Tentang Film "The Fault in Our Stars"

Hollywood memang butuh beberapa anak muda baru yang pada akhirnya bisa menjadi teen heartthrob di masa kini, membuang para artis seniornya dan menjadikan mereka semua yang baru selayaknya raja dan ratu. Jennifer Lawrence sempat menjadi American Sweetheart sebelumnya atau sampai sekarang ketika ia memerankan karakter Katniss Everdeen dengan sangat gemilang tersebut. Jauh sebelumnya, juga ada Kristen Stewart dengan kisah percintaan fiktif di Twilight Saga. Dan sekarang, sepertinya Shailene Woodley akan menggantikan posisi J-Law sewaktu dirinya berhasil menjadi pemain utama di Divergent, lalu di The Descendants, The Spectalucar Now, dan di tahun ini pun ia kembali memukau di The Fault in Our Stars bersama pasangannya, Teen Heartthrob berikutnya, yaitu Ansel Elgort. Walau lucunya, seharusnya Ansel berperan menjadi kakak dari Shailene dalam Divergent.


Kisahnya mengenai seorang perempuan muda bernama Hazel Grace (Shailene Woodley), yang harus memiliki kanker sejak ia masih kecil. Hal itu pun membuat ia wajib untuk selalu memakai alat penambah oksigen di hidungnya, membuatnya menjadi terlihat kurang menarik, ditambah rambut pendeknya akibat kemoterapi. Tapi kehidupannya tak akan selalu kelam, sebab ketika orang tuanya mengajak Hazel untuk mengikuti sebuah komunitas yang memiliki 'jalan perjuangan yang sama' dengannya, Hazel pun menemui seorang pria yang mampu untuk membuat mengubah kehidupannya.

Augustus, yang juga memiliki penyakit yang menyebabkan kaki kanannya harus diamputasi, telah berhasil memikat hati Hazel. Sejak awal bertemu pun, Augustus tak berhenti untuk menatap Hazel, bahkan sampai pulang, ia berani untuk mengatakan bahwa Hazel sangat lah cantik. Nah, mulai dari itu lah, mereka jadi sering bertemu dan melakukan sesuatu bersama-sama.


Tapi kenyataan memang sangat pahit, mereka berdua sadar bahwa kehidupan mereka tidak lah lama, apalagi ketika paru-paru Hazel kembali terendam dan membuatnya menjadi harus masuk rumah sakit lagi. Orang tua Hazel sendiri merasa bahwa Augustus harus segera meninggalkan Hazel, dan Hazel pun demikian. Namun sayangnya, Augustus tidak tinggal diam, ia selalu berusaha untuk mendekati Hazel dan membuat hatinya menjadi bahagia kembali.

Salah satu hal yang mampu membuat Hazel menjadi bahagia adalah dengan membawanya ke Amsterdam untuk menemui seorang penulis dari buku yang sangat digemari oleh Hazel. Di Amsterdam ini lah, terdapat satu momen yang sungguh romantis di sebuah restoran, yang pada akhirnya memunculkan sebuah perkataan dari Augustus yang mampu untuk melelehkan hatinya Hazel hingga tak tersisa sedikitpun.

Tapi sayangnya, semua itu harus diakhiri dengan sebuah air mata....


Para penonton yang sensitif pasti akan sangat meleleh juga ketika sudah menonton film ini. Chemistry yang dihadirkan oleh Shailene dan Ansel sudah benar-benar melekat kuat. Apalagi ketika cerita dalam film ini telah menghadirkan banyak unsur romantis dengan kata-kata yang sungguh manis, plus tak lupa untuk beberapa momen yang sanggup menitikkan air mata untuk para penontonnya. Tentu saja ini adalah salah satu film yang banyak dicari oleh pasangan muda-mudi.

Salut untuk Josh Boone dan para penulis handal seperti novelisnya, John Green, yang sudah membuat banyak kata-kata dari film ini menjadi sungguh berarti dan akan selalu dikenang oleh para penontonnya. Membuat kedua pemain utamanya menjadi mampu untuk menduduki the next American Sweetheart (mungkin saja).

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath