Tentang Film "The Edge of Tomorrow"

Hingga pertengahan tahun ini, bisa dikatakan The Edge of Tomorrow adalah film yang paling menarik untuk ditonton. Banyak hal yang sungguh di luar dugaan dalam film ini, yang membuat banyak penontonnya menjadi terkesima sewaktu detik awal kemunculan banyak gambar dokumenter bak realita sampai sosok Tom Cruise yang kita semua tahu bahwa ia selalu berhasil menjadi seorang aktor yang baik di dalam film yang baik pula. Namun bukan hanya oleh karena itu saja, pada saat para penontonnya dibawa ke cerita asli dari film ini, maka kita semua pun akan terhipnotis olehnya.


Ceritanya sendiri dimulai ketika jatuhnya sebuah meteor yang ternyata malah membawa petaka ke dalam kehidupan di Bumi. Banyak alien yang diberi nama Mimic muncul untuk membinasakan umat manusia hingga beberapa negara besar pun kalah, seperti Perancis. Lalu, oleh karena umat manusia masih berjuang untuk mempertahankan bumi mereka, berbagai macam cara akhirnya digunakan untuk melawan para Mimic tersebut, dan cara terakhir mereka adalah dengan membuat pakaian ala robot yang memiliki kegunaan untuk memperkuat tiap pukulan, dan memberikan beberapa senjata berat dari badan hingga tangan.

Saat sosok Tom Cruise muncul, baru lah dimulai inti ceritanya. Ia digambarkan sebagai seorang pria bernama Cage yang sungguh pengecut dan penakut untuk menjadi seorang tentara di medan perang, namun sayangnya ia diharuskan oleh seorang atasan yang malah menjeratkan ia untuk masuk ke dalam medan perang keesokan harinya. Mau tak mau, ia wajib untuk menjadi sasaran bulan-bulanan dari para mimic tersebut.

Menariknya, sewaktu Cage sudah di medan perang dengan kondisinya yang sangat tak stabil, ternyata nasib telah menuliskan bahwa ia harus memiliki kemampuan yang sungguh unik, yaitu bisa 'kembali ke masa lalu', dimana H-1 sebelum perang antara umat manusia dengan mimic dimulai. Kekuatannya tersebut pun dimulai sewaktu ia sedang berada di medan perang (nanti ditonton saja ya biar lebih menarik). Intinya adalah, ia akan kembali ke masa lalu dengan cara 'mati', 'meninggal', or 'die'. Yup, ketika ia mati maka ia akan terbangun kembali ke detik dimana ia sedang dijebloskan oleh atasannya ke dalam pangkalan perang (H-1).


Cerita ini diambil dari sebuah buku yang berasal dari Jepang, bernama "All You Need is Kill" ciptaan Hiroshi Sakurazaka, hingga pada akhirnya dibeli oleh Warner Bros dan disutradarai oleh Doug Liman, yang pernah menyuguhkan film action sangat menariknya: The Bourne franchise. Ternyata ia memang seorang sutradara yang masih belum mengecewakan. Karena lewat film terbarunya ini, ia berhasil untuk mengambil hati banyak masyarakat bahwa ia sungguh sanggup untuk membuat sebuah film yang memiliki kadar action, cerita, dan romansa yang sangat lah tepat. Pemilihan pemainnya pun sungguh pas, seperti Tom Cruise, dan tentu saja Emily Blunt sebagai Rita dengan senjatanya bak pedang besar sebagai ciri khas kebanyakan anime Jepang.

Keren adalah kata pertama yang sanggup untuk menggambarkan film ini secara keseluruhan. Apalagi sewaktu para penontonnya sudah mengetahui inti cerita yang sebenarnya dari film ini. Sangat menyenangkan pada saat kita tahu kalau ada cara yang unik untuk menjadi seorang time travel, dimana emosi kita pun akan dibawa melaju kencang hingga jalan ceritanya sudah berada di ending yang sangat aman plus romantis tersebut. Yah, mungkin film ini akan masuk ke salah satu penghargaan Oscar di Febuari nanti. I hope it so much!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath