Forgetting Session (Depression)

Tentu saja gua sudah melakukan hal yang benar, dengan cara tidak menghubunginya lagi bahkan langsung memberitahukan kedua belah pihak tentang perasaan gua, yang kini mungkin ia sudah sangat menyesal karena telah menginap di kamar gua. But it's oke for me. Gua sudah melalui banyak hal yang tak menyenangkan, dan ini adalah test gua yang berikutnya.

Kali ini gua melakukannya dengan cepat, karena sewaktu gua sudah jatuh lagi, gua langsung teringat akan masa lalu. Gua tak ingin merasakannya terlalu dalam hingga berujung pada sakit hati yang kelewat berlebih. Sehingga setelah lewat tiga hari, gua pun memutuskan untuk meng-cut nya walaupun saat itu perasaan gua sedang bahagia.

Gua harus selalu ingat kalau dia adalah pacar teman gua. Gua harus menghormati kedua belah pihak. Gua yang akan melalui ini seorang diri, dan ini lah cara gua untuk melaluinya.

Di beberapa post yang sebelumnya gua sempat bercerita kalau gua sampai merasa seperti depresi saat sedang melaluinya. Gua pun jadi suka menyetel musik keras-keras dan berbicara sendiri di kamar kos gua saking gua tak bisa menerima kenyataan tentang keadaan ini. Yup, awal adalah hal yang paling sulit dan gua sudah seperti kertas yang dirobek-robek.

Kini, adalah masa melupakan atau forgetting session. Tentu saja gua masih teringat dengan mukanya dan semua kejadian saat kami berdua, tapi semua berubah menjadi geli karena gua langsung teringat saat ia sedang bermesraan dengan pacarnya. Ya, apa yang ia lakukan dengan pacarnya adalah hal yang normal, yang disetujui oleh masyarakat, sehingga gua yang hanya manusia kurus pengacau dengan perasaan yang salah, harus tak boleh mengganggu hal tersebut.

Ini adalah masa-masa melupakan, dan akan sangat sulit. Gua sama sekali tak boleh memikirkannya lagi. Itu haram! 

Mungkin hal ini lebih membuat gua jadi depresi ketimbang sebelumnya. Karena gua hanya ingin tiduran dengan ekspresi yang datar. Dan ini memang lebih mendekati pengertian dari depresi itu sendiri. Yup, mencoba melupakan adalah yang paling susah. Walau hanya bertemu tiga hari, tapi seperti yang sudah gua bilang, ini adalah bom waktu. Sekarang adalah masa-masa pembersihan di kala sudah ada korban jatuh, dan dalam kasus ini, korbannya memang hanya gua, satu.

Just don't give me a pity. I'm trying to struggle it! Alone.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath