Waiting The Miracles

Malam ini, atau pagi dini hari ini, gua kembali terjun ke dalam titik kelemahan gua. Gua lagi-lagi bersedih karena beberapa kenyataan hidup yang begitu menyakitkan hati. Yah, ini adalah mengenai kisah cinta gua yang bertepuk sebelah tangan lagi. Namun karena gua akan mengalami sebuah "perpisahan lain" di waktu yang 'tak bisa gua beritahukan kapan', gua pun sekarang menjadi merasa sangat sedih sebab semua yang sudah gua lakukan terhadap orang yang telah gua cintai tersebut.

Rasanya memang tak adil. Ketika banyak teknik pengejaran yang sudah gua lakukan, tetapi satu pun tak ada yang bisa mengambil hatinya. Ia lebih menganggap kalau ini adalah sebuah kebaikan di dalam pertemanan, padahal ia seharusnya tahu kalau gua sudah banyak berkorban hanya untuk membuat hidupnya menjadi lebih mudah. Tetapi apa daya, mungkin walaupun ia bisa melihat perbuatan nyata gua tersebut, ia juga tak akan peduli, dan lebih menerima apa yang sudah gua kasih, lalu mengatakan "terima kasih".

Namun gua sedang tidak mengatakan kalau ia sudah memanfaatkan gua. Karena gua lah yang sudah menawarkan diri untuk menjadi seorang volunteer di dalam hidupnya. Walau memang gua terus berharap kepada Tuhan kalau Ia akan memberikan sebuah "keajaiban" karna setiap pengorbanan gua terhadap dia, tetapi gua harus kembali lagi ke fakta dan menerimanya, kalau ini adalah hal yang mustahil, untuk ia bisa menjadi milik gua.

Apalagi sebentar lagi gua akan mengalami sebuah perpisahan yang selalu gua ketahui sejak awal kalau jadinya akan seperti ini nantinya. Gua pun sudah berniat untuk jujur kepadanya tentang perasaan gua setelah berpisah nanti, dan yah, tetap berharap kalau keajaiban dari Tuhan akan terjadi. Sebuah harapan yang mampu membalas setiap pengorbanan gua, yaitu sebuah kebahagiaan yang selalu ingin gua rasakan dan mampu membuat bibir ini terus tersenyum. Tapi sekali lagi, ada yang namanya kenyataan hidup yang harus gua hormati. Oleh karena itu gua bersedih sekarang....

Ngomong-ngomong, orang yang gua sukai ini berbeda dengan yang sudah sering gua curhatkan sejak dulu (namun terkadang gua sempat masukkan tentang ia di dalam blog gua ini). Ia adalah orang baru, yang gua harap dapat membuat gua lupa kalau gua sudah pernah menyukai orang yang selama enam tahun itu. Tetapi nyatanya malah membuat gua menjadi lebih sedih, karena kenyataannya adalah: ia akan jadian dengan orang lain, dan ia jujur terhadap gua tanpa mengetahui perasaan sakit di hati gua ini.

Gua cuma, sudah merasa capek dengan semua ini....

Gua ingin mencintai orang yang benar, dengan benar, tanpa harus terus menerus berkorban dan melakukan "pengejaran" seperti sejak dulu dan belakangan ini.

Gua benar-benar ingin melihat setiap keajaiban yang sudah gua tunggu lama tersebut, di dalam satu orang yang sungguh-sungguh akan menjadi milik gua hingga di akhir hayat nanti. 

I wanna be happy and smile, not a fake of its.

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath