Serial TV: Bates Motel (Season 1 & 2)

Semua pecinta film, khususnya yang bertajuk horror tentu sangat mengetahui akan film Psycho yang pernah tampil pada tahun 1960, dan disutradarai oleh seorang ahli horror ternama bernama Hitchcock. Film yang diambil dari buku karangan Robert Bloch dengan judul yang sama tersebut telah memberikan sebuah kontribusi yang besar di dalam dunia perfilman. Karena berkat film yang pada awalnya terdapat banyak pro dan kontra ini lah, banyak pembuat film horror lainnya menjadi wajib untuk mempelajari teknis pembuatan dalam film ini. Tentu saja penonton tak akan lupa akan adegan pembunuhan di dalam kamar mandi yang sangat mencekam tersebut, apalagi disertai dengan suara musik yang sanggup membuat para penontonnya menjadi ngeri serta kaget.

Film ini pun sempat dibuat sekuel bahkan bentuk rebootnya, yang sangat disayangkan, sudah mengecewakan. Belum ada yang bisa menandingi karya besar dari Hitchcock tersebut. Namun, mungkin bukan lah sebuah sekuel atau reboot yang harus dibuat, tetapi sebuah serial televisi, atau sebuah prekuel yang menceritakan mengenai kehidupan Norman Bates, sewaktu dirinya belum benar-benar berubah menjadi sang psikopat terkenal di kotanya.


Antthony Cipriano berusaha untuk membuat prekuelnya menjadi mungkin di stasiun televisi A&E. Tahun 2013 adalah tahun pertama dimana kita semua bisa menonton kisah hidup dari sang pembunuh ini. Hingga pada waktu paras dari Vera Varmiga dan Freddie Highmore muncul sebagai pemeran utama, tentu semua penonton menjadi sangat penasaran karena sepak terjang kedua pemain tersebut sudah sangat menjanjikan. Apalagi baru kali ini Freddie bermain menjadi seorang pria yang nantinya akan dibenci oleh banyak penonton, setelah sebelumnya ia selalu menjadi anak manis di dalam setiap filmnya.

Kisahnya sendiri dimulai ketika pertama kalinya Norma dan Norman Bates (Vera dan Freddie) berpindah ke sebuah kota fiksi bernama White Pine Bay, menuju ke rumah besar yang memiliki motel di depannya. Hebatnya, rumah tersebut adalah rumah yang sama dari film-film Psycho sebelumnya. Namun, walau keadaan masih sama, yaitu lama, tetapi teknologi tetap mengikuti perkembangan jaman, semua pemain pun wajib memegang Iphone, dan sudah bisa mengerti akan internet. Di dalam rumah barunya ini, mereka berdua memutuskan untuk menjalani kehidupan yang baru sejak suami Norma serta ayah dari Norman meninggal dunia. Namun siapa yang sangka, kalau masalah-masalah baru akan menghantam kehidupan mereka berdua nantinya.


Di episode pertama pada season yang pertama pula, para penonton langsung diberikan sebuah konflik besar yang bisa mengingatkan kita semua terhadap salah satu kejadian pada Film Psycho, yang ternyata memang mampu untuk mengundang para penontonnya menjadi terus menyimak kelanjutan kisahnya.

Digambarkan, Norma adalah seorang ibu yang selalu mem-protect anaknya, walau bisa membuat Norman menjadi sangat kesal. Emosi dari Norman sendiri selalu meluap dengan sangat tidak menyenangkan. Freddie tentu berhasil mengekspresikan sebuah emosi yang sangat membuat para penontonnya menjadi tidak menyukainya. Namun parasnya yang tampan, memang sengaja dipakai dalam film ini, karena ia juga akan menjadi seorang pria yang sangat laku di kalangan teman-teman sekolahnya (walau tidak semuanya), bahkan sampai seorang guru sekali pun.

Konflik pun akan semakin bertambah ketika rumah mereka kedatangan kakak pria dari Norman, yaitu Dylan Massett (Max Thieriot). Seorang pria bengal, yang selalu menyusahkan keluarganya dengan pekerjaannya yang haram. Tetapi siapa yang sangka kalau ternyata ia bisa sangat berguna untuk kehidupan Norma dan Norman nantinya.



Di serial ini, semua akan dititik beratkan untuk Norma dan Norman, tentang bagaimana cara mereka bisa bertahan hidup, dan bagaimana Norman bisa berubah menjadi seorang psikopat, yang bukan lagi menjadi rahasia umum bagi kita semua, soal sewaktu Norman sedang berubah menjadi seorang pembunuh, kita semua tahu tentang bagaimana ia melakukan pembunuhannya tersebut, ya sudah jelas karena ada campur tangan dari ibunya sendiri.

Awal cerita, memang terasa janggal dengan apa saja yang dilakukan oleh Norma terhadap Norman. Tetapi lama kelamaan, sewaktu beberapa rahasia sudah terungkap, rasanya normal-normal saja dari semua hal yang sudah terjadi. Norma tetap menjadi seorang perempuan yang stress karena masalah yang segudang, seperti akan dibangunnya jalan tol yang akan membuat bisnis motelnya menjadi rugi, tapi masih bisa mengendalikan dirinya sendiri dengan perfect. Dan untuk Norman, yah, ia hanya seorang pria yang memiliki penyakit yang tak pernah diobati. Walau banyak sekali problem yang terjadi di White Pine Bay, seperti masalah pembunuhan, narkoba, dan lain-lainnya, yang memang masih ada sangkut pautnya untuk proses perubahan Norman ke depannya, tetapi jujur saja, ada sedikit kekecewaan sewaktu mengetahui kalau kekejaman seorang Norman Bates masih belum terlihat luas hingga di akhir season keduanya. Semoga saja di season yang berikutnya nanti, kita semua benar-benar akan menyaksikkan kisahnya dengan lebih puas lagi.

Tapi tetap, Vera Varmiga sangat pantas untuk menjadi Ibu dari Norman Bates. Ditambah Sheriff Alex Romero (Nestor Carbonell) yang selalu berwajah dingin tersebut juga merupakan karakter yang menarik untuk kita semua simak, tentang bagaimana ia bisa menjaga keseimbangan di dalam kotanya tersebut. Lalu Freddie Highmore, baiklah, walau di season kedua agak kurang kuat penampilannya, tetapi kita tunggu saja akan season ketiganya nanti.


Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath