Tentang Film "The Devil Wears Prada"


Film mengenai fashion hasil adaptasi dari novel karya Lauren Weisberger dengan judul yang sama ini bisa dikatakan cukup jarang kita lihat. Apalagi jika dilihat dari betapa rumitnya sebuah karya seni yang pada akhirnya menghasilkan pakaian dan aksesoris seharga ribuan dollar tersebut, David Frankel, sebagai sutradara pun sudah membalutnya dengan cukup rapi dan sangat menyenangkan untuk ditonton, bahkan berkali-kali (secara pribadi).

Walau disebutkan bertajuk romance commedy, tapi mari kita hilangkan romance nya yang sebenarnya tidak terlalu perlu tersebut. Karena film ini akan lebih memperlihatkan chemistry yang sungguh memukau dari Meryl Streep dengan Anne Hathaway.

Di pembukaan, kita akan melihat beberapa gambar yang akan langsung menuju ke sebuah fashion pakaian wanita mahal yang dipakai oleh para model cantik. Kemudian kita juga akan bertemu dengan Andy Sachs yang sejak awal tidak tertarik pada dunia fashion. Ia bercita-cita ingin menjadi jurnalis, namun Human Resource dari majalah Runaway yang pada akhirnya memanggil Andy ketimbang dari perusahaan Hard News impiannya tersebut.

Setibanya Andy di Runaway, ia pun bertemu dengan seorang asisten bernama Emily (Emily Blunt), dengan sebuah momen awkward karena dikatakan bahwa sang bos killer, Miranda (Meryl Streep) datang lebih cepat dari biasanya. Kemudian, setelah Andy diwawancarai secara langsung oleh Miranda yang sungguh terlihat sombong dengan kata "That's all" nya yang terkenal, Andy pun kewalahan karena Miranda terlihat tidak tertarik memperkerjakannya. Tapi semuanya berubah, karena pada waktu Andy mengucapkan sesuatu yang sangat mengambil perhatian Miranda, akhirnya ia pun berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai asisten kedua Miranda.


Pekerjaan yang diambil oleh Andy ini adalah sesuatu yang sangat lah berat. Karena Miranda adalah seorang konsultan yang sungguh mengerti akan dunia fashion, jadinya semua pendapatnya sangat lah dibutuhkan oleh banyak orang ternama. Sebagai asisten, Andy harus selalu siap untuk bertemu dengan para perancang terkenal, dan mengetahui semua jenis fashion, ditambah ia juga harus siap untuk melaksanakan pekerjaan pribadi dari Miranda seperti membelikannya makanan atau mengurus kehidupan anak-anaknya Miranda.

Awalnya memang sangat sulit, bahkan ia beberapa kali melakukan kesalahan fatal dan hampir membuatnya dipecat. Tapi karena ia komit terhadap kata-katanya di awal, ia menunjukkan bahwa dirinya sangat lah mampu untuk melaksanakan semua pekerjaan yang tak kenal waktu tersebut. Walau di akhir cerita, ia akan menjadi galau karena ia diperhadapkan dengan sebuah pilihan yang sangat sulit, bagi jiwa raganya secara pribadi.


Seperti yang sudah dituliskan, lupakan mengenai momen romantis yang tidak perlu tersebut. Antara Andy dengan Nate (Adrian Grenier) yang disini terlihat sungguh kekanak-kanakan karena tak bisa melihat pekerjaan Andy yang sebenarnya sangat berpeluang luar biasa tersebut jika ia berhasil bertahan selama satu tahun. Entah mengapa, karakter Nate sepertinya harus dibuang, karena sangat merusak tontonan. Setelah itu, jika kita lihat di akhir ceritanya, secara pribadi, sebenarnya hal tersebut tak harus terjadi hanya karena sebuah kata-kata yang pada akhirnya harus menampar prinsipnya Andy.

Film ini sesungguhnya dapat menjadi sebuah motivasi bagi para pelamar dan tentu saja pekerja (seperti penulis ini hehe) yang mungkin sedang masuk di dalam gua penuh singa. Karena kehebatan karakter Andy (di awal hingga sebelum akhir) itu sangat lah luar biasa. Ia tentu tak melupakan untuk tetap menjadi 'baik'. Tapi sepertinya kisahnyaa ini sedikit melupakan bahwa di dunia kerja itu memang sangat lah keras, dan tak seharusnya diberikan tokoh seorang kekasih yang kekanak-kanakan plus dengan akhir cerita tersebut.


Namun tidak apa-apa. Kita semua masih bisa menikmati film ini secara berkali-kali. Karena Meryl Streep lagi-lagi berhasil memanjakan mata para penontonnya, apalagi dengan model rambutnya yang kali ini terlihat sangat energik sebagai seorang bos killer (Pantas saja, ia pun kembali menjadi nominator di ajang penghargaan OSCAR tahun 2007 lalu). Kemudian pada waktu ia dipertemukan dengan Anne Hathaway, maka semuanya berubah menjadi lebih asyik. Kita akan banyak melihat sebuah perjuangan, dan tentu saja pakaian serta aksesoris yang pastinya akan membuat banyak perempuan menjadi 'ngiler'.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath