Sepotong Iri Hati

Hmmpphhh.... *buang nafas* okeh, baru saja gua habis melakukan kegiatan yang sungguh memalukan. Yaitu merekam suara gua sendiri pada waktu gua lagi nyanyi. Dan wow! masih sumbang sumbing woi! Peningkatannya masih belum mencapai "memuaskan diri gua sendiri". Ah, I hate this so much!!

....


Oke-okeh, pada hari ini, khususnya malam ini, karena seharian gua tidur melulu sebab "my penyakit (pilek dan tangan kanan pegal-pegal)", gua pun tadi habis menonton sebuah acara di televisi. Sebuah acara hiburan untuk semua kalangan. Dan gua pun melihat kembali ada banyak tokoh-tokoh yang sudah berhasil di Indonesia, mereka sebagai pengisi acara di dalam acara televisi tersebut. Dan yah, gua lagi-lagi iri saat melihat mereka. Sebuah halusinasi pun muncul di benak gua, menggambarkan sebuah adegan yang dimana gua yang berada di dalam acara tersebut, dan disana gua lah yang menjadi bintang utama-nya. Not them.

Iri hati itu memang sangat lah tidak menyenangkan. Oleh karena itu kita dilarang iri hati. Namun untuk masalah gua, ini seperti serasa aktif sendiri. Gua tiba-tiba aja merasa kesal saat melihat diri gua ini, yang dimana sudah berumur 21 tahun, tapi masih duduk sambil nonton tv, tanpa pernah gua yang menjadi tokoh di dalam tv tersebut.

Lalu, iri hati ini malah makin meningkat tajam pada saat ada teman-teman gua yang diminta untuk menjadi MC di kampus gua, di acara ospek calon mahasiswa baru. Padahal gua sudah mau masuk ke semester 7, semester akhir gua tersebut, namun gua lagi-lagi gagal untuk masuk ke dalam "list hal-hal yang gua inginkan sewaktu di kampus" yang salah satu-nya adalah menjadi MC di acara tersebut. Payah!

Sumpah, gua benar-benar iri! Namun gua harus menerima kenyataan ini. Usaha gua memang masih belum bagus di mata banyak orang. Gua masih payah dalam hal memikat hati orang lain lewat semua yang gua bisa selama ini.

Yup, I fail again.

Keinginan gua untuk jadi artis, pemain teater terkenal di atas panggung, menjadi presenter di dalam acara-acara besar, khusus yang non formal, semuanya banyak mengalami kegagalan. Dan gua merasa sedih sama diri gua sendiri ini. Mengapa gua masih belum bisa menggapai itu semua?!

I have a plan ketika gua ingin kuliah. Kalau eksis sudah berhasil gua raih. Tetapi untuk menjadi MC yang sering dipanggil malah gagal. Bahkan pernah ada satu momen yang dimana orang-orang meninggalkan gua pada saat gua lagi ngemci di kampus tercinta gua (pertama kalinya tuh di acara yang lumayan). Saat itu pada acara ComDay, dan setelah penampilan sebuah penyanyi yang keren, yang dimana ada para pekerja di UBM yang sampai meminta no telpon dia, dan pada saat gua keluar lalu sedang berbacot ria menggantikan penyanyi tersebut, eh mereka malah pada pergi. Memberikan pada gua sebuah kesan yang sungguh menyakitkan. Rasanya gua tak sanggup untuk menghadapi detik-detik seperti itu. Melihat penonton gua menjadi kabur karena ada-nya gua.

Ah, dimana masa-masa indah pada waktu gua di SMA?? Pada saat gua lagi main teater, dan semuanya pada bertepuk tangan untuk gua. Yup, mereka semua tertawa karena melihat tingkah laku gua yang memang sengaja gua buat-buat hanya untuk menghibur mereka semua.

Gua merasa kacau saat melihat semua kegagalan ini. Apalagi saat hari ini gua mengetahui soal gua lagi-lagi gagal untuk menjadi MC di UBM.

Dan yang pasti, setelah gua sudah mendengarkan suara gua sendiri di dalam sebuah alat perekam di handphone gua, gua pun harus sadar, kalau gua gak boleh berhalusinasi menjadi seorang penyanyi lagi (yup, gua juga bermimpi jadi penyanyi loh hahahaha), gua hanya boleh bermimpi menjadi artis aja sekarang. Karena masa-masa di kampus gua juga akan segera berakhir. So, untuk mimpi gua sekarang di kampus, yang penting lulus aja deh ya hahaha.....

"I will always reach my dream!"

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath