Serial Film: Homeland (Season 1-3)

Perang yang sekarang ini sedang berlangsung antara Timur Tengah dengan Barat, atau yang kali ini dipimpin oleh kelompok radikal yang bernamakan ISIS, bisa dikatakan adalah suatu hal yang paling mencenangkan. Sudah lama perang ini berlangsung, apalagi sewaktu kejadian 9/11 pada tahun 2001 lalu yang sanggup menyisakan sebuah kenangan buruk untuk masyarakat Amerika. Pada waktu itu sebuah kelompok yang bernama Al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden telah berkali-kali melakukan serangan yang sudah melenyapkan banyak jiwa atas nama agama kalau kata mereka. Walau pada akhirnya sang kepala telah lenyap pada tanggal 2 Mei 2011 oleh karena serangan dari pasukan elit Navy SEAL AMERIKA tapi tetap, perang masih berlangsung hingga hari ini.

Oleh karena perang yang dikatakan atas nama agama ini, akhirnya sebuah streotipe pun dilakukan. Kesetaraan antar umat beragama menjadi mulai pudar. Tapi tak sedikit orang yang tinggal diam saat melihat kejadian seperti ini sedang berlangsung. Sebuah film yang dapat menimbulkan persatuan serta memberikan pendidikan pun dibuat. Salah satunya adalah Homeland. Film berseri yang tampil di channel Showtime ini telah menggambarkan dengan sangat jelas dari akibat yang dilakukan oleh para teroris, baik yang ada di dalam pemerintahan, hingga di luar itu.


Kisahnya sendiri berawal dari salah seorang anggota CIA yang memang sudah sangat gila dengan pekerjaannya, yaitu memusnahkan sang teroris. Adalah Carrie Mathison (Claire Dannes), yang sejak awal sudah kita ketahui bahwa ia rela melakukan apa pun agar bisa mendapatkan informasi yang penting dari tindakan teroris walaupun ia harus di skors sekalipun. Ia sendiri benar-benar tak ingin tergantung dari pendapat atasannya jika feeling nya sudah mengatakan hal sebaliknya. Tapi yang dilakukannya tersebut merupakan sebuah harta karun hingga di season ketiganya nanti.

Season pertama:

Untuk permulaan, kita akan berkenalan dengan tiga tokoh penting disini, yaitu Carrie Mathison, Saul Berenson (Mandy Patinkin), dan Nicholas Brody (Damian Lewis). Serta tak lupa untuk keluarga dari Nicholas Brody, ada Jessica Brody (Morena Baccarin) - istrinya, Chris Brody (Jackson Pace) - anaknya, dan Dana Brody (Morgan Saylor) - anaknya. 

Sejak Carrie mendapatkan informasi yang sangat penting bahwa katanya akan ada orang Amerika yang berkhianat dan tergabung ke dalam kelompok teroris yang dipimpin oleh Abu Nazir (Navid Negahban), akhirnya pada suatu hari muncul lah seorang pria yang merupakan anggota dari pasukan marinir, yang dikatakan sudah mati sebelumnya, tapi ternyata ia sedang ditahan oleh kelompok teroris selama delapan tahun, dan akhirnya berhasil ditemukan oleh tentara Amerika. Setelah mengetahui hal tersebut, Carrie pun sangat curiga dengan pria yang bernama Nicholas Brody ini.


Sama seperti beberapa film berseri lainnya (The Walking Dead, Games of Thornes), kita juga akan menjumpai banyak perkenalan dan perubahan pada beberapa karakter di dalam film ini. Karena setelah Nicholas Brody pulang dan bertemu dengan keluarganya, ternyata ada banyak masalah di dalam kehidupan keluarga mereka, selain dari masalah teroris yang menjadi tajuk utama film ini. Kita pun akan melihat bahwa istri dari Nicholas, Jessica, sebenarnya sedang menjalin kasih dengan sahabat sesama marinir dari Nicholas. Lalu yang paling parah adalah masalah yang sedang dirasakan oleh Dana, anaknya, yang dimana ia memang sedang menjalani proses akil balik  di dalam usianya, sehingga akan ada banyak pemberontakan yang ia lakukan, dan itu benar-benar terlihat sangat menyebalkan untuk para penontonnya.

Selain itu, kita juga akan melihat bahwa dibalik kejeniusan Carrie, ternyata ia sendiri sudah sejak kecil memiliki masalah pada kejiwaannya. Namanya adalah Bipolar Disease yang selalu dideritanya. Hal ini membuat dirinya terkadang terlihat sangat gila lewat dari perkataan dan perilakunya jika ia tak meminum obat pemberian dari kakaknya. Ia pun merahasiakan penyakitnya ini dari para anggota CIA lainnya, serta atasannya yang sudah mempercayainya sejak ia direkrut, Saul Berenson. Tapi sayangnya, rahasianya tersebut tak bertahan lama, karna pada season pertama ini penyakitnya langsung terbeber kemana-mana dan membuatnya menjadi kurang dipercaya untuk membasmi teroris. Semua argumennya selalu disangka atas dasar penyakit jiwanya tersebut.


Namun siapa yang sangka, kalau emosi dari para penontonnya yang sebenarnya sedang dipermainkan. Karena kita akan menemukan banyak ketidakadilan dari film ini, sewaktu Carrie tetap berhasil menguak beberapa rencana penting dari para teroris tersebut.

Pada season pertama ini, kita juga akan melihat bahwa musuh utamanya bukan hanya dari para teroris yang sedang bersarang di Timur Tengah tersebut, tapi dari beberapa anggota Pemerintah Amerika yang ternyata juga melakukan tindakan yang sangat keji. Sehingga arti dari Homeland sendiri telah menjadi sangat begitu dalam, karena walau di dalam negaranya terdapat beberapa orang yang sudah melakukan hal yang kotor, tetapi masih ada salah seorang penduduk yang tetap memiliki jiwa patriotisme yang sungguh tinggi, dan itu adalah Carrie Mathison dengan penyakit bipolarnya.

Season kedua:

Sejak kita melihat ending dari season pertama, tentang sebuah aksi bom bunuh diri yang tak jadi, dan keadaan Carrie yang akhirnya dikeluarkan dari CIA, kali ini kisahnya akan diawali dari beberapa momen yang sungguh menegangkan, yang mungkin bisa mengingatkan kita pada kejadian pada film Argo. Carrie pun dikatakan bahwa ia masih dibutuhkan oleh anggota CIA, karena ia harus bertemu dengan salah seorang pemberi informasi penting tentang lokasi kedatangan dari Abu Nazir. Jadinya Carrie harus pergi ke Timur Tengah, dan bersiap untuk menghadapi beberapa musibah disana.

Disini, nama Carrie bisa dikatakan mulai pulih sedikit demi sedikit. Tapi sebaliknya, nama Nicholas Brody akan hancur seiring berjalannya waktu. Apalagi untuk kehidupan keluarga dari Nicholas, yang dimana pada season pertama banyak memiliki ketentraman, tapi pada akhirnya harus berputar 180 derajat.

Oh iya, lupa dikatakan, Nicholas dan Carrie sebenarnya sudah menjalin kisah cinta sejak di season pertama. Sehingga film ini akan menjadi lebih complicated, karena posisi Nicholas Brody benar-benar seperti unloyalty. Di ending film ini sendiri, perasaan kita juga akan dipermainkan, sebab akan sangat berbeda dari ending yang pertama. Tapi itu lah hebatnya film ini, berhasil mengubah perasaan dari para penontonnya.

Pada season kedua ini juga, kita akan menemui seorang tokoh baru yang tak kalah hebatnya dari Carrie, yaitu Peter Quinn (Rupert Friend). Dan tak lupa, bahwa kita akan mendapatkan kabar yang teramat baik, dan yang teramat buruk dari film ini. Jadi, jangan lupa untuk menyaksikannya ya.

Season ketiga:

Awalnya kita akan melihat banyak kehancuran yang dialami oleh Carrie. Dan kita juga akan melihat sebuah rencana besar yang dilakukan oleh Saul Berenson. 

Kemudian kita akan bertemu dengan tokoh barunya lagi disini, seorang Muslimah, Fara Sherazi (Nazarin Boniadi), yang merupakan salah seorang anggota yang baru direkrut oleh CIA dan diminta untuk menggantikan Carrie sejenak. Tapi nyatanya, ia tak kalah hebat dari Carrie. Pada awalnya sendiri, kita mungkin akan merasa bahwa ia bisa saja benar-benar menggantikan Carrie sampai ke depannya nanti, karena Carrie sendiri sedang hamil di season ketiga ini.



Selain itu, di season ketiga ini, kita akan melihat lebih banyak drama yang mungkin akan membuat beberapa penonton menjadi lebih kecewa karena kadar ketegangannya akan menjadi lebih sedikit. Tapi jika dilihat dari ending ceritanya, maka unsur drama yang dikeluarkan ini memang sangat lah penting sebab sudah sejak awal kita mengenal para tokoh utamanya.

Ini adalah akhir dari kehidupan keluarga Brody. Berbagai macam ketegangan yang ada di dalam keluarga mereka, yang dimana lagi-lagi kebanyakan diperbuat oleh Dana Brody, seperti percobaan bunuh diri yang ia lakukan dan mencoba untuk kabur dari rumah, semuanya telah berakhir pada satu titik yang sebenarnya agak membuat sedih juga.



Kemudian, ini juga merupakan akhir dari kehidupan Saul Berenson, karena rencana besarnya bisa dikatakan sangat berhasil walau pada akhirnya terlihat kurang ada 'hati' di dalamnya. Yup, di ending cerita, kita akan menemukan sebuah kesuksesan, tapi karena kita sudah mengenal para tokohnya, kita juga akan merasakan hal yang sama yang dirasakan oleh Carrie, yaitu 'ketidak adilan'. Dan itu semua lagi-lagi dengan tujuan untuk melindungi 'homeland'.

Baiklah, sekarang ini sedang berlangsung season keempat, yang tak disangka-sangka kalau film ini akan tetap berlanjut, dilihat dari ending dari season ketiga yang mungkin bisa menutup semuanya. Tapi jika dilihat dari keadaan real sekarang, memang tak salah juga untuk melanjutkan cerita tentang perang dengan teroris ini, karena sekarang saja muncul anggota teroris yang baru, yaitu ISIS. Jadinya akan ada cerita yang baru yang dimana tetap pemeran utamanya akan dipegang oleh Carrie Mathison.


Serial film ini memang adalah salah satu film yang paling ditunggu-tunggu, apalagi ia sudah berhasil memenangkan lima penghargaan Golden Globes, dan dua diantaranya adalah sebagai serial film terbaik yang secara dua season ternyata berhasil ia dapatkan. Lalu tak lupa untuk penampilan terbaik dari Claire Danes dan juga Damian Lewis yang juga sama-sama menang sebagai pemeran terbaik (Claire sudah mendapatkan dua piala dalam dua season berturut-turut, berbeda dengan Damian). Tentu saja, siapa yang tak akan lupa dari perilaku Claire ketika penyakitnya sedang kambuh, lalu juga Damian Lewis yang dimana sudah berhasil mengucapkan banyak doa dalam bahasa Arab.

Serial film ini sendiri sebenarnya berasal dari serial film Israel yang berjudul Hatufim atau Prisoners of War yang pada akhirnya dibeli oleh 20th Century Fox Television. Sesuai dengan judulnya, Prisoners of War, sebenarnya memang sudah cukup menggambarkan banyak kejadian yang dialami oleh para tokohnya dari serial film ini. Mereka semua sudah terpenjara dan telah mendapatkan banyak kekerasan batin. Tapi beberapa diantaranya memang yang memutuskan untuk ikut terlibat di dalam penjara dalam peperangan tersebut.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath