Ketua Kelas, Eksis, Relawan, dan Duit!

Sejak gua mulai menjadi ketua kelas di semester empat, gua mulai merasakan apa itu yang namanya "kesibukan berlebih", dan hingga di setiap gua sudah naik semester pun, kesibukan gua malah menjadi terus bertambah gila, sampai ngebuat gua ngerasa kalau gua ini bukan lah seorang ketua kelas lagi, tapi adalah "relawan".

Awalnya memang gua sangat senang pada waktu ditunjuk menjadi ketua kelas. Karena selain dikatakan kalau nilai ujian gua akan ditambah, gua pun bisa menjadi lebih eksis di kampus. Alhasil memang makin banyak yang mengenal gua (just mengenal) dan tahu kalau gua itu termasuk "orang penting" atau "usefull". Hal ini dapat terlihat dari hampir setiap harinya ada BBM yang masuk dan terus bertanya ke gua mengenai segala hal yang membingungkan setiap mereka soal perkuliahan. Hal BBM ini pun tak hanya pada waktu di kelas yang dimana gua menjadi ketua kelas, di kelas-kelas lainnya juga demikian. Ada banyak yang mau mengenal gua, hanya untuk bertanya, yap, inget yah, untuk bertanya, bukan lebih seperti menjadi sahabat sejati. Namun bukan gua lagi sebal dan meminta mereka untuk menjadi sahabat gua, tidak, karena sekarang gua mengerti, kalau gua sungguh gak peduli soal siapa aja yang mau jadi sahabat gua, soalnya gua cuman akan terus berlaku seperti seorang sahabat untuk mereka, tanpa meminta balasan seperti harus menjadi sahabat sejati gua. Lagipula gua cuman ingin terus mengikuti jejak Tuhan gua, dan ini masih belum maksimal juga.. hahay (anton si baik!)

Memang, gua sangat teramat excited di awalnya. Rasanya senang pada waktu bisa menjadi orang yang dibutuhkan. Tetapi makin lama, makin naik semester, pada waktu nama gua sudah dikenal di angkatan gua, gua pun mulai merasa lelah, bahkan terkadang seakan gua sudah menjadi babu. Jabatan gua sebagai ketua kelas memang tidak pernah berubah. Namun ada beberapa mata kuliah yang dimana dosennya sama sekali gak kasih gua reward apa-apa. Jadinya ketika gua sudah capek-capek ngurusin bahan-bahan perkuliahan yang harus dikirimkan ke anak-anak, tapi nyatanya gua seakan hanya dipermainkan. Nilai jeblok pun gua dapatkan, walau untungnya masih bisa lulus pas-pas-an. Bayangkan saja, padahal gua sudah aktif, ngebantu terus di kala dosen gua butuh bantuan gua, pada waktu ujian pun, gua isi sesuai dengan peraturannya, namun memang nasib, gua harus mengalami hal: "menjadi ketua kelas yang bukan ketua kelas lagi, tapi tepatnya menjadi relawan." Dan bukan hanya mata kuliah tersebut saja, ada beberapa mata kuliah lainnya yang cukup mengesalkan gua karena masalah "relawan" ini.

Lagi pula, apa lah arti "ketua kelas"? Seharusnya gua memiliki power, seperti power untuk memerintah, dll. Namun kejadiannya hampir sama pada waktu gua menjadi Team Leader di sebuah stand di PRJ, useless... gua cuma jadi babu ini itu. Yah, walau memang beda ya kalau pemimpin waktu di PRJ sama di kampus, soalnya kekurangan gua, yaitu "kurang tegas" terlihat jelas pada waktu PRJ. Kalau di kampus sih, gak perlu jadi tegas, karena kerjaan gua cuma ngebantuin dosen doank.

Di semester tujuh ini, atau di semester akhir gua, lagi-lagi gua diminta untuk jadi "relawan" (gua sebutnya itu aja). Kesibukan di akhir perkuliahan gua ini pun bisa dikatakan sungguh berada di level yang parah! Dimana gua musti buat skripsi, lalu magang, dan tugas-tugas lainnya seperti buat video clip, dokumenter, makalah. Dan karena hanya gua dan satu teman perempuan gua yang ngambil skripsi, jadinya ada hal-hal yang tak akan dimengerti oleh teman-teman gua. Seperti walaupun mereka tahu gua ambil skripsi, gua akan terus diminta untuk menjadi ini, itu, ono, yang sungguh teramat ribet. Gua sendiri harus ngerti keadaan, kalau gua gak boleh nyebut "lagi sibuk skripsi nih!" Karena mulut manusia itu kan bercabang, jadinya gua bisa aja dibilang belagu dan "gak ada urusannya lo skripsi ato gak, ini kan tugas kelompok!" (gua baru ngalemin ini beberapa hari yang lalu. Walau kata-katanya gak seperti itu, tapi memang intinya dia mau bilang itu). Jadinya gua harus terus membantu teman-teman gua, sampai pada waktu klimaksnya (kemarin), gua pun merasa sangat ling lung. Otak gua seperti lagi banyak "tanda tanya", oleh karena BBM gua yang full of "questions".

Pusing euy!

Lagi pula, masalah gua bukan hanya sebatas tugas-tugas kuliah, masih ada banyak, seperti dalam hal pertemanan, dimana gua harus jadi pendengar yang terkadang sungguh menyita waktu gua, lalu bahkan sekarang ada sekumpulan anak yang bisa dikatakan adalah "hater" gua, yang gua gak tau kenapa mereka bisa melakukan hal seperti itu. Rasanya gua begah banget, tiap dilewatin ni anak-anak, ada yang liat gua sinis, lalu ada satu anak yang ampe kesel begitu. Padahal gua gak pernah ngobrol ama mereka lagi selama beberapa semester ini. Gua pun sedang berusaha mencari akar masalahnya (kalau ini sih ngeribetin diri sendiri). Yah, soalnya perbuatan mereka itu sungguh buat gua kepikiran habis. Kan memang hal ini yang selalu gua hindari sejak dulu, sejak gua abis ngalemin hal yang parah pada waktu SMP, yang pada akhirnya ngebuat gua jadi trauma sama teman-teman SMP gua sendiri.

Yup, sungguh banyak pikiran. Gua cuma takut skripsi gua keteteran. Soalnya seharusnya target gua adalah bulan ini gua sudah sampai di BAB 5, atau terakhir, lalu gua kasih ke dosen pembimbing gua buat melakukan revisi secara kebakaran. Tetapi apa daya, karena selain semua kegiatan itu, ada satu kegiatan yang sebenarnya tak ingin gua masukin di dalam blog gua ini, namun gak apa-apa deh, gua kasih tau aja, kalau sekarang gua ini lagi dibayar oleh beberapa anak untuk ngerjain tugas mereka, seperti buat latar belakang dan daftar pustaka wkwkwkwk!! Karena memang sekarang gua keseringan ke perpustakaan kampus, jadinya udah ada banyak buku yang sudah mewarnai otak gua, jadinya gua pun merasa udah "bisa" ketika ada teman gua yang mau ngebayar gua buat kerjain tugas mereka. Soalnya gimana yah, gua kan suka juga belanja-belanja, udah lama banget nih gak beli baju dan celana baru, jadinya gak apa-apa deh, buat pekerjaan selingan. Dalam waktu empat jam juga udah bisa gua selesain kok tuh tugas-tugas wkwkwk...!! 

Mantap anton!!

Jadi begini kesimpulannya. Awalnya gua jadi ketua kelas, lalu sibuk, kemudian meraih eksistensi, terus mulai jadi seperti relawan, banyak berkorban, dan sekarang gua pergunakan semua itu untuk mencari uang. Yang terutama itu karena eksis lah, dan mereka tau kalau gua bisa mengerjakan sesuatu, jadinya gua pungut aja duit dari mereka. Hubungan bisnis pun berlaku, dan gua sama sekali gak peduli sama yang namanya sahabat, karena gua lagi ngejar duit sekarang, sebab I'm Capitalism! :D

Semangat anton!
Harus kerjain SKRIPSI dulu intinya!! Dodol!!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath