'Nembak' di Akhir Tahun 2014

Hal mengenai kisah cinta harus dituliskan di satu post khusus. Itulah yang akan gua lakukan sekarang, berbicara lagi mengenai kisah cinta gila gua.

Sebelum akhir tahun 2014 kemarin, gua benar-benar ingin menemui 'dia' lagi walau gua tahu sudah ada orang lain di dalam hidupnya. Mungkin memang sudah takdir, tiba-tiba ada kesempatan untuk gua agar bisa mengantarkannya pulang saat ia sedang sangat membutuhkannya. Di dalam perjalanan, gua pun mengajaknya untuk bisa pergi berdua lagi.

Yup, keesokan harinya ternyata ajakan gua menjadi kenyataan. Gua begitu senang karena dia bisa gua buat happy lagi dengan mengajaknnya makan di tempat yang ia suka dan juga nonton sebuah film yang pasti akan dia suka (hehe). Pulangnya pun gua antar dia lagi ke rumah. Hari itu benar-benar menyenangkan, sekaligus menyedihkan karena hati gua selalu berteriak.

Sebab selama 7 tahun ini, dia tak pernah bisa gua miliki....

Hal gila yang sempat gua lakukan pada saat itu adalah, gua menjadi tidak pulang ke rumah Nyokap gua. Sehabis gua antar dia ke rumahnya, gua pun merasa kalau gua butuh sendirian. Padahal waktu itu sudah pukul 12 malam, tapi gua tak peduli. Gua pun langsung pergi ke kos an gua yang ada di Tanjung Duren. Lumayan jauh dari Dadap ke Tanjung Duren. 

Malam itu, seperti biasa, perasaan gua bergejolak parah. Sehabis bertemu dia, gua selalu berkeinginan untuk menembaknya, menjadikannya pacar gua, walau hal itu sudah pernah gua lakukan, dan gagal. Akhirnya lagi-lagi gua mengirimkan pesan melalui What's App ke dirinya, mengungkapkan isi hati gua. Tapi kali ini gua sungguh tak tahan. Akhirnya kata-kata yang gua kirimkan adalah sebuah ungkapan dengan tujuan untuk menembak dia agar bisa jadi pacar gua. Waktu itu gua sangat berharap kalau sebelum tahun 2015, gua bisa berpacaran dengannya.

Gua sungguh tak tahan setelah 7 tahun menunggu....

Akhirnya gua berikan sebuah janji kalau gua akan bekerja sangat keras agar bisa memberikan apa saja yang ia mau, gua akan berubah jika ia ingin gua untuk berubah, lalu tak akan pernah mengecewakannya, Semua gua rangkum dalam bahasa inggris, karena gua terlalu grogi untuk mengungkapkannya saat itu. Kata pacaran saja akhirnya bisa gua temukan inggrisnya yang bagus, yaitu "partner".

You're the right one. Plz be my partner....

Namun ia hanya membalas kata 'pret'. Bukannya 'no' atau yang paling gua harapkan 'yes'. Mengapa kata itu yang ia berikan?? Ia sama sekali tak tahu kalau kata itu saja masih bisa membangkitkan rasa semangat gua untuk terus mengejarnya. Kata 'pret' adalah sebuah harapan buat gua yang mungkin akan sangat lucu di benak banyak orang. Yup, harapan itu memang bisa muncul dari hal terkecil sekalipun. Dan itu sangat menyiksa!

Sebab sampai sekarang, text message gua yang berikutnya sama sekali tak ia balas. Spekulasi gua adalah kalau ia sedang berpikir tentang 'tembakan' gua. Ah! Ini memang pikiran orang bodoh yang sudah hopeless karena cinta matinya yang bertepuk sebelah tangan. #.#

Gua tak tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Gua cuma berharap di tahun ke delapan ini ia benar-benar bisa menjadi kekasih gua. Yah, gua akan melanjutkan kebodohan ini, karena rasa cinta gua masih sangat sama untuknya.

I love u.... *with very very very very broken heart* T.T

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath