Tentang Film "Revolutionary Road"

Ingin tahu bagaimana kelanjutan cerita dari Jack dan Rose? Atau bagaimanakah jadinya jika mereka berdua selamat dari pesiar mahal yang akhirnya tenggelam di lautan nan dingin tersebut? Coba kita cek Revolutinary Road, film kedua yang kembali memakai Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet, dimana mereka berdua lagi-lagi harus bermadu kasih, tapi tak hanya beberapa hari saja lalu terpisah, melainkan hingga mereka sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Bedanya lagi, kita akan menemukan perubahan yang drastis dari berat badan mereka berdua, karena disini Kate menjadi lebih kurus, dan Leonardo menjadi lebih gemuk. Rasanya memang lebih seimbang.


Kisahnya sendiri dimulai pada saat mereka memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah yang berada di jalan revolutionary. Film ini pun langsung memberikan sebuah konflik, yang pada awalnya ketika mereka berdua sedang jalan pulang ke rumah dengan menggunakan mobil. Leonardo yang disini menjadi Frank Wheeler tiba-tiba saja harus bertengkar dengan April (Kate Winslet). Sampai keesokan harinya, konflik yang baru pun kembali terjadi, sebab secara tak sengaja, Frank bertemu dengan seorang wanita yang pada akhirnya menjadi selingkuhannya. Sedangkan April, ternyata ia berbeda dengan Frank, seharian ia selalu memikirkan masa lalunya ketika sedang bahagia bersama Frank, hingga sebuah ide muncul di benaknya.

Pada saat Frank sudah pulang, April langsung menyatakan keinginannya untuk berpindah ke Paris, tepat di hari ulang tahun Frank tersebut. Walau awalnya Frank menganggapnya tidak serius, tetapi akhirnya ia sadar bahwa apa yang diinginkan oleh istrinya ini adalah sebuah kesempatan emas yang tidak boleh ia sia-siakan. Akhirnya, mereka berdua serta anak-anak mereka harus mempersiapkan diri untuk berpindah hingga musim gugur tiba.

Keadaan yang awalnya berjalan dengan baik, tidak terdapat pertengkaran lagi di antara mereka berdua, ternyata harus runtuh lagi ketika munculnya beberapa faktor yang membuat kepergian mereka itu menjadi makin dan terus bertambah sulit. Pertama adalah, ketika tiba-tiba saja Frank mendapatkan promosi di kantornya untuk naik jabatan, kemudian ketika munculnya salah seorang anak dari teman Frank dan April, yaitu John Givings Jr. (Michael Shannon) yang memiliki penyakit jiwa. Walau ia hanya dua kali datang ke tempat Frank dan April bersama dengan orang tuanya, tetapi dampaknya pun sangat besar. Pertengkaran mereka berdua malah makin menjadi, dan terus bertambah parah. Apalagi disini April selalu ingin mempertahankan kepindahan keluarganya ke Paris, sampai-sampai ia rela melakukan hal yang gila untuk itu semua (ini adalah faktor ketiga). Lalu, apakah mereka jadi pergi ke Paris dengan semua masalah itu?


Sam Mendes kembali memberikan sebuah film yang memiliki alur cerita dengan banyak konflik di dalamnya, hampir sama seperti American Beauty nya yang sangat keren tersebut. Film yang diambil dari novel karangan Richard Yates ini tentu sangat cocok untuk dipegang oleh Sam, sebab endingnya sendiri sama-sama menyisakan sebuah arti yang begitu dalam, khususnya dalam hubungan kehidupan rumah tangga, yang mungkin kali ini memang ada faktor lain yang bisa menyebabkan pertengkaran tersebut (akan kita temui di endingnya nanti).

Para pemain pun sudah tak diragukan lagi mengenai kemampuan mereka untuk beradegan. Chemistry Leonardo dan Kate memang sudah terjamin sejak Titanic yang sangat tragis tersebut. Walau kali ini penuh dengan pertengkaran, tapi mereka tetap berhasil untuk menunjukkan sebuah pertengkaran yang memiliki kecocokan masing-masing tersebut. Boleh diacungi jempol ketika mereka sedang terlihat benar-benar tak tahan dengan semua hal yang sudah terjadi, apalagi di klimaksnya. Oleh karena itu mereka berdua berhasil mendapatkan penghargaan di Golden Globes.

Selain itu, Michael Shannon ternyata juga sanggup untuk mengambil perhatian besar disini. Ia memang expert ketika sedang menjadi pemeran antagonis (dibumbuhi sedikit kelainan jiwa disini), dan lewat film ini, meskipun hanya tampil sebentar, tapi OSCAR pun mau untuk menjadikannya sebagai salah satu nominator dalam pemeran pembantu pria terbaik, beda dengan Kate dan Leonardo yang tak mendapatkan apa-apa di OSCAR dalam film ini, kecuali Kate, yang memang berhasil menjadi pemenang di dalam film lain, yaitu The Reader. 


Tapi tetap, oleh karena mereka berdua, film ini menjadi lebih hidup, penuh dengan emosi yang membara, walau bukan lagi lebih ke masalah percintaan, tapi ke sebuah keputusan penting untuk 'menyelamatkan' kehidupan dalam keluarga.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath