Ultah ke-21: Depresi

Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Miliaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara

Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku
Mundurlah, wahai Waktu

Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku


Ini lah salah satu lagu terbaik yang sering gua dengarkan sejak tahun 2012 kemarin, bahkan sebenarnya ini adalah satu-satu-nya lagu yang selalu menemani gua ketika gua sedang galau bukan main, dan tepat-nya adalah pada saat di galau klimaks-nya, yaitu pada tanggal 4 Juni 2013 bulan kemarin, di hari ulang tahun gua.

Lagu yang diciptakan oleh Dewi Dee Lestari ini menceritakan tentang seorang tokoh utama yang telat atau tak bisa mengucapkan "selamat ulang tahun" ke orang terkasih-nya (dari yang gua lihat di lirik-nya, soalnya gua gak baca novel-nya hehehe). Dan dari alunan suara musik yang sudah tercipta, ini sungguh sangat pas untuk apa yang sudah gua alami pada saat satu bulan kemarin itu, yaitu: gua lagi-lagi tak diucapkan "selamat tahun" oleh orang yang sungguh gua kasihi.

Hahaha.... beda memang dengan liriknya, yang dimana gua lah yang menjadi korban, bukan si "dia" yang sangat gua cintai itu. Namun adalah "harapan" yang ingin gua bicarakan disini. Dimana gua sangat berharap kalau "ia" akan menyanyikan lagu ini, di hadapan gua, namun ah, sudah lah, itu mustahil....

Sebulan sudah gua menunggu ia mengucapkan "selamat ulang tahun" ke gua, namun ternyata hal itu adalah suatu kemustahilan belaka. Dan doa ulang tahun gua, yang lagi-lagi tetap selama lima tahun adalah: hanya meminta dirinya seorang, pun juga tak dikabulkan.

"Kemustahilan belaka".

Btw, kenapa harus sebulan? Yup, karena gua selalu merasa kalau seluruh Bulan Juni adalah bulan-nya gua. Yang dimana akan selalu ada teman-teman terbaik gua yang sedang menyiapkan waktunya untuk memberikan ke gua sebuah kado yang spesial, atau sebuah kue tart dengan sebuah lilin permohonan (hal ini dimulai sewaktu gua masuk SMA). Namun wkwkwkwk.... gua mungkin kali ini hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Karena yang terjadi selama sebulan kemarin itu adalah satu hal yang begitu busuk, penuh dengan depresi, dan hal-hal yang bak sampah!

Mari kita lihat, apakah yang sudah terjadi?!

There's no cake to me, and a wish candle. Tak ada yang memberikan ke gua hal-hal tersebut. Namun gua harus tetap berterima kasih ke ketiga teman gua awalnya, untuk di malam ultah gua, yaitu: Angga, Budi, dan Julian. Mereka sudah menemani gua dan memberikan gua satu buah es krim setelah habis nonton di bioskop dan juga setelah ban motor si Budi habis ditambal. 

Lalu, keesokan hari-nya gua pun memutuskan untuk mentraktir teman-teman kampus gua (ada lumayan banyak yang ada di kelas gua), dengan makanan-makanan yang ada di kantin, plus seafood kalimati untuk teman-teman spesial gua, yang memang selalu mentraktir di luar, di setiap ada yang sedang ber-ulang tahun, plus juga mereka akan diberikan satu buah kado yang spesial hasil patungan. Nah, ini dia hal yang paling gua benci. Karena sampai sekarang pun mereka belum memberikan gua kado, dan parahnya, ada salah satu orang yang begitu berengs*k, sampai-sampai ngebuat gua jadi delcont (Delete Contact) BBM-nya.

Satu-satu-nya alasan kenapa gua belum dikasih kado adalah, karena biasanya untuk yang sering berinisiatif memberikan kado itu adalah gua dan leo. Dan karena gua dan Leo sedang diberikan berkat dengan kerja di PRJ (Hore!! Akhirnya!! Nanti ya, ada sesi khusus untuk gua menceritakan soal kisah gila gua waktu kerja di PRJ kemarin), ya sudah deh, tak ada satu pun yang inisiatif untuk membicarakan mengenai kado buat gua. Apalagi Budi dan Angga yang biasanya inisiatif, mereka pun sedang bekerja ribet sampai ke luar kota (I understand them). Lalu bagaimana dengan yang lainnya? I really-really dont know.

Nah, bagaimana dengan orang yang sudah gua bilang berengs*k tadi?! Oke, kira-kira setelah satu minggu gua kerja di PRJ, gua pun kedapatan sebuah BBM parah dari orang ini, yaitu: ia mengajak gua untuk "ikut patungan buat kado plus kue ulang tahun untuk salah satu orang yang berulang tahun juga di Bulan Juni sama kayak gua". Dan WOW!! Gua benar-benar marah minta ampun!! Apalagi pada saat itu gua habis terkena tekanan besar di kerjaan gua, dan ya sudah deh, gua kata-kata-in aja dia, bahkan gua sampai rela putusin hubungan pertemanan gua sama dia sampai sekarang! (Bahkan pada saat gua nulis ini, gua juga sempat kirim Direct Message ke Twitter-nya untuk ngata-ngatain dia lagi karena dia bilang kalau yang gua lakuin ke dia adalah "sifat buruk" gua!!). Bayangkan, sampai sekarang pun dia masih menganggap kalau gua lah yang salah, dan dia sama sekali gak salah! Dan dia ngarepin kalau gua bakal "ngalah" lagi?! (di dalam kehidupan sosial gua, gua adalah orang yang sering ngalah, dan gua berani yakinkan itu!! Namun untuk kali ini, gua benar-benar gak mau ngalah sama hal yang sangat menjijikkan seperti itu!!)

Sungguh, baru kali ini gua ketemu sama orang yang idiot-nya bukan main seperti dia. Bahkan sampai buat gua jadi ngomong kotor lagi, langsung semprot ke orang-nya. Parah!!


...


Yah, namun sekarang gua boleh tenang, karena gua tidak lah dilupakan. Vika Angela dan Sherly Pertiaz pun memberikan gua dua buah baju sebagai hadiah ultah gua, padahal mereka bukan lah anggota yang seharusnya setiap ada yang ultah itu harus dikasih kado (kelompok yang gua bicarakan ini isi-nya laki-laki semua). Dan rasa tenang gua boleh makin menjadi-jadi, karena setelah selesai dari PRJ pada tanggal 7 Juli kemarin, kado gua pun kembali dibicarakan oleh "mereka", dan sepasang sepatu yang sungguh gua inginkan pun akan segera menjadi milik gua (semoga).

Ahahahaha.....!!! Dari tulisan gua ini, sungguh dapat tergambarkan kalau gua sudah seperti anak kecil yang sedang freak banget sama yang namanya kado ulang tahun, bahkan untuk kue ultah plus lilin permohonan (namun bukan untuk sifat gua ke si anak idiot tadi!). Namun memang bukan tugas gua untuk mendeskripsikan segala hal agar dapat ngebuat para pembaca menjadi mengerti gua habis kenapa gua bisa menjadi seperti ini. Yup, kenapa gua bisa menjadi freak habis soal kado dan kue ultah....

Mungkin untuk sedikit penjelasan, di Bulan Juni kemarin itu memang adalah seperti yang sudah gua katakan di awal, yaitu: busuk, depresi, dan hal-hal shit lainnya. Bahkan gua sempat berhenti kerja di PRJ selama sembilan hari. Dan gua pun sempat berantem sama teman gua (selain yang tadi), plus harus berseteru sama bos gua, lalu beberapa orang rekan kerja gua yang sempat merendahkan gua berkali-kali di kala sedang bekerja. Lalu gua juga habis melakukan hal yang sama (soal mengejar cinta, yang berakhir buntung) saat kemarin itu. Dan tetap, yang paling parah adalah untuk "dia" yang sudah benar-benar melupakan gua, bahkan mengucapkan selamat ultah ke gua pun sepertinya adalah hal yang paling menjijikkan untuknya.

Yang ada hanyalah, gua menjadi depresi akut. Dan lagi-lagi gua sering memikirkan soal "bunuh diri" selama beberapa hari di Bulan Juni kemarin itu. Dan yah, ini adalah hal yang nyata, yang sungguh terjadi di dalam kehidupan gua. Dan pada saat ada yang berani bermain api ke gua, gua pun akan langsung mem-bom orang itu tanpa belas kasih sama sekali!! Gua sudah tak peduli!! Sama seperti orang-orang yang sudah gak peduli sama perasaan gua....

Boleh gak sih gua bilang, kalau mereka (kelompok yang buat gua freak soal kado), benar-benar sudah gua anggap sebagai kelompok bermain gua yang paling gua segenin. Gua udah ngerasa akrab sama mereka sudah sekian lama. Tapi kalau kejadiannya seperti ini, ya sudah, gua gak peduli soal "putus hubungan".

As you know, gua bisa hidup sendiri, karena gua pernah HIDUP SENDIRI! Tanpa pergaulan sosial yang mengikat gua, yes, I CAN!!

Ah, gua gak tau harus bagaimana lagi ngadepin perasaan gua yang habis ditibas abis-abisan pake pedang samurai saat Bulan Juni kemarin itu. Gua cuman udah siap untuk bilang, kalau ulang tahun gua yang ke-21 ini adalah ulang tahun yang paling buruk.

No cake, no candle, no hope, no love. Just a shit, yes, pure of shit!

I dont care buat usia gua yang ke-21. Just go away lah. Gua juga sebenarnya males nge-publish-nya disini. Tapi tetap, ini kewajiban yang harus gua lakukan di dalam blog gua, yang parahnya, sudah lama belum gua isi selama sebulan lebih, karena memang selalu gua bakal nulis setelah gua sudah melihat semua hal yang sudah terjadi di bulan ulang tahun gua.... dan salah satu yang paling terutama adalah, "dia" yang sudah benar-benar gak mau ikut campur lagi sama kehidupan gua.... :')

Namun harus gua lupakan. Semuanya musti gua lupakan.... Gua harus fokus sama kuliah sekarang, karena di Semester 7 ini, gua adalah salah satu anak yang malah nekat ngambil skripsi, disaat gua pun harus magang. Hueehh.....

Oke deh....

Selamat ulang tahun anton yang ke-21. Shit!

Anton Suryadi

Independent but not a sociopath