Bertahan.

Beberapa minggu ini, gua sempat memikirkan soal mengapa sangat banyak manusia yang memutuskan untuk tetap bertahan hidup, dan sedikit sekali yang pada akhirnya melakukan yang namanya bunuh diri. Gua selalu merasa kalau hidup ini adalah sebuah persaingan yang tiada akhir, hingga kita meninggal nanti. Yah, memang benar, sama halnya dengan yang sedang gua lakukan sekarang, di dalam dunia pekerjaan. Banyak hal yang dapat ngebuat gua jadi down atau bahkan kalah dalam persaingan, seperti saat sedang dimarahi bos, gagal masuk ke dalam suatu perusahaan yang sudah gua apply, dan masih banyak lagi. Semua hal tersebut adalah kekacauan yang lebih luar biasa ketimbang di dalam dunia perkuliahan gua selama tiga setengah tahun kemarin, yang sebenarnya masih dapat gua handle, sedangkan di dalam dunia pekerjaan ini, yang namanya 'berpikir' dan 'bertindak cepat' adalah hal yang mutakhir yang harus terus-menerus ditingkatkan.

Siapakah diri kita? Harus kita tentukan sejak dini. Seperti dalam penentuan soal hobi, cara berkomunikasi, dan cara berpakaian. Walau harus gua akui, hobi adalah hal terpenting untuk kita semua tingkatkan, dan kalau bisa perbanyak lah hobi kita semua, sesuaikan dengan situasi kondisi dunia global saat ini. Contohnya adalah hobi mendesain sesuatu, seperti menggunakan photoshop dan premiere. Sekalian hobi dalam bermusik untuk sebuah hiburan, hobi dalam berbicara, untuk presenting or public speaking, dan hobi-hobi lainnya. Kalau gua, sudah pasti adalah menulis yang paling utama. Untunglah gua sudah menulis sejak masih kecil, dan mulai menaunginya sejak SMP di dalam blog tercinta gua ini, jadinya gua masih memiliki skill yang gua yakini kalau ini adalah salah satu kekuatan gua. Ngomong-ngomong, hobi berbahasa juga adalah senjata pamungkas kita yang sudah tak terelakkan lagi. Mandarin, inggris, jepang, korea, jerman, rusia, dan perancis, adalah negara-negara yang sungguh gua impikan bisa mengerti dan mengucapkan betul semua bahasa mereka. Oleh karena itu, jika ada yang sudah memiliki anak, hal ini adalah suatu kewajiban untuk mereka semua. Hajar!

Sekarang balik lagi ke masalah kehidupan yang tiada akhir, dimana jika kita lihat secara kasat mata, ternyata jumlah kehidupan itu memang sangat banyak daripada kematian. Hal ini menandakan bahwa walaupun banyak manusia baik itu dilahirkan miskin, kaya, atau sedang-sedang saja, dan walau mereka semua sama-sama memiliki masalah yang berbeda, tetapi mereka memutuskan untuk tetap bertahan hingga maut datang, namun bukan secara bunuh diri.

Banyak manusia yang berusaha untuk tetap hidup, bertahan dari segala rintangan, dan mencoba untuk mencapai garis finish. Gua sangat malu jika semua permasalahan yang sedang gua hadapi sekarang, ngebuat gua jadi merasa ingin bunuh diri. Yap, I feel it. Baik itu dari masalah percintaan (yang paling terutama), lalu masalah pekerjaan (yang ternyata kedua), sedangkan masalah pertemanan (oke lah, sudah sangat menghilang, but I dont know).

Malam hari ini gua berjanji, setelah stalker seseorang yang sedang gua sukai, dan gua yakini kalau gua tak bisa memilikinya, gua pun berjanji, untuk akan terus bertahan dan selalu berusaha untuk me-manage semua hal-hal negatif yang masih ada di dalam diri gua. Gua akan terus mengikuti persaingan dalam kehidupan ini, dan berusaha untuk menjadi orang besar di kemudian hari nanti.

Ya, gua akan bertahan.

Thanks God
Gbu all

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath