Tentang Film "American Beauty"

Film layar lebar pertama karya Sam Mendes ini bisa dikatakan adalah salah satu film yang sangat perfect, baik itu dari bentuk ceritanya, editingnya, penokohannya, musiknya, dan lain sebagainya. Lihat saja, OSCAR pun rela memberikan lima piala sekaligus serta dua nominasi untuk film ini. Walaupun covernya sedikit menipu, tetapi isi dari film ini nyatanya lebih dalam dari yang namanya 'kecantikan' itu.


American Beauty, bercerita tentang sebuah keluarga yang sama-sama memiliki kekacauan ketika kita diajak untuk melihat sekilas dari kehidupan mereka bertiga, yaitu Lester Burnham (Kevin Spacey), Carolyn Burnham (Annette Bening), dan Jane Burnham (Thora Birch). Namun semuanya diawali dari Lester, yang dimana ia lah yang menjadi narator sampai film ini selesai.

Lester diceritakan sebagai seorang ayah yang juga adalah pecundang di dalam keluarga beserta pekerjaannya. Istrinya, Carolyn, dan anaknya Jane, benar-benar merasa bahwa Lester sama sekali tidak berguna. Citranya itu pun mulai makin parah ketika Lester bertemu dengan salah seorang teman anaknya, bernama Angela Hayes (Mena Suvari). Mata Lester yang seakan tak bisa berhenti untuk menatap paras Angela yang sangat cantik, membuat istri dan anaknya menjadi sangat dengki terhadapnya. Lester sendiri memang sangat menyukai Angela dan selalu berkhayal tentangnya.



Di lain sisi, kehidupan dari Carolyn sebagai seorang sales properti juga tak kalah kacau. Sudah beberapa kali ia gagal untuk menjual rumah, membuatnya menjadi sangat stress. Ia pun sangat iri terhadap seorang pria yang juga sales namun lebih berhasil ketimbang dirinya. Hingga pada saat ia berhasil untuk menemui pria tersebut, akhirnya Carolyn bukan hanya berhasil belajar dari pengalaman pria itu, tetapi malah mereka berdua langsung menjalin kasih tanpa sepengetahuan Lester.


Kemudian, kita juga akan melihat kehidupan dari seorang ABG muda bernama Jane yang selalu tak ingin tampil cantik di dalam lingkungan sekolahnya. Ia adalah anak muda yang sedang menjalani kehidupan pubertasnya, sehingga ia masih kebingungan bahkan tak menyukai keluarganya. Namun, jodoh datang tanpa diundang, tiba-tiba saja muncul seorang pria aneh bernama Ricky Fitts yang juga adalah salah seorang penghuni baru di sebelah rumah Jane. Ricky sangat menyukai Jane, bahkan ia selalu mengeluarkan Video Camera nya dan selalu merekam Jane, baik itu ketika sedang di rumah hingga di sekolah. Jane pun meresponi Ricky, yang pada akhirnya mereka berdua berhasil menjadi sepasang kekasih.

Kehadiran Ricky bukan hanya berdampak untuk Jane, begitu pula terhadap ayahnya, Lester. Karena ketika tanpa sengaja mereka berdua bertemu, Ricky pun langsung menawarkan Lester sebuah narkoba yang ternyata sangat diterima olehnya. Yah, pekerjaan sampingan Ricky adalah seorang pengedar. Lalu, sejak saat itu, Lester selalu menghubungi Ricky ketika ia sedang butuh narkoba darinya.



Dampak dari narkoba ini ternyata mampu mengubah kehidupan Lester serta keluarganya. Karena sejak saat itu, Lester jadi semakin berani untuk mengungkapkan sesuatu terhadap Carolyn dan Jane dari perlakuan tidak adil yang sudah diterimanya selama ini. Ia bukan lagi seorang pria yang pengecut, tetapi sangat berani, yang saking beraninya, ia pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya, dan kembali ke pekerjaan lamanya, yaitu tukang masak makanan siap saji. Ia juga mulai berolah-raga, membuat tubuhnya menjadi lebih muscle, dengan tujuan agar bisa memperlihatkannya ke Angela, temannya Jane.

Sebagai penonton, perasaan kita akan sangat dipermainkan. Awalnya mungkin kita akan iba terhadap Lester, lalu kemudian terhadap Carolyn, dan akhirnya Jane. Apalagi ketika kita melihat bahwa Lester telah melakukan hal yang cukup menjijikkan dengan menyukai Angela, membuat rasa simpati kita akan menjadi hilang terhadapnya. Tetapi, yang akan kita lihat selanjutnya adalah sesuatu yang akhirnya membuat diri kita sendiri menjadi sangat merasa bersalah. Karena di akhir ceritanya, kita akan melihat sebuah klimaks ketika semuanya sudah berjalan sangat kacau, namun diiringi dengan sebuah argumen yang akan mendeskripsikan tentang sebuah kematian dan peristirahatan yang tenang, yang pada akhirnya membuat film ini menjadi terlihat sangat perfect.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath