Serial Film: American Horror Story (Season 1-3)



American Horror Story, bukan lah sebuah serial film yang berisi banyak penampakan seperti hantu atau tuyul atau hal-hal berbau magis lainnya. Memang ada hantu dan magis di film ini, tapi horror yang dimaksud lebih kepada beberapa kisah pembunuhan sadis yang pernah menakuti masyarakat Amerika sejak jaman dulu. Kisah-kisah horror tersebut dipadukan menjadi satu buah cerita yang solid tanpa mengurangi kadar menakutkannya, atau disini lebih ke kadar slasher dan torture (akan ada banyak tubuh terpotong dalam serial film ini)

Serial film ini memiliki tema yang berbeda-beda di tiap season yang mana memiliki 12 - 13 episode di dalamnya. Mari kita lihat apa saja tema-temanya tersebut:

Season 1: Murder House


Di awali dengan sebuah kematian aneh yang terjadi pada dua anak laki-laki kembar pada saat mereka sedang bermain bak preman di dalam rumah kosong yang isinya sudah hancur berantakan. Untuk gua, sama sekali tak menakutkan, apalagi ketika opening scene nya muncul dengan menampilkan gambar-gambar yang sebenarnya dibuat menakutkan, tapi buat gua, tetap tak menakutkan.

Setelah itu kita akan menjumpai keluarga Harmon, yaitu Ben (Dylan McDermott), Vivien (Connie Britton) istrinya, dan Violet (Taissa Farmiga) anak semata wayangnya. Mereka memutuskan untuk pindah ke rumah besar yang ada di Los Angeles, California, dikarenakan oleh beberapa kejadian memilukan yang dialami oleh keluarga Harmon tersebut, seperti Ben yang berselingkuh, lalu Vivien yang keguguran. Mereka sangat ingin memulai sebuah kehidupan yang baru di dalam rumah yang dikatakan oleh seller nya pernah memiliki sebuah kisah pembunuhan tragis dari pemilik sebelumnya.

Dan siapa yang sangka, beberapa kejadian aneh pun langsung mereka alami di hari sejak perpindahan mereka ke rumah tersebut. Seperti munculnya seorang wanita dari tetangga sebelah, Constance (Jessica Lange) yang secara sembarangan masuk ke dalam rumah mereka, disertai oleh anaknya, Addie (Jamie Brewer). Selain itu ada Tate (Evan Peters), salah satu pasien dari Ben yang memang adalah seorang psikolog, yang tiba-tiba menyukai anaknya, Violet. Kemudian ada seorang wanita yang memaksa menjadi pembantu di dalam rumah tersebut, bernama Moira O'Hara (Frances Conroy), yang anehnya ia selalu terlihat tua dalam pandangan para wanita dan terlihat muda plus cantik dalam pandangan para pria (Alexandra Breckenridge). Terakhir ada Larry Harvey (Denis O'Hare), seorang pria dengan muka setengah terbakar yang selalu mengganggu Ben ketika ia sedang lari pagi.


Sebenarnya bukan hanya itu kejadian-kejadian aneh yang sudah keluarga Harmon alami. Mereka hanya lah tokoh utama di dalam film ini. Sebab kejadian demi kejadian yang memilukan akan selalu datang di tiap episodenya. Beberapa kisah pembunuhan tragis pun akan dimunculkan dengan selalu memperlihatkan true story nya terlebih dahulu. Satu kisah yang mungkin kita sudah hafal di luar kepala adalah tentang 'Black Dahlia' yang mana pernah menggemparkan masyarakat disana sejak ditemukannya seorang wanita yang sudah terbelah menjadi dua dengan bibir robek. Naas!

Dalam season yang pertama ini, kita akan melihat banyak twist yang tak akan pernah kita sangka sebelumnya. Apalagi sewaktu di akhir episodenya, ternyata kisah tentang Murder House sudah terhenti dan tak akan dilanjutkan lagi di season yang berikutnya. Tragisnya, kita akan melihat sebuah happy ending yang sebenarnya adalah salah satu kejadian naas yang pernah terjadi di dalam rumah besar tersebut. Walau diawali dengan hal-hal yang tak menakutkan, tapi siapa yang sangka, kalau serial film ini berhasil menghantui gua dengan sebuah cerita yang penuh dengan tamparan sana-sini!

Season 2: Asylum


Pada season yang pertama, sempat ada kejadian di dalam sebuah rumah sakit jiwa yang memang tidak digambarkan secara memilukan. Nah, di season kedua ini lah, kita akan dipuaskan dengan sebuah rumah sakit jiwa bernama Briarcliff yang sudah sejak lama memiliki berbagai cerita horror tentang bagaimana para dokter memperlakukan pasien mereka.

Kembali lagi, diawali dengan hal yang tak menakutkan (jangan pernah berharap untuk ditakut-takuti bagi para penggemar film horror berhantu). Tapi bagi para penggemar musisi pria yang satu ini pasti sudah tak sabar untuk menonton season keduanya. Yup, Adam Levine muncul menjadi salah satu korban pembunuhan di dalam serial film ini. Sayangnya ia hanya hadir tiga episode tak lebih. 

Lalu kita akan bertemu dengan para karakter barunya tapi tetap diperani oleh aktor plus aktris yang sama pada season pertamanya. Kali ini Jessica Lange yang akhirnya berhasil mengambil perhatian gua dengan aktingnya yang sungguh gemilang di season pertama, ia pun menjadi sang kepala pengurus rumah sakit jiwa yang terletak di Massachusetts pada tahun 1964 bernama Sister Jude Martin. Lalu Evan Petters menjadi Kit Walker yang dimana ia punya peran penting disini. Ditambah ada Sarah Paulson yang sempat hadir tak banyak di season pertama, tapi akhirnya menjadi tokoh penting di dalam season kedua, bernama Lana Winters, seorang jurnalis yang tiba-tiba saja dijebloskan di dalam rumah sakit jiwa karena ambisinya.

Selain Sarah Paulson yang memiliki peran yang tak begitu banyak di season pertama, kali ini ada juga Lily Rabe, yang sama-sama memiliki peran yang begitu penting, bernama Sister Mary Eunice McKee, yang berada di bawah kontrol Sister Jude.


Semua berawal ketika seorang pembunuh berantai bernama Bloody Face ditangkap dan dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa tersebut. Tersangka utamanya adalah Kit Walker yang tak pernah mengaku, bahkan ia berkata bahwa istrinya dibawa oleh makhluk ruang angkasa. Oleh karena itu ia dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa, dan seorang dokter akan memutuskan apakah ia benar-benar gila atau tidak. Dokter tersebut bernama Dr. Oliver Thredson dimana diperani oleh Zachary Quinto yang di season pertama sempat menjadi salah satu hantu penghuni rumah besar itu. 

Akan ada banyak hal yang memilukan, dan juga beberapa cerita horror nyata yang dirangkum menjadi satu di dalam asylum ini. Satu hal yang paling menarik adalah kemunculan seorang dokter yang sebelumnya adalah seorang Nazi. Kebayang kan betapa kejamnya dia sewaktu sedang mengobati para pasiennya yang ternyata malah dijadikan sebagai kelinci percobaan untuk pengobatan isengnya.

Kembali lagi, akan ada beberapa twist yang menarik, serta kematian-kematian yang tak terduga di season kedua ini. Tapi berbeda untuk ending ceritanya. Karena sepertinya sang sutradara ingin membuat para penontonnya menjadi menitikkan air mata, apalagi saat melihat detik-detik terakhir ketika Sister Jude sedang berada di dalam kamar dan sedang mengucapkan kalimat terakhirnya yang begitu menyentuh. Sekali lagi, Jessica Lange dan cerita dari film ini berhasil menghentakkan hati para penontonnya.

Season ketiga: The Coven


Kali ini kita akan melihat kisah dari para penyihir modern, yang sejujurnya, gua sangat tak suka. Seakan ingin mendapatkan para penonton mudanya yang memang sedang gemar akan hal-hal magis tapi di dalam waktu sekarang ini. Rasanya bukan makanan dari AHS seperti biasanya, apalagi ending ceritanya (langsung saja) benar-benar tak enak!

Tapi tenang dulu, kita masih memiliki Jessica Lange yang tetap berperan spektakular disini. Dan demi membuat ceritanya menjadi tak terlalu enak tersebut, ia pun beberapa kali membuat lelucon mengenai kisah penyihir, seperti tentang 'Hogwarts' dan 'sapu terbang'. Menjadikan serial penyihir modern ini lebih terlihat menyenangkan.

Awal film ini sebenarnya dimulai dengan sangat menjanjikan. Ketika seorang serial killer bernama Delphine LaLaurie muncul saat ia sedang menyiksa para budak kulit hitamnya dengan sangat tragis. Tapi kemudian kita akan melihat sebuah rumah dengan perkumpulan para penyihir wanita di dalamnya. Walau kita akan bertemu dengan Taissa Farmiga kembali yang berperan sebagai Zoe Benson, tapi nyatanya, semua serasa kacau dengan cerita modernnya.


Inti dari cerita season ketiga ini adalah tentang siapakah yang akan menjadi seorang supreme yang selanjutnya. Supreme sendiri adalah seorang kepala pemimpin dari para penyihir. Jessica Lange pun adalah supreme yang siap untuk digantikan tersebut, ia berperan menjadi Fiona Goode. Lalu ia juga memiliki anak bernama Cordelia Foxx yang diperankan lagi oleh Sarah Paulson. 

Kita akan bertemu dengan dua pemain baru disini, yaitu Emma Roberts sebagai Madison Montgomery dan Gabourey Sidibe sebagai Queenie. Lalu Jamie Brewer yang muncul di season pertama akhirnya muncul lagi disini dengan menjadi Nan. Mereka adalah para penyihir muda teman dari Zoe yang memiliki kemampuan unik (seperti Twilight) masing-masing. Terakhir ada Angela Bassett yang berperan menjadi Marie Laveau, seorang penyihir yang sudah hidup selama tiga ratus tahun, bersama dengan Delphine Lalaurie yang diperani oleh Kathy Bates.

Kita juga akan menjumpai banyak kisah horror selain dari kisah LaLaurie tersebut. Ada pula kisah Axeman (Danny Huston) yang disini ternyata menjadi kekasihnya Jessica Lange. Lalu juga tetap ada twist dan beberapa kematian tak terduga yang kadarnya seperti mulai dikurangi di season ke tiga ini. Yah, mengecewakan adalah satu-satunya kata untuk menggambarkannya. Walau sebenarnya memiliki tema yang menarik, apalagi dimasukkan kisah mengenai rasisme. 

Serial ini tentu sangat berhutang besar pada Jessica Lange yang selalu tampil prima, khususnya pada saat di ending cerita season ke tiga ini. Walau sangat memilukan tapi ia berhasil membuat para penontonnya menjadi ragu plus sedih. 

Baiklah, itu saja yang bisa gua bahas. Semoga saja di season keempat dengan tema nya Freak Show yang akan bercerita tentang Circus bisa kembali lagi ke jalan yang benar. Dan semoga saja Jessica Lange yang sudah berhasil menjadi pemenang dalam ajang Golden Globes ditambah sebagai nominator di setiap seasonnya bisa tampil dengan prima lagi di dalam serial film ini.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath