The Way That I Face The Truth

Jujur saja, sudah lama gua tidak merasa seputus asa ini karena masalah cinta, atau lebih tepatnya cinta bertepuk sebelah tangan. Karena setelah gua memilih untuk memutuskan hubungan sama pacar teman gua tersebut, hari-hari gua pun menjadi sangat kacau.

Di tempat kerja, gua jadi tak bisa fokus. Gua bekerja seolah sedang berada di dunia lain. Pikiran dan jiwa gua benar-benar terguncang, tapi sayangnya harus tetap profesional. Gua tak bisa mengambil cuti karena ada deadline yang tak bisa gua hindarkan.

Lalu, sekalinya gua pulang ke kos, dan khususnya adalah saat malam minggu, dimana hari ini libur full. Semua rasa galau gua pun langsung muncul dan ngebuat gua jadi kayak orang depresi. Gua jadi jarang makan, dan setel musik kencang-kencang, baik itu yang bergenre beat atau slow. Gua tak peduli. Gua colokkan speaker portable ke laptop gua, dan gua setel segala macam musik yang ingin gua dengar. Serta tentu saja, gua sambil menyanyikan lagu-lagu tersebut selayaknya orang yang sedang putus asa.

Hati gua masih tak bisa menerima kalau gua suka sama pacar teman gua sendiri. Hati gua terus membujuk gua untuk menghubunginya lagi, karena rasa kangen yang sungguh parah. Soalnya di benak gua selalu teringat saat dia mengajarkan gua sesuatu dengan beberapa teori yang sebenarnya gua tak peduli. Namun gua suka saja.... 

Ah, ini itu emang salah! Gua struggle banget saat ngadepin ini. Gua gak mau ngerasain hal yang pernah gua rasain di masa lalu. Walaupun ada teman gua yang ngasih saran agar gua tetap berteman dengan orang tersebut, but NO! Gua gak mau ketemu dia lagi, karena di otak gua bisa tergambar saat dia sedang mesra-mesraan bareng teman gua. Rasanya gua jadi serba salah.

Oleh karena itu, gua memutuskan untuk tidak lagi bertemu dengannya dan juga tidak bertemu dengan teman gua. Yup, kalau gua bertemu dengan teman gua itu, tiba-tiba bisa muncul berbagai macam perkataan tolol yang keluar dari mulut gua. Pikiran gua pun bisa jadi tolol, sehingga ya sudah deh, gua hadepin aja semua ini layaknya orang tolol.

Entah, tekanan dalam minggu ini sungguh besar. Baik dalam pekerjaan, kehidupan sosial, sampai masalah percintaan yang ter-update (baru) ini. Gua harap gua bisa melewati semuanya dengan ujung yang baik. Tapi gua gak tau, baiknya itu seperti apa, dan gua harus bagaimana lagi sekarang. Padahal seperti baru kemarin gua bercanda ria sama teman gua, lalu sekarang gua gak nyangka kalau bakal terjadi hal seperti ini. This is bullshit!

Ah baiklah, intinya gua harus tetap struggle, sambil minum vitamin, dan jangan merugikan diri gua sendiri lagi! Oke Anton!!

Lu bisa ngadepin ini!!

God bless me... :')

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath