Tentang Film "An Education"

Kisah ini mungkin sudah pernah kita dengar, atau mungkin bahkan pernah kita alami sendiri, khusus untuk para perempuan tentunya. Pada saat kalian sudah merencanakan satu hal yang matang untuk kehidupan kalian nantinya, tiba-tiba saja kehidupan malah membawa kalian menuju ke suatu dimensi dimana mampu meruntuhkan semua rencana tersebut. Hal ini pernah dialami oleh Jenny Mellor di kehidupan nyatanya, seorang jurnalis yang memoar-nya berhasil membuat sutradara Lone Scherfig menjadi tertarik untuk mengabadikannya.


Kisahnya sendiri dimulai ketika ia sedang duduk di bangku sekolah tingkat akhir, dimana ia sudah berencana untuk kuliah di Oxford. Usaha demi usaha sudah ia lakukan, seperti mendapatkan nilai bagus di hampir semua mata pelajaran sekolahnya. Namun, ketika ia sedang menunggu jemputan di depan sekolahnya sambil ditebas hujan, tiba-tiba saja muncul sebuah mobil asing yang lalu menghampirinya. Di dalam mobil tersebut ada seorang pria yang umurnya lebih tua kira-kira 10 tahun dari padanya, yang lalu tersenyum dan mengajak Jenny berkenalan.

Awalnya Jenny tidak percaya kepada pria tersebut dengan cara tidak masuk ke dalam mobilnya itu walaupun sedang diterpa hujan deras. Tapi lama-kelamaan ia luluh dan masuk ditemani dengan alat musiknya. Rasa percaya pun mulai muncul karena pria yang bernama David Goldman ini bertindak sangat sopan dan menghormati Jenny.

Setelah mereka berdua sudah saling kenal sekilas, hal ini tak membuat David menjadi menjauhi Jenny, malah ia mau untuk menjemput Jenny saat ia pulang dari sekolah keesokan harinya. Nah, yang berikutnya kita akan melihat bagaimana kisah asmara dari mereka berdua dan apa saja yang sudah dilakukan oleh David agar bisa terus bertemu dengan Jenny, seperti salah satunya yang paling luar biasa adalah dengan membawanya pergi ke Paris. Yup Paris, walau pada akhirnya Jenny harus menjadi galau dengan semua rencana yang sudah dibuatnya dengan sangat rapi pada awalnya.



Jenny waktu muda dan sangat pintar ini berhasil diperani oleh Carey Mulligan yang pada waktu itu memang masih muda juga. Dengan logat britishnya, ia terlihat cukup dewasa, bahkan sangat anggun pada saat ia sudah didandani dan diberikan pakaian pesta. Di film ini, ia juga ditemani oleh teman mainnya, Rosamund Pike, di film pertamanya, Pride and Prejudice, yang lucunya, Rosamund sangat mengambil perhatian karena perannya sebagai wanita cantik namun terlihat bodoh.

Mungkin memang sudah biasa, pada saat ada seorang gadis muda yang didekati oleh pria yang lebih tua dan sudah mapan tentunya. Namun, kisah dari Jenny Mellor ini sangatlah memorable, cute, and punching. Pantas saja Oscar mau memberikan tiga nominasi untuk film ini, dan salah satunya adalah untuk penampian terbaik dari Carey Mulligan tersebut.


Love it so much...

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath