Kejatuhan Kedua: Handphone Hilang dan Pengangguran!

Kehidupan akan menjadi sangat menyenangkan dan menghibur ketika sebuah kesuksesan datang melanda. Contohnya berupa mendapatkan peringkat pertama saat sekolah, juara pertama saat dalam perlombaan, hingga lulus kuliah duluan dengan nilai A di tugas akhirnya, yang tentu saja pernah gua rasakan pada Bulan April tiga bulan kemarin. Namun setelah itu, hal-hal yang menyenangkan dan menghibur menjadi runtuh seketika, ketika gua mulai bertengkar dengan dua sahabat gua. Kejadiannya sendiri sangat cepat, menyebabkan otak gua menjadi sangat pusing, tujuh keliling.

Apa yang terjadi sama gua kini, adalah sebuah pertempuran yang baru setelah selesai menyandang gelar S1 selama bertahun-tahun sebelumnya. Rasanya gua sudah berusaha dengan sangat keras hingga bisa mendapatkan hal tersebut, dengan akhir cerita yang sudah gua ceritakan sebelumnya, yup, sangat menyenangkan pastinya. Tapi ternyata, pertempuran yang gua hadapi di awalnya ini benar-benar membuat gua menjadi banyak lepas kendali. Banyak kejatuhan demi kejatuhan yang gua alami selama tiga bulan belakangan ini.

Pertama sudah pasti adalah mengenai terlepasnya gua dengan kedua sahabat gua, yang dimana sudah ngebuat gua jadi kesal bukan main, menyebabkan gua harus pindah kosan dengan segera dan membuang banyak uang Nyokap gua. Otak gua pun selalu nyut-nyuttan, apalagi ketika mengingat apa yang sudah mereka lakukan terhadap diri gua. Namun sekarang, yah, seperti Anton yang biasanya, gua kembali merasa kangen dengan mereka dan siap untuk melupakan semua hal buruk dan kembali lanjut untuk berteman. Gua pun sudah mengajak mereka berdua untuk pergi dan bertemu, untuk ngobrol-ngobrol lagi dan mencoba melanjutkan pertemanan secara natural. Tapi sayangnya, mereka selalu tidak bisa, membuat gua menjadi memiliki dua perasaan, pertama adalah sedih, kedua adalah benci dengan diri gua sendiri, karena lagi-lagi gua mau untuk merendahkan diri gua, padahal gua sudah membayar banyak. But, it is me.

Kedua, waktu gua jatuh dari motor, dan menyebabkan luka di kaki, tangan, dan jidat gua. Alhasil menimbulkan bekas yang tak bagus untuk dilihat, dan membuat gua juga jadi harus berhenti dari pekerjaan magang gua lebih cepat (jadi gajinya juga harus ikut mengecil) sebelum akhir Juni kemarin.

Ketiga, karena jatuh, laptop ASUS tipis kesayangan gua juga kena akibatnya. Layarnya pecah dan lempengannya bengkok, serta sedikit rusak sama mesinnya. Padahal ada banyak banget film dan data-data penting di dalam laptop gua itu, seperti skripsi salah satunya. Ngebuat gua jadi harus pasrah menerima keadaan tersebut. Soalnya gua kerja untuk cari uang, tapi malah ngebuang banyak uang (lagi). Gua nyesal udah mau ngebawa laptop pribadi gua ke kantor. Orang kantor juga mana mau ngegantinya, dan gua sendiri juga ga enak lah untuk minta ganti walaupun satu bos gua adalah orang baik. Siapa gua?! NYESAL!

Keempat, gua jadi pengangguran selama sebulan, dan itu udah ngebuat gua jadi stress bukan main. Karena masalah jatuh dari motor, jadinya harus sedikit bertahan di kosan hingga luka-lukanya mulai membaik. Dan setelah membaik, gua pun mulai untuk cari-cari kerjaan lagi lewat internet, yang susahnya bukan main. Rasanya seperti habis dihajar, apalagi ketika gua udah kirim puluhan lamaran kerja dan hanya dipanggil untuk interview sebanyak lima kali (keitung sampai sekarang). Besok adalah panggilan interview ke lima, dan gak tau deh dapat atau gak. Rasanya gua udah gak terlalu berharap apakah nantinya akan keterima atau tidak sehabis interview, karena yang keempat tadi barusan saja udah ngebuat kepala gua jadi tambah stress dan juga ngebuat gua jadi gak makan serta terus tidur sampai tengah malam karena saking pusingnya nunggu panggilan (katanya kalau keterima bakal di telponin sore harinya, tapi kagak ada). Semuanya karena persaingan dengan orang yang juga sedang cari kerja lainnya. Menyebalkan!

Kelima, handphone gua hilang. Finally! Satu minggu kemarin terjadi hal yang udah ngebuat gua jadi tambah tambah dan tambah pasrah. Karena waktu itu benar-benar otak gua lagi banyak pikiran, yasudah deh, kacau udah semuanya. Bahkan gua lupa sama handphone Blackberry gua, padahal nomornya itu yang selalu gua kasih saat sedang ngelamar kerja. Alhasil gua harus pasrah dah sama nomor lama dan lamaran lama gua. Yang penting masih ada handphone gua satunya lagi, yang sebalnya baterainya suka habis, walaupun berbasis android ckckck. Tapi jujur aja, waktu handphone kesayangan gua itu hilang, gua seperti udah mati rasa, karena saking banyak tekanan dalam hidup gua.

Orang tua gua udah nyekolahin dan kuliahin gua, itu lah yang buat gua jadi tambah tertekan juga. Karena mereka mau gua untuk jadi orang sukses pastinya, dan gua gak bakal nyia-nyiain uang yang udah mereka keluarin buat gua. Sebagai sarjana S1, gua harus kerja di sebuah kantor, dan meninggalkan passion yang benar-benar gua inginkan sejak dulu, yaitu bermain teater. Gua putuskan untuk melanjutkan hobi gua itu setelah dapat kerja nanti. Gua benar-benar harus kerja di sebuah perusahaan dengan gaji yang sesuai dengan gelar gua. Itu lah yang sedang gua kejar sekarang. Gua harus menghargai apa yang orang tua gua sudah berikan, walaupun harus membelakangi hobi gua sendiri.

Tapi untunglah, hobi gua bukan cuman main teater (yang udah vakum lama banget). Masih ada nulis, yang dimana masih bisa digunakan untuk bekerja, walau sebenarnya gua pengen jadiin hobi menulis ini, yah cuma untuk ngeblog aja sih, tapi jika rejeki datang, gua gak bakal nolak tentunya hahaha....

Baiklah, hidup gua sudah sangat jatuh sekarang. Sahabat terbaik menghilang, banyak merendah diri, jatuh dari motor, pengangguran, masih dibiayain Nyokap, Barang-barang rusak dan menghilang, dan tentu saja belum bisa dapetin cinta gua (hehe). Tapi gua pernah berjanji di post yang sebelumnya kalau gua gak akan pernah menyerah dan putusin untuk berhenti dan terus-terusan hancur. Hey! gua pernah mencapai sesuatu. Gua harus terus semangat untuk mencapai hal yang gua inginkan kembali.

Yes, I know what I want, and I will reach all of them!!

Thanks God
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath