Erase That Guys

Seperti kata banyak orang sekarang, dimana kalimat ini sudah semakin hits, apalagi ketika media sosial sudah muncul sehingga banyak kata-kata bagus yang seharusnya terdapat di buku-buku terkenal, akhirnya terdengar makin biasa dan membosankan sekarang.

"Waktu terus berjalan..."

"Perubahan terjadi..."

Dan hal-hal lainnya.

Gua ingin menghapus banyak hal di dalam hidup gua sekarang. Memori. Sama seperti saat gua sedang membereskan isi lemari pribadi gua yang terkadang terdapat banyak sampah tak berguna. Gua ingin membuangnya, walau terkadang barang tersebut memiliki memori yang oke di benak gua. Tapi keinginan terbesar gua untuk tak terjebak pada masa lalu gua harus tetap gua pertahankan.

Lagi-lagi masalah sosial. Gua banyak memiliki problem di dalam kehidupan sosial gua, khususnya pada saat gua masih kecil. Banyak orang yang ingin gua lupakan sekejap mata berkedip. Tentunya hal tersebut harus maksimal, seperti membuang foto-foto tak berguna (saat sedang di sekolah misalnya) dan sudah pasti barang-barang yang bisa mengingatkan gua pada diri mereka yang tidak berguna tersebut.

Gua tak peduli jika ada yang bilang,"tetap pertahankan mereka yang merendahkan kita, agar ketika kita sukses, mereka dapat melihat kita." Gua hanya ingin 'sekali' menyenangkan diri gua sendiri, karena gua sudah terlalu baik pada mereka semua.

Tentu saja. Gua banyak mengalah, dan ketika ada yang salah paham dan marah sama gua, gua lebih memilih untuk minta maaf atau merendahkan diri. Karena satu-satunya alasan yang keren dan menjijikkan yang selalu gua ambil adalah: 'gua ingin menjaga keadaan' 'tak boleh ada ribut besar' 'karena bisa ribet bukan main'.

Bullshit man!!

Hari ini gua sudah memposting satu hal tentang diri gua, kalau gua bisa berbuat dan berkata lebih jahat daripada semua orang yang pernah menindas gua. Jangka waktunya memang sangat jarang. Karena gua adalah sebuah bom waktu. Bisa meledak tergantung seberapa cepat apinya melewati sumbu yang panjang tersebut.

Yah, walau bagaimana pun, gua masih tetap ingin menjadi kuat dan tegas terhadap orang-orang yang menyela gua. Hal itu butuh waktu.... I hope.

Kemudian lanjut lagi terhadap orang-orang yang ingin gua hapus. Akhirnya malam ini ada beberapa orang yang pernah gua kenal, yang sudah gua unshare di path gua. Hahaha....delete contact orang di media sosial memang sudah menyimbolkan kalau kita ingin pergi dari kehidupan orang tersebut entah karena sudah risih atau memang sudah benci sekali.

Bayangkan, betapa menjijikkannya ketika ada orang yang pernah menjahati kita, tapi kita masih menyimpan kehidupan mereka?! Mereka itu idiot! Masih belum dewasa! Tak tahu peraturan yang baik saat sedang bergaul dengan orang lain!

f*ck them!!

Seharusnya gua mengikuti pernyataan dari beberapa teman gua, dimana ketika mereka tidak ingin berteman dengan orang-orang yang sudah mereka anggap sebagai 'pembawa petaka'. Gua pun berteman dengan orang-orang tersebut, yang tak gua sangka kalau mereka sendiri banyak dimusuhi oleh orang-orang yang gua kenal. Yang memusuhi mereka sendiri sudah terbukti kalau mereka sudah bisa menjaga perasaan orang lain.

Yup, 'menjaga perasaan orang lain', itu yang paling terpenting buat pergaulan gua sekarang. Karena setelah urusan gua dengan para pembawa petaka ini berakhir, gua akan melakukan tindakan unshare secara langsung! Hal itu akan terjadi setelah wisuda berlangsung. 

Baiklah, kalian sudah tahu kalau orang-orang itu adalah beberapa teman kuliah gua. Sory saja, gua bukan Anton yang dulu lagi, yang selalu berhati lembut pada banyak orang. Soalnya hati gua sudah dipatahkan oleh kehidupan yang memang jahat ini. Gua hanya ingin menyederhanakan pergaulan gua, dan menyeleksi siapa saja yang berpotensi mampu mengganggu kehidupan gua.

Life is simple as that. Sh*t!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath