Tentang Film "The Hobbit: The Desolation of Smaug"


Kisah petualangan epic, Bilbo Baggins (Martin Freeman), kembali ke seri keduanya di akhir tahun 2013 ini. Setelah Bilbo menemukan sang cincin keramat di seri pertamanya, kini ia pun sudah berubah menjadi lebih berani untuk bertarung dan menolong para Dwarf untuk mendapatkan kembali kerajaan yang hingga kini masih dihuni oleh naga besar dan raksasa, bernama Smaug (disuarakan oleh Benedict Cumberbatch).

Bersama Gandalf (Ian Mckellen), si penyihir abu-abu, Bilbo dan para Dwarf lagi-lagi menemukan banyak hambatan di setiap perjalanannya menuju ke 'lonely mountain'. Yang pertama mereka harus menemukan seorang perubah wujud, dimana ia bisa menjadi seekor beruang raksasa lalu juga manusia biasa (namun tetap kuat dan besar). Kedua mereka juga harus melewati sebuah hutan yang memiliki ancaman dari banyak laba-laba besar yang siap untuk menerkam mereka satu-persatu. Ketiga, mereka pun harus mencari cara untuk melepaskan diri dari pasukan para elf hutan yang dipimpin oleh Thranduil (Lee Pace) yang dikatakan telah mengkhianati bangsa dwarf sewaktu bangsa dan kerajaan mereka diserang oleh Naga Smaug. Keempat plus kelima, mereka harus tetap melepaskan diri dari para Orc yang kelaparan, lalu juga melewati Kota Danau yang dikuasai oleh para manusia, lengkap dengan kisah politik sekilasnya.

Namun pada waktu mereka akan melewati sebuah hutan yang dihuni oleh para laba-laba dan kawanan elf, Gandalf pun memiliki firasat untuk pergi sendirian menuju ke Kota Gol Guldur, sehingga ia harus dengan terpaksa berpisah dengan Bilbo dan para Dwarf. Gandalf sendiri berusaha untuk mengetahui hal gelap apa yang akan terjadi karena mulai munculnya banyak kejahatan dimana-mana. Hingga akhirnya ia tahu akan kehadiran sesosok Necromancer, sang kegelapan sekaligus sebuah 'mata' yang akan menjadi villain utama di kisah The Lord of the Ring.


Di seri yang kedua ini pun, kita akan menjumpai Legolas (Orlando Bloom), sang pangeran dari negeri elf hutan, yang sangat terlihat bengis dan hebat, sebelum ia akan menemani Frodo Baggins untuk menghancurkan sang cincin keramat. Legolas sendiri ditemani oleh Tauriel (Evalengine Lilly), seorang petarung elf yang hebat juga, yang dikatakan disukai oleh Legolas, namun Tauriel sendiri malah menyukai salah seorang dari para Dwarf yang telah ia selamatkan dari para laba-laba raksasa.

Berikutnya, setelah mereka sampai di Kota Danau, mereka pun akan bertemu dengan Bard (Luke Evans), seorang manusia yang sudah membawa mereka untuk melewati danau serta menyembunyikan mereka dari para pasukan di Kota Danau tersebut. Di tempat ini sendiri dikatakan kalau sebuah perang dengan Naga Smaug pernah terjadi, dan ayah dari Bard adalah salah satu petarung yang berhasil mencopotkan salah satu kulit perisai dari naga tersebut, namun tak ada satu pun yang percaya, hanya Bard dan anak-anaknya.



Terakhir, yang sudah lama kita tunggu-tunggu semenjak seri pertamanya, yaitu penampakan dari Naga Smaug pun akan kita lihat dengan jelas disini. Dan dengan teknologi yang mumpuni, kita akan melihat dengan jelas setiap bagian dari naga tersebut, mulai dari kepala hingga buntut, yang jelas-jelas terlihat sungguh menyeramkan, sesuai dengan perkataan banyak tokohnya. Hal ini pun menyatakan kalau Bilbo dan para Dwarf berhasil menuju ke 'lonely mountain' dan memasuki kerajaan dari para Dwarf yang kini sudah diisi oleh banyak emas tersebut. Dan sudah sejak awal tugas Bilbo adalah mencuri Arkenstone, sebuah berlian bersinar simbol dari kerajaan Dwarf, yang akan membuat Thorin Oakenshield (Richard Armitage), pangeran satu-satunya dari kerajaan tersebut, menjadi kembali dinobatkan sebagai raja.

Ini memang adalah sebuah cerita singkat dari novelnya J. R. R. Tolkien, prekuel dari kisah The Lord of the Ring yang sungguh kompleks tersebut. Sehingga kita tak akan menemukan hal yang lebih mendebarkan seperti banyak perang yang sudah disuguhkan di Film The Lord of the Ring. Hal ini terjadi oleh karena The Hobbit seharusnya tidak trilogi, tetapi hanya satu buku tok, yang dibuat menjadi trilogi, dengan setiap filmnya harus menempuh selama hampir tiga jam, sama seperti Film The Lord of the Ring. Namun tetap, Peter Jackson, yang seakan adalah sang penggemar berat dari J. R. R. Tolkien tersebut, ingin mempresentasikan hasil pikiran dari tokoh favoritnya itu. Ia pun juga berusaha untuk tetap menghibur para penontonnya, yang mungkin bukan dengan peperangan hebat yang sudah terjadi di kisah The Lord of the Ring, tetapi lewat penampakan dari Naga Smaug yang sungguh terlihat real tersebut. Namun sayangnya sekali lagi, serasa para animator lebih memfokuskan ke Naga Smaug, menyebabkan beberapa adegan lain yang melibatkan proses animating, terlihat kurang maksimal dalam pengerjaannya. Malah ada yang terlihat seperti sebuah video game, lalu pada waktu muka Martin Freeman di close up, cukup terlihat hasil editing kasarnya yang dimana untuk menghilangkan kerutan-kerutan muka tua dari Martin Freeman yang asli.


Yah, walau The Desolation of Smaug ini terlihat lebih banyak kekurangannya, tetapi tetap ada hal baru yang sudah ditampilkan di film ini, seperti sebuah peperangan singkat dan kecil antara para elf, orc dan para dwarf yang sedang berada di dalam tong sambil berjalan mengikuti arus sungai. Lalu juga untuk momen hebat yang berhasil ditampilkan pada waktu Legolas dan Tauriel sedang bertarung dengan para Orc lewat panah dan pedang milik mereka berdua. 

Hingga di akhir cerita, kita akan menemukan kalau peperangan yang hebat akan kembali dihadirkan di seri ketiganya nanti, yaitu The Hobbit: There and Back Again. Semoga saja bisa lebih baik dari The Desolation of Smaug ini.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath