Kotoran Burung, Belum Makan, Uang Jajan, dan Iklan Gagal!

Pagi ini ketika gua ke kantor, sedihnya diawali dengan jatuhnya taik burung ke celana bahan gua pada saat gua sedang mengendarai motor. Pada saat gua hapus pun ternyata masih membekas dan membuat gua jijik habis sama nih celana. Namun untung lah, baunya tidak tersebar kemana-mana di dalam kantor yang ber-AC ini.

Lalu ketika gua sudah sampai di kantor, ternyata gua tak bisa makan pagi lagi, karena gua begitu malu untuk memakan nasi uduk yang selalu gua beli di samping kantor, dengan harga yang sangatlah tidak bersahabat, yaitu RP 9000,-. Isinya sendiri tak begitu banyak, hanya nasi uduk, lalu tempe orek sedikit, dan telur satu. Hayah! Padahal jika gua bisa bangun lebih pagi, gua bisa beli nasi uduk di dekat kosan gua, dan harganya pun lebih murah, yaitu Rp 7000,- dan isinya bisa berupa gorengan, dan beberapa lauk pauk yang gua suka. Menyebalkan!

Masalah bangun pas-pasan ini pun disebabkan oleh seringnya gua tidur jam dua belas malam, padahal gua selalu pulang jam enam dan merasa sangat ngantuk. Tapi gua tidak memakai jam sore itu untuk tidur hingga pagi, tetapi untuk 'kebanyakannya' adalah membantu teman-teman gua, ketika mereka meminta tolong gua untuk mengerjakan skripsinya mereka, walau dengan semampu gua saja. Lalu juga ketika gua sedang tak ada kerjaan di kosan, gua pun terkadang berkeinginan untuk mendownload film di dalam tempat nongki di sevel dekat kosan gua, yaitu sevel mabes sebelah sekolah santo leo. Dan ketika gua sudah keasyikan, maka gua bisa download beberapa film sampai jam dua belas lewat malah ckckck....

Lalu, apa saja kah yang sudah gua lakukan pagi ini ketika gua sedang di kantor, yah mungkin sudah biasa untuk beberapa anak magang, yang dimana tak dikasih kerjaan. Namun gua pun harus siap-siap untuk beberapa kerjaan yang sudah mereka beritahukan sejak awal yang nyatanya sungguh berat nantinya. Hahaha.... let's waiting....

Kemudian bagaimana dengan uang jajan gua?? Waduh! Gua sedang sangat berterima kasih sama Nyokap gua, karena ketika gua sedang balik ke rumah asli gua di dadap kemarin, gua pun banyak bercerita mengenai masalah keuangan gua, yang hingga akhirnya isi dompet gua pun dikasih lebih, dengan tujuan untuk membeli beberapa kemeja khusus kantor, lalu juga sepatu pantopel. Nah, mungkin ada sedikit kisah agak malu untuk baju kantor gua, yang dimana sejak awal kerja gua sudah sering salah memakai baju kantor. Yah, namanya gua sejak kuliah selalu membeli kemeja yang lebih mencolok, dan bermotif mengundang perhatian (namun tidak kekorea-korean yah, tapi lebih ke elit keren hehehe), intinya adalah gua tidak punya kemeja yang biasanya digunakan di kantor-kantor, yang mungkin lebih ke satu warna dan tidak mencolok (banyakan sih putih dan bewarna biru muda). Nah, setelah seminggu lebih, gua pun harus membeli baju kerja setelah pulang dari kantor pada hari ini! Gua harus beli kira-kira dua kemeja kerja, dan satu pantopel untuk mendukung pekerjaan gua.

Lah, betewe, kok gua bilang 'gua pun haru membeli baju kerja setelah pulang dari kantor??' Emangnya sekarang gua lagi ngapain di kantor?? Yah tentu saja ngeblog lahhh!! Dan sudah ada tiga post yang gua buat, yang sebenarnya sudah gua pending sejak lama, padahal ide-ide untuk menulis ini sudah berada di otak, dan kini sudah gua realisasikan ketika gua sedang tak ada kerjaan di dalam kantor. Jadinya sambil menunggu jam istirahat, gua pun memutuskan untuk menulis saja, sebanyak-banyaknyaaa!!! Wkwkwkwk......

Oh iya, mungkin gua memang harus mulai banyak menulis lagi di dalam blog gua ini, sebab beberapa hari kemarin gua baru saja mendapatkan pemberitahuan mengenai peng-non-aktifan layanan iklan di dalam blog gua sebab statistik blog gua belum mencapai sepuluh ribu selama sebulan kemarin. Rata-rata hanya mencapai lima ribu lebih saja, dan yah.... sekali lagi gua tak bisa mendapatkan duit dari blog ciptaan gua ini. Sedihnya... ckckck...

Yah begitu saja.... Dan sekarang gua sudah sangat lah lapar, lalu waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang.

Semangat Anton!! Huahhh....

Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath