Tentang Film "How to Train Your Dragon 2"


Lagi-lagi pertengahan tahun ini kita semua dapat dihibur oleh sebuah film animasi yang sangat bagus, dan mampu memanjakan mata serta pikiran. How to Train your Dragon 2, sebuah sekuel dari kisah para manusia viking dalam kota yang bernama Berk, yang tiba-tiba saja kedapatan bahwa diri mereka ternyata bisa berteman dengan seekor naga yang sudah sejak lama sangat mereka benci. Hiccup (Jay Baruchel) sebagai pemersatu mereka, sekaligus sang pengendara naga hitam, Night Fury yang sangat langka, yang diberinya nama Toothless, mulai melakukan sebuah eksplorasi besar di sekuelnya yang kedua ini. Karena ia sudah bisa mengendarai seekor naga, ia pun berusaha untuk membuat sebuah peta dengan berkeliling di beberapa tempat yang belum ia ketahui. Namun, oleh karena hobi barunya tersebut, sebuah masalah baru pun datang menghampiri.

Adalah Drago, seorang pengendara naga yang ternyata lebih dahulu ketimbang Hiccup dan kawan-kawannya. Namun caranya berkomunikasi dengan para naga tersebut bukan lah dengan cara berteman seperti Hiccup, tetapi dengan cara yang menakutkan hingga membuat para naga tersebut menunduk kepadanya, sampai ke rajanya naga sekaligus.


Hiccup mengira bahwa dirinya mampu membuat Drago (Djimon Hounsou) menjadi berubah pikiran sama seperti dengan apa yang sudah ia lakukan di dalam kota tempat tinggalnya. Tapi pada kenyataannya ini merupakan satu peristiwa yang rumit. Apalagi ketika Hiccup yang tiba-tiba saja harus bertemu dengan seseorang yang tak pernah ia sangka dalam kehidupannya. Orang ini lah yang pada akhirnya membuat Hiccup menjadi lebih mengerti dan mengenal akan siapa dirinya, dan mengapa ia sangat berbeda dengan laki-laki viking sebayanya, dimana mereka semua sama-sama memiliki tubuh yang besar dengan kekuatan yang mumpuni. Lalu, lewat orang ini juga lah, Hiccup dapat menjawab mengenai keinginan ayahnya, Stoick (Gerard Butler), yang sudah berencana untuk mewariskan tahtanya sebagai kepala suku kepada Hiccup.




Banyak hal yang terjadi di dalam film ini, yang mampu memuaskan ekspektasi dari para penontonnya, apalagi jika kita sudah menonton seri pertamanya. Karena jika yang pertama hanya terdapat satu naga besar, disini pun kita dapat menemui dua ekor naga es raksasa dan saling bertarung pula. Kemudian tak lupa untuk senjata baru Hiccup, sebuah pedang api dan gas yang dapat membuat sebuah ledakan besar jika sudah terpercik api. Kemudian, tentu saja kita semua tak akan bisa melupakan tentang kejadian akhir, dimana Toothless pada akhirnya mengeluarkan senjata pamungkasnya, dan mengingatkan gua dengan Film Godzilla yang baru tampil kemarin juga (coba di check).

Film yang berasal dari buku dengan judul sama ciptaan Cressida Cowell ini, tentu akan sangat ditunggu sekuel ketiganya atau yang terakhirnya berdasarkan dari novelnya sendiri. Mari kita lihat, apakah Dean DeBlois yang juga sang pencipta animasi Lilo and Stich, akan mampu mendapatkan penghargaan OSCAR kini? (soalnya tahun lalu ia masih kurang beruntung). Kemudian, apakah sekuel ketiganya yang sudah direncanakan akan rilis pada tahun2016 tersebut mampu tampil lebih besar lagi?

Let's wait.....

Thanks
Gbu all...

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath