Direndahkan

Direndahkan, adalah hal yang sudah sering gua alami, sehingga gua seakan sudah kebal ketika sedang menghadapi hal tersebut. Bahkan, di dalam kehidupan sosial gua, gua pun sudah dikenal sebagai anak yang ketika sedang direndahkan, gua malah akan merendahkan diri gua sendiri, dengan guna, agar tidak terjadi perpecahan di antara gua dengan teman-teman gua tersebut. Tugas gua adalah untuk mengundang tawa mereka semua.

Tetapi ada pula hal-hal yang tak bisa gua terima ketika sedang direndahkan. Ada yang namanya "mengungkit" beberapa kebaikan yang sudah pernah teman-teman gua lakukan ke diri gua, lalu seolah berkata "kalau gak ada gue, lu bisa apa?"atau "lu itu cuma bisanya nerima, bukan memberi". Contohnya adalah, ketika salah seorang teman gua sedang mengungkit kalau ia pernah ngebayarin gua makan, dan terus berulang-ulang ia katakan (kalau sekali dua kali sih masih ok). Ini adalah sebuah kekejian buat diri gua, yang sama sekali gak bisa gua terima. Apalagi hal ini sempat gua alami kemarin, dan asal kalian tahu, selama semalaman penuh, gua benar-benar panas, mendidih, dan serasa ingin buat hancur kehidupan teman gua tersebut.

Satu hal tentang diri gua. Gua sangat percaya kalau beberapa orang itu selalu memandang gua sebelah mata. Dengan penampilan gua, atau tubuh gua yang kurus, berkulit coklat, dan seolah-olah tercitra sebagai anak yang miskin, dan tidak memiliki kemampuan apa-apa, gua pun selalu merasa sulit ketika sedang memulai suatu hubungan dengan orang lain. Bahkan pernah ketika gua sedang makan sendirian di sebuah rumah makan pecelele, yang dimana saat itu gua salah dengar kalau harga makanan gua ternyata 16 ribu rupiah, bukan 11 ribu rupiah, lalu ketika gua kasih 11 ribu rupiah, tiba-tiba saja raut muka si ibu penjual langsung berubah menjadi seperti nenek sihir, dan dengan nada yang kasar, ia bilang ke gua kalau harga aslinya, "16 ribu, bukan 11 ribu!" Dan lebih menyedihkannya, pada saat gua kasih uang-nya ke nenek sihir itu yang dimana 'lebih', ia pun seakan kasih kembalian ke gua seperti hina banget dengan raut muka yang mengatakan, "dasar miskin!"

Selain itu, gua juga percaya kalau beberapa manusia itu akan selalu lupa sama kebaikan yang sudah pernah gua beri. Mereka hanya mengingat kalau mereka lah yang selalu ngebantu gua dengan gaya sok bos nya mereka. Oleh karena itu, di kampus, semaksimal mungkin gua bakal berusaha sendiri untuk menyelesaikan semua tugas gua. Ya, menjadi independent adalah nama tengah gua. Dan kalau bisa, gua lah yang harus ngebantu mereka semua, seperti dengan ngedit film, ngevideoin, ngefotoin, dll sesuai dengan kemampuan gua.

Namun, pada saat sudah lama berteman, dan sudah beberapa kali ada momen dimana teman-teman gua tersebut sudah ngebantu gua, beberapa di antara mereka pun benar-benar ada yang bersifat "merendahkan orang lain". Dengan kasarnya mereka berkata, "lu udah pernah gua kasih ini itu!" terus "lu pernah kasih apa ke gua?" 

Bayangkan, gimana kalau kalian pernah dikasih pertanyaan kasar seperti itu? Kalau gua, gua seperti harus mencatat kembali semua kebaikan yang pernah gua lakukan ke teman-teman gua tersebut, lalu gua akan lempar ke muka mereka, dan terakhir berkata,"good bye!"

Yap, dipandang sebelah mata, dan direndahkan dengan mengungkit kembali semua kebaikan mereka, serta melupakan semua kebaikan gua, ya sudah, itu adalah akhir dari suatu hubungan. Lebih baik gua melakukan segala sesuatunya sendiri ketimbang harus direndahkan seperti itu. Yah, walaupun harus melawan rasa lonely, dan pikiran buruk yang mengatakan kalau gua lagi dijauhi atau dimusuhi karena hal yang tak adil, tapi ya sudah, gua sudah pernah mengalami hal seperti itu, jadinya gua sudah siap jika harus jatuh ke lumpur yang paling bau lagi.

Semua ini karena gua sudah belajar satu hal, yaitu: "gua harus ngebela diri gua sendiri!" Dan lagi pula, karena gua juga sudah belajar kalau di dalam hidup ini, kita harus bisa berteman dengan siapa saja, atau eksis lah kata lainnya, jadinya gua gak bakal depresi jika harus bermusuhan dengan seorang teman yang paling dekat sekali pun. Tinggal cari aja teman lainnya. It's all done!

Thanks
Gbu

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath