Tentang Film "Driving Miss Daisy"

Siapa yang tak kenal dengan Morgan Freeman. Pria berkulit hitam yang sudah lanjut usia sekaligus pernah memenangkan Oscar ini sering muncul di film-film terkenal, seperti Invictus, The Shawshank Redemption, The Dark Knight, dll. Kharismanya sangat kuat saat sedang di dalam layar. Sama seperti salah satu film yang pernah menjadi pemenang Oscar sebagai best picture pada tahun 1989, Driving Miss Daisy. Morgan pun turut mengeluarkan keahliannya dalam berakting.

Namun bukan hanya Morgan Freeman yang menjadi bintang utama disini, karena film ini lebih memfokuskan Alm. Jessica Tandy yang berperan menjadi Daisy Werthan. Nama Jessica Tandy pun yang akhirnya berhasil menjadi pemenang Oscar berkat film ini telah berperan dengan sangat luar biasa, sekaligus melelehkan chemistry nya dengan Morgan Freeman yang disini berperan sebagai Hoke Colburn.


Kisahnya sendiri tentang seorang wanita tua kaya yang sedang hidup sendirian di sebuah rumah dan hanya ditemani oleh satu pembantu yang selalu pulang ke rumahnya sendiri setelah pekerjaannya selesai. Wanita tua yang bernama Daisy Werthan ini memiliki seorang anak semata wayang, Boolie Werthan, yang sudah dewasa dan menjadi pemimpin di sebuah pabrik peninggalan almarhum ayahnya. Anaknya pun lebih memilih hidup di rumah yang berbeda bersama dengan istrinya, namun ia tetap memperhatikan Ibunya yang sangat terkenal egois tersebut.

Karakter Daisy ini memang sangat keras. Ia memiliki prinsip untuk selalu berusaha sendiri dan tidak boros, walaupun ia sudah sangat kaya. Namun semua hal berubah ketika mobilnya terjatuh dan rusak. Menyebabkan anaknya tak mempercayai ibunya lagi untuk menyetir sendirian. Akhirnya seorang pria bernama Hoke Colburn muncul untuk menjadi supir pribadi Miss Daisy.

Sekali lagi, karakter Daisy sangat lah keras. Awalnya ia sangat menolak keinginan anaknya untuk memberikannya supir pribadi. Namun, berkat keahlian Hoke dalam hal berkomunikasi dan pantang menyerah, ia pun berhasil membuat Miss Daisy menjadi percaya terhadapnya, walaupun butuh waktu yang sangat lama.


Kisahnya simple, membahas mengenai kehidupan Daisy dan Hoke selama 25 tahun lamanya. Tapi sayang sekali, dengan eksekusi yang sangat matang, siapa yang sangka bahwa film ini menjadi begitu dramatis saat kita benar-benar menghayati kehidupan mereka dari awal sampai akhir. Apalagi ketika usia mereka berdua yang makin bertambah tua, ditambah dengan kualitas make up yang mumpuni sekaligus akting dari Jessica Tandy yang sungguh hebat, semuanya pun berakhir menjadi begitu mengharukan. Pantas saja Oscar juga memenangkan film ini sebagai film terbaik pada tahun itu.

"You're my best friend, Hoke." 
Ini adalah kalimat yang tak akan terlupakan dari film ini. :')

Thanks
God bless you

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath