Review: The Walking Dead Season 4



Setelah kita sering melihat ada banyak sekali pembunuhan para karakter hebat di dalam serial Film The Walking Dead pada season satu sampai tiga, kini kita akan menemukan hal yang serupa dalam season ke-empatnya di tahun 2013 ini. Namun tak disangka, ternyata kisah dari Rick Grimes (Andrew Lincoln) dan kawan-kawan kali ini akan semakin rumit dan begitu menyesakkan, bukan hanya disebabkan oleh para zombie kelaparan yang sedang menunggu mereka di luar sana, tetapi oleh karena "kekuatan ego" dari masing-masing karakter yang selalu memperlihatkan pada kita akan sisi buruk dan baiknya seorang manusia.

Kisahnya sendiri adalah kelanjutan dari yang sudah terjadi di akhir episode season ke tiga kemarin, dimana Rick, sebagai pemimpin kelompok yang tadinya hanya sedikit, memutuskan untuk mengajak puluhan orang yang sebelumnya adalah rakyat dari si pemeran antagonis tergila, yang sudah membunuh banyak orang secara membabi buta, yaitu: The Governor, atau kali ini ia menamakan dirinya sebagai "Brian". Lalu, sejak saat itu, mulai berubah lah peraturan-peraturan di dalam penjara tempat tinggal mereka semua sekarang, yang dimana mereka semua memiliki peranan masing-masing, seperti ada yang bertugas untuk menjaga keamanan, lalu mencari makanan dan obat-obatan di luar sana, serta bercocok tanam dan berternak babi.



Namun mungkin karena ingin meningkatkan tensi konflik atau masalah yang harus dihadapi oleh para tokoh di dalam film ini, sebuah wabah penyakit pun mulai diperlihatkan di episode pertamanya. Flu yang mematikan, yang akan menjadi masalah utama mereka disini (tepatnya di episode awal hingga pertengahan). Dan lagi-lagi ada pun beberapa karakter yang akhirnya mati, yang padahal sudah mengambil hati dari para penontonnya, dan berharap kalau karakter ini akan luar biasa di kemudian hari nanti, contohnya seperti yang sudah terjadi pada istri dari Rick, Lori Grimes (Sarah Wayne Callies) dan tak lupa untuk Andrea (Laurie Holden).

Ngomong-ngomong soal Andrea, di season kali ini pun akan ada beberapa tokoh yang memiliki perkembangan karakter yang sungguh kuat dan matang, seperti Carol Peletier (Melissa Mcbride), yang dulunya terlihat lemah, kini sudah matang berubah menjadi berani dan menantang; Lalu Daryl Dixon (Norman Reedus), yang walau memang ia sudah berubah di season ke tiga, tetapi sikap baiknya terlihat jelas disini; Kemudian Beth Greene (Emily Kinney) pun akhirnya berubah menjadi lebih berani dan mencoba untuk menyesuaikan diri dengan keadaan, ia yang dulunya pernah melakukan percobaan bunuh diri, kini ia sudah bisa menggunakan senjata api dengan hebat.




Lalu, bagaimana dengan keadaan dari The Governor? Seperti yang sudah disebutkan di atas, namanya sudah ia ubah menjadi Brian. Sejak momen kejam yang telah ia lakukan, teman-temannya atau para bawahannya pun memutuskan untuk meninggalkannya sendirian, membuat ia menjadi hidup di jalanan, hingga pada akhirnya bertemu dengan satu keluarga, dengan seorang anak perempuan yang sudah mengingatkan ia terhadap anaknya yang sudah lama ia pelihara sejak anaknya itu berubah menjadi zombie.

Awalnya seakan film ini akan memperlihatkan kalau Brian akan berubah karakternya lewat perjalanan hidup barunya. Tetapi nyatanya, ia lah yang akan membawa konflik besar di akhir ceritanya nanti. Jadinya film ini seperti ingin memberitahukan kalau kegilaan seseorang memang ada yang masih sulit untuk dihilangkan, yang pada akhirnya hanya dapat merugikan banyak orang (coba lihat sendiri di akhir ceritanya yang sangat miris tersebut).


Jika di season pertama ada Merle Dixon (Michael Rooker) sebagai pemeran antagonis utamanya (namun ia mati secara terhormat di season ketiga), lalu di season kedua ada Shane Walsh (Jon Bernthal) (seorang sahabat yang berubah menjadi keji karena kegilaannya akan cinta), maka bisa dikatakan The Governor atau Brian adalah tokoh antagonis terlama, karena ia setia berada di dua season, yaitu season ketiga dan keempat. Tingkat kesadisannya pun lebih besar ketimbang Merle dan Shane, jika kita lihat dari bagaimana ia membunuh para manusia dengan kejamnya, lalu bagaimana ia mempengaruhi banyak orang untuk melakukan hal yang kejam sesuai dengan egonya. Ia adalah tokoh antagonis bermata satu yang sangat luar biasa.



Namun sebelum kita akan menikmati kesadisan dari Brian, ada pun ciri khas yang akan lagi-lagi ditampilkan di film ini, seperti make-up gila-gilaan dari semua zombie yang bermain disini, lalu tentunya untuk konflik di dalam kelompok, serta sebuah keputusan yang mencenangkan (contohnya pada saat ada salah seorang anggota dari Rick yang harus diusir. Ini sangat lah mengejutkan untuk para penonton setianya yang sudah jatuh cinta terhadap tokoh tersebut. Siapa ya?) Dan di antara semua konflik yang ada, tetap lah para zombie yang menjadi masalah utamanya, yang dimana oleh karena apocalypse tersebut, kita akan melihat kalau yang namanya "bertahan hidup" dan "beradaptasi dengan lingkungan" adalah hal yang harus ada, sedangkan yang seharusnya tak ada adalah "harapan"  (namun hal ini tak berlaku untuk seorang bijak seperti Hershell (Scott Wilson) yang setidaknya masih terus berusaha memperlihatkan ke kita tentang gunanya sebuah harapan serta pengorbanan).

Yup, The Walking Dead memang adalah film yang lebih berbicara mengenai harapan, bertahan hidup, dan beradaptasi dengan lingkungan. Frank Darabont sebagai creator film ini sudah memperlihatkan kepada kita semua dari sebuah film yang sudah ia sutradarai dulu, yaitu "The Shawshank Redemption" yang memiliki pesan yang percis sama. Namun The Walking Dead akan terus menggejolakkan batin kita dengan setiap adegan yang akan selalu membuat kita berpikir,"ini lah kenyataan hidup." Perseteruan di dalam rumah tangga, internal kelompok, serta antar kelompok adalah hal-hal yang sering terjadi di dalam kehidupan nyata, yang sudah dipresentasikan dengan maksimal di dalam film ini, namun tetap tak menghilangkan unsur sadis dari keganasan para zombie dan setiap pembunuhan para walker tersebut.


Film ini sangat hebat, kita pun akan melihat perkembangan karakter dari para tokohnya satu persatu, yang dimana seakan film ini ingin berkata,"jika ingin bertahan hidup, kita harus bisa beradaptasi". Namun walau sehebat apapun tokoh tersebut, yang namanya ajal tetap lah tak bisa mereka ketahui, alhasil ada banyak tokoh-tokoh yang hebat, pada akhirnya harus mati di film ini.

Terakhir, jika kita ingin membahas mengenai akhir cerita dari season yang ke empat ini, yang dimana hampir serupa dengan yang sudah terjadi di season kedua, maka dapat kita prediksikan kalau setting film pada season ke lima di Bulan Febuari 2014 nanti akan berubah, bukan lagi di dalam penjara yang sudah berubah menjadi tempat yang tak aman untuk para survivor. Hal ini memang akan membuat para penontonnya menjadi tak sabar untuk melihat kembali kelanjutan dari kehidupan para tokoh utamanya, terutama Rick. Apalagi pada saat ada satu pertanyaan yang sangat menyiksa benak sejak selesainya season ke empat tersebut, soal dimanakah keberadaan dari sang bayi, anak dari Rick. Pastinya akan ada banyak hal yang mengejutkan di season ke limanya nanti. I hope.

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath