Desperate

Bicara mengenai keadaan hati, mungkin kali ini bisa gua ungkapkan tentang hal-hal menyedihkan yang sudah terjadi belakangan ini, yang dimana lagi-lagi gua harus bisa bertahan hidup, walau harus diterjang oleh berbagai macam rasa sakit yang telah membuat air mata gua keluar lagi dengan sendirinya.

Semua ini mengenai kisah cinta gua kembali, dan semuanya berawal dari ketika gua masih mengejar orang yang lama, dan mencoba untuk mendapatkan seseorang yang sudah gua ketahui kalau hal ini adalah suatu kemustahilan. Memang, hal yang sudah diketahui adalah hal yang paling tak menyenangkan. Apalagi gua masih terus melanjutkan 'percobaan' tersebut, yang pada akhirnya jika ada satu orang saja yang sudah gua beritahukan tentang semuanya, maka gua bisa disebut sebagai 'desperate man'.

Gua sudah tidak berdaya untuk memutuskan yang terbaik buat hidup gua mengenai rasa cinta ini. Semuanya gua ambil berdasarkan 'apa yang hati ini inginkan', bukan dari 'apa yang logika gua sudah kerjakan'. Lalu seperti biasa, jika hati gua sudah gua penuhi keinginannya, maka gua pun sudah pasti memiliki harapan yang sangat lah besar. Harapan yang bak keajaiban dari Tuhan, yang semuanya turun dengan indahnya seakan tangan Tuhan sudah dengan cepat membuka pintu hatinya untuk gua. Tapi tetap gua tidak tahu apakah memang ia pantas menjadi jodoh gua atau tidak, jika berdasarkan pandangan dari Tuhan.... 

Apakah Tuhan memang sudah mempersiapkan jodoh yang terbaik untuk gua?

Gua rasa gua tetap butuh untuk hidup bersamanya kini. Untuk yang sudah gua kejar lama tersebut tentunya. Lalu bagaimana dengan yang sedang gua 'coba'? Ah gua rasa sama saja. Tak ada yang berbeda. Keduanya tidak merespon setiap perbuatan gua yang setidaknya sudah gua tunjukan dengan jelas bahwa gua suka sama mereka berdua. Yap, sekali lagi ini lah yang gua sebut sebagai desperate. Walau tak ada respon, tapi gua lakukan saja terus. Seperti orang bodoh yang terus mengemis cinta di dalam hati, serta tidak pernah mengambil keputusan yang tegas untuk pergi saja dari mereka berdua. Gua intinya hanya masih 'berharap'. Itu saja....

Lalu bagaimana untuk semua tangisan gua yang tiba-tiba saja keluar pada saat ada momen yang tak terduga, yang ternyata sudah menyakiti hati gua tersebut? Yah, gua biarkan Tuhan gua saja yang tahu kalau gua pada saat itu sedang menangis....

Gua ingin Tuhan merasa kasihan sama gua, dan Ia dapat segera mengabulkan keinginan gua.... Dari semua rasa sakit yang sudah gua alami ini.

Gua tak peduli setiap orang akan menganggap gua apa. Yang pasti semua ini sudah sangat melemahkan diri gua yang memang sudah kurus ini. Dimana sekarang gua seperti merasa selalu sesak di dada, setiap waktu.... 

Sakit.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath