Iri Hati dan Mimpi di Tahun 2015

Perlu waktu dan perjuangan yang besar untuk gua bisa menulis pada pukul tiga pagi ini. Yup, mengingat masa lalu saat gua mulai belajar nulis, gua sering sekali menulis blog sekitar jam segini, mungkin karena keheningan malamnya dimana semua orang sedang tertidur, dan otak gua baru bisa bekerja dengan keras untuk merangkai banyak kata.

Kalau dulu, gua selalu bisa menulis walau masih sekolah, dan berkuliah. Kini, gua sudah bekerja, dan entah mengapa, perasaan malas muncul dengan sangat lama. Hal ini pernah gua rasakan, tapi itu sudah lama sekali, dan sekarang harus gua alami kembali ketika traffic blog gua makin meningkat dan sebentar lagi seharusnya bisa ngebuat gua memasang sebuah iklan pra bayar. Sayang sekali, rasa malas sudah menghancurkan diri gua (lagi).

Sebagai alasan, mungkin karena pekerjaan gua tidak ada hubungannya dengan tulis-menulis. Berbeda dengan waktu kuliah, dimana gua sangat suka menulis beberapa artikel dan tugas. Kali ini gua sudah menjadi seorang EO (Event Organizer), dan gua sedang belajar untuk bisa menjadi pekerja yang mumpuni dan dipercaya oleh semua kalangan. Menjadi sangat berguna adalah goal gua. Oleh karena itu, gua harus beradaptasi dengan pekerjaan yang sebenarnya sangat sulit juga untuk gua atasi. Ada banyak hal baru yang musti gua pelajari dan mengerti. Tapi untunglah, gua sangat menyukai pekerjaan ini, jika tidak, gua akan hancur berkeping-keping karena terlalu banyak hal yang belum gua ketahui.

Baiklah, tapi gua harus tetap menulis. Gua tidak boleh melupakan siapa diri gua, dan apa yang akan gua lakukan nanti, seperti menulis sebuah buku. Sayangnya, janji gua untuk menerbitkan sebuah buku akhirnya kandas karena rasa malas (lagi). Padahal tulisannya sudah siap, tapi belum gua kirim ke penerbit sama sekali. How stupid I am. Gua cuma bisa berharap pada diri gua, untuk bisa lebih disiplin pada tahun 2015 ini. Apalagi gua sudah tidak mereview film lagi, bisa-bisa blog gua isinya cuma tentang curhatan gua semua deh. No banget deh! 

Terlalu banyak sifat negatif yang gua miliki selama ini. Hingga hari ini gua masih merasakannya. Iri hati adalah hal terutama yang sudah ngebuat banyak perasaan gua menjadi begitu benci dan juga sedih. Iri terhadap teman yang bisa melangkah banyak di depan gua (bidang pekerjaan dan salary); Iri terhadap teman yang bisa berpacaran dengan orang yang gua suka; Iri terhadap teman gua yang begitu disukai oleh banyak orang, yang mungkin karena fisiknya atau pekerjaannya, atau sifat sempurnanya. Dari semua rasa iri itu, gua selalu memandang diri gua rendah dan tidak berguna. Setelah lulus dari kuliah dan bekerja, gua kembali melihat diri gua seperti saat SD, SMP, dan SMA, useless (kalau SMA, setengah useless lah hehe).

Tapi gua sudah mengetahui hal ini setelah lulus, dan juga setelah berpisah dengan teman-teman gua. Karena gua harus memulai segala sesuatunya dari awal lagi. Gua harus membangun hubungan dan kepercayaan dengan banyak orang baru, sehingga mereka bisa ngebuat gua jadi something lagi. Seseorang yang paling dibutuhkan!

Yup, gua memang terlalu bodoh karena harus memikirkan nasib orang lain yang sedang berada di atas gua. Mungkin gua harus meninggalkan media sosial, karena postingan teman-teman gua terkadang bisa melahap gua mentah-mentah. #.#

Gua pernah berpikir tentang apakah gua akan menjadi orang yang biasa-biasa saja, atau orang yang sukses. Gua sangat takut jika suatu hari gua hanya akan menjadi orang yang penghasilannya tak seberapa. Tidak boleh itu. Gua memiliki banyak ide untuk membuat usaha ke depannya. Gua hanya harus fokus. Ya, fokus!

Baiklah, gua akan menuliskan hal apa saja yang akan gua perbuat di tahun ini, sama seperti tahun 2014 kemarin, yang akhirnya ada banyak yang gagal.

1. Gua akan membawa tulisan gua ke penerbit.
2. Gua akan mengikuti komunitas teater.
3. Gua akan mendapatkan pekerjaan sampingan.
4. Gua memiliki sebuah situs jejaring sosial. (Febuari sudah harus ada).
5. Gua sudah bisa menjadi EO yang kompeten.
6. Gua akan gym dimana pun.
7. Gua akan memiliki pacar (harus!)

Lord, this is my prayer. Kabulkan plizzz....

Thanks
Anton

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath