Tentang Film "Death Note: Part 1 & 2"

Kita semua tahu bahwa Jepang sangat terkenal dengan Manga-nya, sebuah komik yang memiliki desain gambar unik dan sudah menjadi kebudayaan tetap negara tersebut. Beberapa manga pun memiliki tema yang tak kalah uniknya, apalagi jika ada sangkut pautnya dengan kematian. Yup, mungkin cerita mengenai malaikat kematian, iblis, dan takhayul sudah banyak diulas di negara sakura ini, sama seperti yang baru muncul beberapa bulan kemarin, ada Black Butler, yang berkisah tentang sang pelayan maut yang ternyata adalah iblis. Tapi bukan film itu yang akan dibahas, melainkan film yang sudah terbit selama satu dekade sebelumnya, yang sama-sama diambil dari kisah Manga, yang berjudul Death Note atau Buku Kematian.


Mungkin yang sudah membaca komiknya pasti tahu tentang betapa rumit kisahnya ini. Sebab tokoh utamanya, yaitu Light Yagami, bisa dikatakan adalah salah seorang psikopat yang sungguh cerdas. Sejak ia menemukan buku kematian yang tiba-tiba saja terjatuh di jalanan, ia pun langsung mencari tahu apa gunanya buku tersebut dengan membaca banyak peraturan di dalamnya. Hingga pada saat ia mencobanya, yaitu dengan cara menuliskan nama orang yang ia ingin matikan, akhirnya ia sadar bahwa buku tersebut bukan lah sebuah lelucon. Apalagi ketika sang malaikat kematian atau shinigami yang bernama Ryuuk datang menghampirinya dan berkata bahwa buku tersebut adalah miliknya.

Light yang memiliki latar belakang hukum dan sangat ingin menegakkan keadilan, langsung memiliki rencana besar untuk menggunakan death note ini dengan sebaik mungkin. Tanpa rasa takut dan iba terhadap umat manusia, Light memutuskan untuk membunuh semua penjahat yang ada di Jepang, baik itu yang sudah tertangkap, belum tertangkap, dan yang dibebaskan dari hukuman. Light yang memang pada awalnya memiliki trauma terhadap seorang penjahat yang kebal hukum, bersungguh-sungguh untuk melakukan semuanya itu, hingga nama samaran yang akhirnya menjadi sangat terkenal pun muncul, yaitu KIRA.

Awalnya, rencana Light berjalan dengan lancar, tapi sayangnya, ia harus mulai bergidik ketika muncul seseorang yang memiliki kepintaran yang sama dengan Light, yaitu L, seorang pria yang gemar memakai baju putih lengan panjang, dan penuh dengan gerak-gerik yang sangat aneh. Tapi dibalik keunikan L, ia pun mampu untuk berpikir layaknya Light, walau kisahnya sangat lama sampai akhirnya L benar-benar melihat bahwa Light adalah KIRA.


Death Note yang diadaptasikan ke dalam film layar lebar ini dibagi menjadi dua part, yang mengambil setengah dari kisah komiknya. Pada part pertama, kita akan melihat otak cerdas yang penuh dengan jebakan dari Light, yang juga pada akhirnya akan terpecahkan oleh L. Kita juga akan menemui beberapa perbedaan dari kisah yang ada di komiknya, khususnya pada saat adegan yang memunculkan seorang kekasih yang sedang balas dendam atas kematian calon suaminya yang telah dibunuh oleh KIRA. Mungkin dalam komik, kita sempat dibuat kebingungan mengenai nasib dari wanita tersebut, tapi di filmnya, kita akan langsung tahu bagaimana ia akan berakhir, dan itu sangat lah mengejutkan.

Untuk part yang kedua, yang diberikan judul Death Note: The Last Name, kisahnya pun menjadi lebih menarik. Kita akan menemui KIRA kedua, yaitu Misa Amane, seorang aktris cantik yang bahkan malaikat kematian pun sampai jatuh cinta terhadapnya. Oleh karena masa lalu Misa yang kelam, akhirnya ia menjadi sangat kagum dengan perbuatan KIRA, hingga ia menemukan Death Note yang lain dan memiliki malaikat kematiannya sendiri yang bernama Rem, ia pun memutuskan untuk membantu KIRA, sampai akhirnya bertemu dengan Light dan membuat segalanya menjadi lebih kacau.


Light yang sudah tergabung ke dalam tim penyelidikan bersama dengan ayahnya dan L yang masih mencurigainya, harus berpikir lebih keras mengenai cara untuk tidak ketahuan, sebab kemunculan Misa telah menjadi batu sandungan untuknya. Hingga sebuah rencana baru pun tercipta, sampai harus memberikan death note miliknya ke orang lain.

Di part yang kedua ini, kita akan langsung menemui ending dari semuanya. Kita tidak akan menemui tokoh-tokoh unik lain yang memiliki kepintaran percis seperti L, dan berbagai macam kasus lainnya yang sebenarnya tak kalah menarik. Tapi karena ini memang adalah sebuah film, rasanya lebih tepat untuk diakhiri cepat. Oleh karena itu, lagi-lagi kita akan menemui ending yang berbeda, yang sedikit dibelokkan ketika L dan Light sudah sampai di titik dimana mereka harus selesai bertempur.



Tentu saja karakter utama yang paling ditunggu-tunggu dalam film ini adalah dari L itu sendiri. Dengan gayanya yang selalu aneh dan lucu, tapi pintar dan kelam, ternyata mampu menjadi magnet bagi para penggemar komiknya. Karakter tersebut pun berhasil diperani oleh Ken'ichi Matsuyama dengan sangat gemilang. 

Chemistry ketika ia sedang bertempur dengan Light juga oke. Setelah Tatsuya Fujiwara bermain dalam Battle Royale, ternyata ia kembali hadir dalam film ini sebagai seorang psikopat pintar, daripada seorang pria lemah di film yang sebelumnya tersebut. Kehadirannya sungguh mencerminkan seorang Light yang ternyata memiliki kejahatan tersendiri di dalam batinnya, dan itu lah yang membuat film ini menjadi sungguh sangat menarik untuk ditonton. Mantap!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath