyamuk di antara para sepasang kekasih. Terkadang, gua dijadikan sebagai perantara, dan terkadang gua hanya lah pendengar sekaligus pemanis untuk hubungan mereka semua. Memang ada feed back dari mereka, seperti traktir gua makan. Tapi ketika hati gua sudah jatuh pada salah satu pasangan, semua berubah menjadi biru.

Gua gak mau jadi nyamuk lagi. Kalau gua ketemu sepasang kekasih lagi yang ingin mengajak gua pergi dan kami hanya bertiga, sudah deh.... How miserable my life.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath