Nikmatnya Sendirian

Kembali lagi di sebuah malam yang sangat kelam dari kehidupan pribadi gua. Hahaha.... mungkin gua harus ngebuat blog khusus untuk menceritakan semua kegalauan hati gua yang memang akan selalu terjadi ini.

Kali ini bukan hanya mengenai kisah cinta gua, tapi dari kisah persahabatan yang ternyata mampu ngebuat gua jadi sangat lah ingin sendirian. Yup, gua sudah putuskan untuk tidak memperdulikan jika sekarang ini gua benar-benar akan selalu sendiri dalam menghadapi dunia. Walaupun pada waktu gua meninggal tak ada satu pun yang bersedih dan diri gua ini sama sekali tak terkenang, gua pun memperbolehkannya dengan sangat. Gua sudah siap untuk dilupakan oleh semua orang.

Awalnya gua memang pernah mengejar untuk bisa jadi eksis, dan salah satu caranya adalah dengan selalu mengalah agar tidak sampai ribut besar. Tapi ternyata hal tersebut bisa mengganggu kejiwaan gua. Gua jadi sangat tertekan dan membenci diri gua sendiri karena tak bisa membela hati gua yang sungguh sangat sakit tersebut, apalagi gua sama sekali tak salah, dan sekalinya salah, gua merasa kalau gua sudah banyak mengalah akan kesalahan mereka, jadinya jika mereka mempermasalahkan kesalahan gua tersebut, maka keadaan hati gua langsung jadi kacau bukan main. 

Yah, gua memang tak berani.... Tak berani untuk mengungkapkan keadaan hati gua ini. Tapi lucunya, sekalinya gua marah, mereka pun tak bisa menerimanya.

Lalu beberapa hari ini, gua sudah melakukan sebuah hal yang bernama 'memperbaiki hubungan', yang ternyata malah ngebuat diri gua jadi ngerasa sangat menjijikkan. Gua tersadar kalau gua sudah terlalu dalam masuk ke dalam lumpur dan membiarkan diri gua jadi tenggelam. Semua yang sudah gua lakukan tersebut adalah atas nama 'persahabatan'.

Gua benci untuk selalu mengalah.

Lalu apa yang harus gua lakukan sekarang. Disaat gua tidak berani untuk mengungkapkan kebencian gua dan malah memutuskan untuk mengalah, baiklah, gua akan berhenti melakukan itu semua dengan cara tidak berhubungan dengan mereka lagi.

Dulu memang gua sangat ingin punya banyak teman. Tapi sekarang, gua merasa kalau sendirian itu lebih nyaman...

Berteman itu sebenarnya memang sangat lah sulit. Gua sudah mengerti dari awal jika kita sudah memutuskan untuk berteman, maka kita harus bisa menerima kekurangan teman kita tersebut, dan mau untuk saling memberikan feedback (baik materi, waktu, atau apa saja). Tapi jika salah satunya tidak, maka lebih baik sudahi saja. Itu lah yang gua pikirkan sekarang.

Sambil ditemani oleh lagu-lagu melow, oke, gua siap untuk melakukan semuanya sendirian lagi. Toh, sejak kuliah juga gua selalu membuat tugas sendirian, seperti saat buat skripsi, dimana gua yang selalu pergi ke perpustakaan dan cari buku di berbagai macam toko buku secara sendirian. Tentu saja gua bisa melaksanakan kehidupan ini lagi.

Lagipula, Tuhan akan selalu setia menemani gua.... So, gua gak harus merasa 'terlalu' sendirian juga.

Thanks God

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath